About

Wednesday, March 30, 2016

STEVEN HUDSON HELSING part 09 (end)





           

-         Steven Hudson Helsing
-     Nagato
-     Frank
-         Yuki
-         Police
-         ins. Brian 
 

Aku melemparkan granat ciptaanku yang kedua, yuki terkejut karena granat yang aku lempar mengenai kepalanya dan membuat dia hampir terjatuh dari mobilnya.
            Setelah aku tunggu ternyata granat ciptaanku tidak meledak sama sekali, dan yang meledak hanya bazoka milik yuki. Kali ini bazoka itu melesat tapat dipinggir mobil kami dan hanya mengenai spion mobil. walaupun begitu, efek ledakannya menghanguskan bagian pinggir mobil kami.
            “granat yang kau buat tidak meledak !!” keluh Nagato kepadaku
            “aku tau, seharusnya granat itu meledak” jawabku
            “sudahlah, sekarang pikirkan bagaimana caranya kita selamat sampai kita menyerahkan frank ke ins. Brian” ucapnya
            “kau masih punya korek api ?” tanya ku
            “tidak, memangnya untuk apa ?” tanya dia balik
            “untuk membuat granat lagi” jawabku
            “kau sudah gagal membuat granat, untuk apa kau membuatnya lagi ?” tanya dia lagi
            “kali ini pasti akan berhasil, percayalah” yakinku
            “aku tidak punya korek api tapi ada spertus”
            “untuk apa kau membawa spertus ?” tanyaku
            “sudah jangan banyak tanya, buat saja” sambung Nagato
            “baiklah” sambung ku
Aku berusaha membuat granat yang meledak tapi yuki selalu mengganggu karena dia selalu menembak mobil kami. Aku hampir selesai membuatnya dan akhirnya selesai juga.
            “hei steven, apa kau yakin itu akan meledak ?” tanya Nagato
            “tidak” jawabku datar
            “steven....” ucap nagato kesal
            “kita lihat saja, kalau ini meledak berarti kita sedang beruntung” ucapku
            “kalau yang membuatnya saja ragu-ragu, bagaimana mungkin bisa meledak” balas Nagato datar
Salah satu dari ketiga mobil yang masih tersisa mendakati mobil aku dan nagato dan begitu mobil kami hampir bersampingan, salah satu orang suruhan yuki yang ada di dalam mobil itu menodongkan senjata api kepadaku.
            “bukannya kalian sudah tidak punya senjata lagi ?” tanyaku gemetar
            “kami menyimpannya untuk saat ini” balas orang itu
            “berhenti sekarang dan serahkan atasan kami frank” teriak orang yang satunya lagi
            “memangnya kalian dibayar berapa oleh frank, kalian ambil saja harta kekayaan frank sepuasnya tanpa perlu menghawatirkan frank lagi” balasku
.
            “bukannya kau sudah menghancurkan semuanya” bisik nagato kepadaku
            “cepat berhenti, dan kembalikan frank” teriak orang itu yang sepertinya sangat marah
            “tidak mau, eee... ini untuk kalian saja” jawabku sambil melemparkan granat yang aku buat walaupun sudah pasti itu takkan meledak.
Nagato memakai noz untuk mempercepat mobilnya dan memperjauh jarak.
Tak lama kemudian terjadi ledakan yang awalnya kecil tapi akhirnya meledak dengan besar dan menghancurkan mobil yang aku lempari granat ciptaanku itu.
            “steven, apakah mobil itu meledak karena granat buatanmu ?” tanya Nagato ragu
            “entahlah, bisa jadi” balasku tak percaya
            “akhirnya granat ciptaanmu itu meledak juga” ucap nagato
            “iya, padahal aku membuatnya asal-asalan saja” jawabku yang masih tidak percaya
            “kau hebat steven” puji Nagato kepadaku
kenapa yang aku buat asal-asalan meledak, sedangkan yang aku buat dengan serius tidak meledak sama sekali, itulah pertanyaan yang ada di pikiranku.
