Kali ini
saya akan memberikan 2 cerita sekaligus, jadi kalian bisa memilih mana yang
bagus dan mana yang kurang bagus.
ok langsung saja selamat menikmati
STORY 01 :
Bulan januari, dimana setiap orang membuka lembaran baru
hidupnya diawali dengan disambutnya tahun baru hingga berakhirnya musim
terompet (apa hubungannya ?).
Musim
dingin, itulah yang sedang dirasakan seorang gadis kecil di sudut kota
akihabara, jepang. Musim dingin kali ini datang lebih cepat dari biasanya.
Orang tuanya bercerai saat ia masih bayi dan sekarang ia dirawat oleh neneknya
yang sudah sangat tua. ia sangat menyayangi neneknya, menghabiskan waktu
bersama, bermain dan bergembira bersama, itulah yang ia lakukan sehari-hari.
“rena, cepat
bangun..” teriak seseorang yang membangunkannya dari mimpi indahnya
Gadis itu
bernama rena, seorang gadis yang sangat lagu.
“cepat pakai
jacket mu dan mulai berjualan.” suruh orang yang membangunkannya tadi yang tidak
lain adalah bibi sekaligus majikannya.
“Apa yang
kamu fikirkan, cepat pergi !!” bentak bibinya
Rena
berjalan dengan pelan dan mulai bersiap untuk berjualan korek api.
“nenekmu
sudah tidak ada, dia sudah meninggal. Sekarang yang perlu kamu lakukan hanyalah
menuruti semua perintahku !” ucap bibinya
Tidak ada yang bisa dilakukan gadis
kecil seperti rena untuk membalas perkataan bibinya, neneknya sekarang sudah
tidak ada dan ia merasa tidak ada yang menyayanginya lagi.
Bulan januari
ini adalah musim dingin yang sangat d ingin, ini pertama kalinya ia melewati
musim dingin tanpa neneknya. Berjualan
korek api dimusim dingin bukan pekerjaan yang mudah untuk anak kecil seperti
rena.
Beberapa
orang yang kasihan membeli korek apinya, hingga tak terasa haripun sudah mulai
petang. Ia pulang menuju rumah majikannya.
**
“bagus,
walaupun tidak banyak tapi setidaknya ada yang mau membelinya”. ucap majikannya
“aku lapar,”
ucap rena pada bibinya tapi bibinya pergi begitu saja meninggalkan rena.
Rena pergi
menuju dapur dan mencari makanan tapi tidak ada makanan disana, yang ia temukan
hanya nasi.
Rena
terpaksa memakan nasi itu tanpa lauk, karena dari pagi rena belum memakan
apa-apa.
Keesokan harinya, rena kembali
disuruh menjual korek api tapi kali ini tidak ada yang membelinya, ia pun
pulang dengan ketakutan.
“kamu ini
gimana sih, masa gak ada yang beli !” bentak majikannya
“mungkin
semuanya sudah punya korek api,” jawab rena ketakutan
“alahh..
jangan banyak alasan, kamunya saja yang pemalas,” majikannya marah dan melempar
korek api itu pada rena.
Rena yang
dari pagi belum makan, mulai kelaparan. Ia pergi kedapur tapi tidak ada
apa-apa, bahkan nasi pun tidak ada. Ia pun pergi menemui bibinya dan menanyakan
makanan.
“yang kamu
fikirkan hanya makan, tidak ada makanan unutk hari ini,” jawab majikannya sambil
membentak
“ttapi
ssaaya kan belum makan dari ppagi,” balas rena gugup
“pokoknya
hari ini tidak ada nasi, sekarang kamu tidur.” bentak majikannya
Rena pun pergi menuju kamarnya yang
sempit dan kotor, ia menangis sambil memanggil-manggil neneknya yang sudah
tidak ada.
Malam itu ia
menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan, ia tidak bisa tidur. Ia
mulai bisa tertidur saat ia mengingat apa yang selalu dikatakan neneknya.
Keesokan harinya, ia meminta izin
untuk tidak berjualan karena sakit, tapi majikannya tidak mengijinkannya dan
malah membentaknya.
“jangan
banyak alasan, sekarang cepat pergi !” bentak majikannya
“baik, tapi
saya boleh sarapan dulu ?” pinta rena
“biasanya
juga tidak sarapan, sekarang cepat pergi dan jangan kembali jika korek apinya
belum laku !!”
“tapi..”
“kamu sudah
mulai berani ?? jika kamu kembali dan korek apinya belum habis, kamu akan
dihukum,” ancam majikannya.
