About

Thursday, January 14, 2016

cerpen LAST WINTER




Special story for Rena and Akicha.
Kali ini saya akan memberikan 2 cerita sekaligus, jadi kalian bisa memilih mana yang bagus dan mana yang kurang bagus.
ok langsung saja selamat menikmati






STORY 01 :
Bulan januari, dimana setiap orang membuka lembaran baru hidupnya diawali dengan disambutnya tahun baru hingga berakhirnya musim terompet (apa hubungannya ?).
Musim dingin, itulah yang sedang dirasakan seorang gadis kecil di sudut kota akihabara, jepang. Musim dingin kali ini datang lebih cepat dari biasanya. Orang tuanya bercerai saat ia masih bayi dan sekarang ia dirawat oleh neneknya yang sudah sangat tua. ia sangat menyayangi neneknya, menghabiskan waktu bersama, bermain dan bergembira bersama, itulah yang ia lakukan sehari-hari.
“rena, cepat bangun..” teriak seseorang yang membangunkannya dari mimpi indahnya
Gadis itu bernama rena, seorang gadis yang sangat lagu.
“cepat pakai jacket mu dan mulai berjualan.” suruh orang yang membangunkannya tadi yang tidak lain adalah bibi sekaligus majikannya.
“Apa yang kamu fikirkan, cepat pergi !!” bentak bibinya
Rena berjalan dengan pelan dan mulai bersiap untuk berjualan korek api.
“nenekmu sudah tidak ada, dia sudah meninggal. Sekarang yang perlu kamu lakukan hanyalah menuruti semua perintahku !” ucap bibinya
            Tidak ada yang bisa dilakukan gadis kecil seperti rena untuk membalas perkataan bibinya, neneknya sekarang sudah tidak ada dan ia merasa tidak ada yang menyayanginya lagi.
Bulan januari ini adalah musim dingin yang sangat d ingin, ini pertama kalinya ia melewati musim dingin tanpa neneknya.  Berjualan korek api dimusim dingin bukan pekerjaan yang mudah untuk anak kecil seperti rena.
Beberapa orang yang kasihan membeli korek apinya, hingga tak terasa haripun sudah mulai petang. Ia pulang menuju rumah majikannya.
**
“bagus, walaupun tidak banyak tapi setidaknya ada yang mau membelinya”. ucap majikannya
“aku lapar,” ucap rena pada bibinya tapi bibinya pergi begitu saja meninggalkan rena.
Rena pergi menuju dapur dan mencari makanan tapi tidak ada makanan disana, yang ia temukan hanya nasi.
Rena terpaksa memakan nasi itu tanpa lauk, karena dari pagi rena belum memakan apa-apa.
            Keesokan harinya, rena kembali disuruh menjual korek api tapi kali ini tidak ada yang membelinya, ia pun pulang dengan ketakutan.
“kamu ini gimana sih, masa gak ada yang beli !” bentak majikannya
“mungkin semuanya sudah punya korek api,” jawab rena ketakutan
“alahh.. jangan banyak alasan, kamunya saja yang pemalas,” majikannya marah dan melempar korek api itu pada rena.
Rena yang dari pagi belum makan, mulai kelaparan. Ia pergi kedapur tapi tidak ada apa-apa, bahkan nasi pun tidak ada. Ia pun pergi menemui bibinya dan menanyakan makanan.
“yang kamu fikirkan hanya makan, tidak ada makanan unutk hari ini,” jawab majikannya sambil membentak
“ttapi ssaaya kan belum makan dari ppagi,” balas rena gugup
“pokoknya hari ini tidak ada nasi, sekarang kamu tidur.” bentak majikannya
            Rena pun pergi menuju kamarnya yang sempit dan kotor, ia menangis sambil memanggil-manggil neneknya yang sudah tidak ada.
Malam itu ia menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan, ia tidak bisa tidur. Ia mulai bisa tertidur saat ia mengingat apa yang selalu dikatakan neneknya.
            Keesokan harinya, ia meminta izin untuk tidak berjualan karena sakit, tapi majikannya tidak mengijinkannya dan malah membentaknya.
“jangan banyak alasan, sekarang cepat pergi !” bentak majikannya
“baik, tapi saya boleh sarapan dulu ?” pinta rena
“biasanya juga tidak sarapan, sekarang cepat pergi dan jangan kembali jika korek apinya belum laku !!”
“tapi..”
“kamu sudah mulai berani ?? jika kamu kembali dan korek apinya belum habis, kamu akan dihukum,” ancam majikannya.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh rena selain menuruti apa yang disuruh majikannya, ia pun pergi menjajahkan korek apinya, namun tidak ada satupun yang membelinya.
Dia berjualan hingga larut malam tapi korek apinya belum ada yang terjual.
Dinginnya salju yang menyelimuti tubuhnya membuat dia putus asa, dia ingin pulang tai dia takut kena marah majikannya.
Ia duduk dan menyalakan korek api tersebut sambil berkhayal seakan-akan dia berada dirumahnya yang hangat,, setelah korek api itu padam khayalan indah itu pun musnah. Lalu ia menyalakan korek api itu lagi dan kembali berkhayal seolah-olah ia berada disamping neneknya yang sangat ia cintai,, korek api itu pun padam dan kembali memadamkan khayalan indah rena bersama neneknya.
Malam yang dingin itu membuat ia menggigil, dan ia pun tertidur disana. Ia bermimpi bertemu dengan neneknya dan bermain bersama lagi.
“kamu bahagia bertemu dengan nenek ?” tanya nenek itu
“ aku sangat senang, nenek jangan tinggalkan aku lagi yah,” jawab rena
“apakah selama ini kamu senang dengan bibimu ?” tanya neneknya lagi
“tidak, aku lebih senang bersama nenek,” balas rena sambil menangis
“tapi tempat kamu bukanlah disini.” ucap neneknya
“aku ingin selalu bersama nenek, aku sayang nenek dan aku akan mengikuti nenek kemanapun nenek pergi,”
“kamu yakin ?” tanya neneknya
“iya”.
“kamu tidak akan menyesal ?”
“tidak.”
“kalau begitu, ayo kita pergi bersama-sama,” ajak neneknya
Rena pun senang bisa bertemu kembali dengan neneknya
***
Keesokan harinya, orang-orang menemukan seorang gadis kecil berbadan kurus berusia sekitar 7 tahun meninggal dunia sambil memeluk korek api di depan toko baju yang tidak lain adalah Rena. Dia lebih bahagia bersama neneknya walaupun ia harus kehilangan segalanya bahkan nyawanya sendiri.