Tidak ada
yang bisa dilakukan oleh rena selain menuruti apa yang disuruh majikannya, ia
pun pergi menjajahkan korek apinya, namun tidak ada satupun yang membelinya.
Dia
berjualan hingga larut malam tapi korek apinya belum ada yang terjual.
Dinginnya
salju yang menyelimuti tubuhnya membuat dia putus asa, dia ingin pulang tai dia
takut kena marah majikannya.
Ia duduk dan
menyalakan korek api tersebut sambil berkhayal seakan-akan dia berada
dirumahnya yang hangat,, setelah korek api itu padam khayalan indah itu pun
musnah. Lalu ia menyalakan korek api itu lagi dan kembali berkhayal seolah-olah
ia berada disamping neneknya yang sangat ia cintai,, korek api itu pun padam
dan kembali memadamkan khayalan indah rena bersama neneknya.
Malam yang dingin itu membuat ia menggigil, dan ia pun
tertidur disana. Ia bermimpi bertemu dengan neneknya dan bermain bersama lagi.
“kamu
bahagia bertemu dengan nenek ?” tanya nenek itu
“ aku sangat
senang, nenek jangan tinggalkan aku lagi yah,” jawab rena
“apakah selama
ini kamu senang dengan bibimu ?” tanya neneknya lagi
“tidak, aku
lebih senang bersama nenek,” balas rena sambil menangis
“tapi tempat
kamu bukanlah disini.” ucap neneknya
“aku ingin
selalu bersama nenek, aku sayang nenek dan aku akan mengikuti nenek kemanapun
nenek pergi,”
“kamu yakin
?” tanya neneknya
“iya”.
“kamu tidak
akan menyesal ?”
“tidak.”
“kalau
begitu, ayo kita pergi bersama-sama,” ajak neneknya
Rena pun
senang bisa bertemu kembali dengan neneknya
***
Keesokan
harinya, orang-orang menemukan seorang gadis kecil berbadan kurus berusia
sekitar 7 tahun meninggal dunia sambil memeluk korek api di depan toko baju
yang tidak lain adalah Rena. Dia lebih bahagia bersama neneknya walaupun ia
harus kehilangan segalanya bahkan nyawanya sendiri.
STORY 02 :
Suatu pagi di rumah yang cukup besar
di Tokyo, jepang. Hidup seorang anak kecil yang ceria, namanya adalah akicha.
Dia anak perempuan sau-satunya dan dia juga bersekolah di sekolah yang cukup
terkenal di jepang. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan 2 pembantu di
rumahnya. Namun ia sangat jarang merasakan kasih sayang kedua orang tuanya,
orang tuanya terlalu sibuk bekerja sampai-sampai mereka lupa dengan anaknya
sendiri.
Suasana pagi yang dingin, akicha
terbangun dari tidurnya dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia mencari kedua
orang tuanya untuk meminta izin tapi kedua orang tuanya masih tertidur. Ia
sudah terbiasa dengan ini, mengambil uang yang sudah disediakan ibunya di depan
kamarnya dan pergi menuju sekolah.
Di sekolah, akicha mendapat nilai
sempurna untuk ulangan matematika. Ia sangat senang dan berniat untuk memberi
tahukannya kepada kedua orang tuanya.
Akicha
menunggu orang tuanya pulang sampai larut malam, begitu orang tuanya pulang ia
langsung memperlihatkannya pada ayahnya tapi ayahnya tak menghiraukannya dan
akicha mencoba menunjukan hasil ulangannya pada ibunya namun ibunya hanya
melihat dan memberikannya lagi. Akicha sangat kecewa namun ia tidak marah
kepada orang tuanya.
Libur musim dingin hampir dimulai di
jepang, akicha punya permintaan kepada orang tuanya, akicha meminta ibunya
untuk memanaskan air dan berendam bersama tapi ibunya menolak karena sibuk
dengan pekerjaannya. Lalu ia mengajak ayahnya ke pemandian air panas namun
ayahnya juga menolak. Akhirnya akicha meminta orang tuanya untuk memandikannya
saja tapi lagi-lagi mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Akicha
terus-menerus meminta kepada orang tuanya namun seperti biasa, orang tuanya
terlalu sibuk bekerja.
**
Hari ini
adalah hari terakhir sekolah karena mulai besok sekolah akan diliburkan karena
musim dingin. Akicha terlihat pucat di sekolahnya dan dia dipulangkan lebih
awal dari sekolah.
Akicha
terkena demam tinggi, pembantunya menelpone ibunya akicha dan memberitahukannya
kalau akicha sakit, tapi ibunya hanya menyuruh pembantunya untuk menjaga
akicha. Lalu pembantunya menelpone ayah akicha namun ayahnya hanya menyuruhnya
untuk membelikan akicha obat.
Akicha sadar
kalau orang tuanya tak akan pulang sebelum pekerjaan mereka selesai, akhirnya
ia pun menghubungi ibunya untuk meminta dimandikan namun jawaban ibunya adalah
“kamu itu sudah besar, masa mau terus-terusan dimandiin !”
“sekali saja
mah,” jawab akicha
“kamu suruh
saja pembantu kita,”
“aku mohon
mah, ini yang terakhir kalinya,” pinta akicha
“mamah
sedang sibuk, dan mungkin mamah akan pulang malam lagi jadi lain kali saja yah,”
bujuk ibunya
“iya deh,”
jawab akicha sembari menutup telepon
Lalu akicha
menelpon ayahnya dan jawabannya sama saja walaupun akicha sudah bilang kalau
ini adalah permintaannya yang terakhir, setelah ini ia tidak akan minta apa-apa
lagi.
Sore hari, badan akicha semakin panas, demamnya tidak turun
walaupun ia sudah meminum obat. Pembantunya memberitahukannya kepada orang tua
akicha.
“demam akicha
tidak turun walaupun saya sudah memberinya obat,” ucap pembantu itu panik
“kalau
begitu bawa saja dia kerumah sakit,” jawab ayahnya
“dia tidak
mau kerumah sakit,” ucap pembantu
“kamu paksa
saja dia !” jawab ayahnya
“tapi,, dia
ingin kerumah sakit bersama tuan.”
“saya masih
banyak pekerjaan, paling pulang malam. Jadi suruh saja mamahnya,” jawab ayah
akicha.
Pembantu
itupun langsung menelpone ibunya akicha.
“halo
nyonya, badan akicha semakin panas.” ucap pembantu itu
“loh.. kok
bisa sih ?”
“katanya dia
gak mau ke rumah sakit kalau bukan bersama tuan dan nyonya,”
“tapi saya
masih banyak kerjaan.” jawab ibunya
“saya mohon,
sekali saja demi akicha,” pinta pembantu
“yaudah,
besok saja kita bawa akicha ke rumah sakit,” jawab ibunya
Pembantu itu
tak tahu harus berbuat apa lagi, akicha tidak mau pergi kerumah sakit.
**
Tengah
malam, orang tua akicha baru pulang ke rumah.
“bi,
bagaimana keadaan akicha ?” tanya ibu akicha pada pembantunya
Pembantunya
tidak menjawab, tak berapa lama ayahnya akicha juga datang.
“kenapa
kalian terlihat bersedih, ada apa ?” tanya ayah heran
“akicha pah,
akicha.. dia sudah....” ucap ibunya lemas
“bagaimana
ini semua bisa terjadi ?”tanya ayah akicha sembari menangis
“akicha
bilang, dia tidak mau pergi dari sini, dia bilang dia menyayangi kalian, dia
ingin kalian memperhatikannya dan memberi sedikit kasih sayang kalian padanya,”
jawab pembantu itu
“akicha
menunggu kalian sampai dia tidak ada, akicha juga menitipkan ini pada kalian,”
ucap pembantu itu sambil memberikan surat
Isi surat
itu “aku menyayangi ayah dan ibu, aku
ingin dimandikan oleh kalian”
Kedua orang tua akicha pergi melihat
akicha yang sudah tak bernyawa lagi, mereka menyesal dan akhirnya mereka akan
memandikan akicha untuk yang terakhir kalinya.
..
Kita bisa
mengambil beberapa pelajaran dari kedua cerita tersebut, beberapa kesamaan juga
terlihat dari situ.
sebuah keluarga seharusnya bisa saling memahami, mengasihi dan menyayangi satu sama lain bukan sebaliknya.
Note :
-
Saya
minta maaf kepada yang punya oshi rena dan akicha kalau nama mereka dilibatkan
dalam story ini.
-
Saya
memiliki banyak kesalahan dalam pembuatan story ini, mulai dari ide cerita yang
bukan murni milik saya namun saya kembangkan di story ini, Akicha yang sudah
bukan menjadi member lagi di 48family dan mungkin ada pihak yang kurang suka
dengan story ini karena merasa sudah tahu.
-
Saya
juga ingin meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dalam pembuatan
kedua story ini (itupun kalo ada).






1 comments:
Kedua cerita ini bagus, tpi for me cerita yg pertama sangat sangat terasa sekali sedihnya. Tpi ada typonya harusnya tapi malah t*I wkkwk
Post a Comment