STORY 02 :
            Suatu pagi di rumah yang cukup besar di Tokyo, jepang. Hidup seorang anak kecil yang ceria, namanya adalah akicha. Dia anak perempuan sau-satunya dan dia juga bersekolah di sekolah yang cukup terkenal di jepang. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan 2 pembantu di rumahnya. Namun ia sangat jarang merasakan kasih sayang kedua orang tuanya, orang tuanya terlalu sibuk bekerja sampai-sampai mereka lupa dengan anaknya sendiri.
            Suasana pagi yang dingin, akicha terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia mencari kedua orang tuanya untuk meminta izin tapi kedua orang tuanya masih tertidur. Ia sudah terbiasa dengan ini, mengambil uang yang sudah disediakan ibunya di depan kamarnya dan pergi menuju sekolah.
            Di sekolah, akicha mendapat nilai sempurna untuk ulangan matematika. Ia sangat senang dan berniat untuk memberi tahukannya kepada kedua orang tuanya.
Akicha menunggu orang tuanya pulang sampai larut malam, begitu orang tuanya pulang ia langsung memperlihatkannya pada ayahnya tapi ayahnya tak menghiraukannya dan akicha mencoba menunjukan hasil ulangannya pada ibunya namun ibunya hanya melihat dan memberikannya lagi. Akicha sangat kecewa namun ia tidak marah kepada orang tuanya.
            Libur musim dingin hampir dimulai di jepang, akicha punya permintaan kepada orang tuanya, akicha meminta ibunya untuk memanaskan air dan berendam bersama tapi ibunya menolak karena sibuk dengan pekerjaannya. Lalu ia mengajak ayahnya ke pemandian air panas namun ayahnya juga menolak. Akhirnya akicha meminta orang tuanya untuk memandikannya saja tapi lagi-lagi mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Akicha terus-menerus meminta kepada orang tuanya namun seperti biasa, orang tuanya terlalu sibuk bekerja.
**
Hari ini adalah hari terakhir sekolah karena mulai besok sekolah akan diliburkan karena musim dingin. Akicha terlihat pucat di sekolahnya dan dia dipulangkan lebih awal dari sekolah.
Akicha terkena demam tinggi, pembantunya menelpone ibunya akicha dan memberitahukannya kalau akicha sakit, tapi ibunya hanya menyuruh pembantunya untuk menjaga akicha. Lalu pembantunya menelpone ayah akicha namun ayahnya hanya menyuruhnya untuk membelikan akicha obat.
Akicha sadar kalau orang tuanya tak akan pulang sebelum pekerjaan mereka selesai, akhirnya ia pun menghubungi ibunya untuk meminta dimandikan namun jawaban ibunya adalah “kamu itu sudah besar, masa mau terus-terusan dimandiin !”
“sekali saja mah,” jawab akicha
“kamu suruh saja pembantu kita,”
“aku mohon mah, ini yang terakhir kalinya,” pinta akicha
“mamah sedang sibuk, dan mungkin mamah akan pulang malam lagi jadi lain kali saja yah,” bujuk ibunya
“iya deh,” jawab akicha sembari menutup telepon
Lalu akicha menelpon ayahnya dan jawabannya sama saja walaupun akicha sudah bilang kalau ini adalah permintaannya yang terakhir, setelah ini ia tidak akan minta apa-apa lagi.
Sore hari, badan akicha semakin panas, demamnya tidak turun walaupun ia sudah meminum obat. Pembantunya memberitahukannya kepada orang tua akicha.
“demam akicha tidak turun walaupun saya sudah memberinya obat,” ucap pembantu itu panik
“kalau begitu bawa saja dia kerumah sakit,” jawab ayahnya
“dia tidak mau kerumah sakit,” ucap pembantu
“kamu paksa saja dia !” jawab ayahnya
“tapi,, dia ingin kerumah sakit bersama tuan.”
“saya masih banyak pekerjaan, paling pulang malam. Jadi suruh saja mamahnya,” jawab ayah akicha.
Pembantu itupun langsung menelpone ibunya akicha.
“halo nyonya, badan akicha semakin panas.” ucap pembantu itu
“loh.. kok bisa sih ?”
“katanya dia gak mau ke rumah sakit kalau bukan bersama tuan dan nyonya,”
“tapi saya masih banyak kerjaan.” jawab ibunya
“saya mohon, sekali saja demi akicha,” pinta pembantu
“yaudah, besok saja kita bawa akicha ke rumah sakit,” jawab ibunya
Pembantu itu tak tahu harus berbuat apa lagi, akicha tidak mau pergi kerumah sakit.
**
Tengah malam, orang tua akicha baru pulang ke rumah.
“bi, bagaimana keadaan akicha ?” tanya ibu akicha pada pembantunya
Pembantunya tidak menjawab, tak berapa lama ayahnya akicha juga datang.
“kenapa kalian terlihat bersedih, ada apa ?” tanya ayah heran
“akicha pah, akicha.. dia sudah....” ucap ibunya lemas
“bagaimana ini semua bisa terjadi ?”tanya ayah akicha sembari menangis
“akicha bilang, dia tidak mau pergi dari sini, dia bilang dia menyayangi kalian, dia ingin kalian memperhatikannya dan memberi sedikit kasih sayang kalian padanya,” jawab pembantu itu
“akicha menunggu kalian sampai dia tidak ada, akicha juga menitipkan ini pada kalian,” ucap pembantu itu sambil memberikan surat
Isi surat itu “aku menyayangi ayah dan ibu, aku ingin dimandikan oleh kalian”
            Kedua orang tua akicha pergi melihat akicha yang sudah tak bernyawa lagi, mereka menyesal dan akhirnya mereka akan memandikan akicha untuk yang terakhir kalinya.
..
Kita bisa mengambil beberapa pelajaran dari kedua cerita tersebut, beberapa kesamaan juga terlihat dari situ.
sebuah keluarga seharusnya bisa saling memahami, mengasihi dan menyayangi satu sama lain bukan sebaliknya.


Note :
-          Saya minta maaf kepada yang punya oshi rena dan akicha kalau nama mereka dilibatkan dalam story ini.
-          Saya memiliki banyak kesalahan dalam pembuatan story ini, mulai dari ide cerita yang bukan murni milik saya namun saya kembangkan di story ini, Akicha yang sudah bukan menjadi member lagi di 48family dan mungkin ada pihak yang kurang suka dengan story ini karena merasa sudah tahu.
-          Saya juga ingin meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dalam pembuatan kedua story ini (itupun kalo ada).


1 comments:

Anonymous said...

Kedua cerita ini bagus, tpi for me cerita yg pertama sangat sangat terasa sekali sedihnya. Tpi ada typonya harusnya tapi malah t*I wkkwk