Mobil yang mengikuti kami tersisa dua lagi. Yuki menembakkan bazoka lagi dan mengenai mobil sedan yang ada di depan mobil kami, keadaan jalan semakin ramai karena pagi juga sudah mulai menjelang. Sekitar pukul 03 pagi kami masih belum menyelesaikan misi ini.
            Kedua mobil yang mengejarku dan nagato sudah mulai mendekati mobil kami, dan akhirnya mobil mereka berada disebelah mobil kami. Nagato mengerem secara mendadak dan langsung belok kiri, itu membuat kedua mobil itu harus berputar untuk mengejar kami.
            Tak selang lama, kedua mobil itu kembali ada di belakang mobi kami. Nagato menyuruhku mengambi oli dan paku yang berada di dalam bagasi belakang mobil. Aku sempat menolak karena itu sangat berbahaya, apalagi aku harus keluar sambil berpegangan pada mobil supaya tidak jatuh ditambah hembusan angin yang pastinya akan sangat kencang karena kecepatan mobil ini, tapi aku melakukannya dan mencoba mengambil oli dan paku yang sudah dipersiapkan Nagato di bagasi belakang mobil karena Nagato terus memaksaku melakukannya.
            “apa kau sudah menemukannya, steven..” teriak Nagato kepadaku
            “iya, sudah” balasku
            “sekarang kau lemparkan oli dan pakunya kejalan’’ teriak nagato lagi
            “apa ?” tanyaku karena perkataan nagato kurang jelas
            “lemparkan oli dan pakunya ke jalan..” teriaknya lagi
            “baiklah” balasku
Aku melemparkan paku itu ke jalan sedangkan oli aku bawa ke dalam mobil.
Saat aku hendak masuk kedalam mobil lagi, aku melihat salah satu mobil itu tergelincir dan akhirnya menabrak trotoar.
            “kau sudah melakukannya dengan benar” ucap nagato pelan
            “iya, terimakasih. Tadi itu sangat berbahaya” balasku
            “maafkan aku”
            “ngomong-ngomong oli ini untuk apa ?” tanyaku
            “kau tidak membuang olinya ??” tanya nagato agak kesal
            “aku pikir kau menyuruhku membuang pakunya dan membawa olinya” balasku ragu
            “STEVENNN....”  teriak Nagato kesal
Baiklah sekarang tinggal satu mobil lagi yang mengikuti kami dan itu adalah mobil yang ditumpangi yuki.
            Kejar-kejaran mobil ini sudah terlalu lama dan sepertinya aku harus segera mengakhirinya tapi bagaimana caranya ... hanya tersisa satu mobil yang mengejar kami tai kami tetap masih kewalahan.
Yuki terus-terusan menembakan bazoka miiknya, aku heran kenapa bazoka itu tidak habis habis. Tapi walaupun begitu tak ada satupun yang mengenai kami.
            Yuki menembakkan lagi bazoka miliknya tapi terlalu tinggi karena jarak mobilnya terlalu jauh dengan mobil kami dan mengenai mobil truck besar bermuatan pasir hingga truck besar itu mengguling dan menghalangi jalan. Nagato yang panik tidak sempat mengerem dan dia berhasil melewati mobil truck itu dengan terus melaju dan melompati mobil itu dengan pasir yang keluar sebagai alasnya dan  menabrak bak mobil tersebut hingga bemper depan kami rusak berantakan dan oli yang kupegang terjatuh, untung frank yang sedang pingsan tidak ikutan terjatuh.
            “tadi itu hampir saja” ucap nagato terengah-engah
            “iya, menurutmu mobil tadi akan meledak ?” tanyaku
            “tidak, itukan truck pasir” jawabnya tapi tiba-tiba terdengar suara ledakan yang besar dari mobil truck pasir itu.
            “kau salah Nagato, TRUCK ITU MELEDAK....” ucapku sedikit kesal
            “aku tidak menyangka itu akan meledak” sambung nagato tidak percaya kalau truck itu meledak.
Beberapa saat kemudian dan aku tidak melihat mobil Yuki mengikuti kami, mungkin dia menabrak truck yang menabrak kami tadi.
Tapi selang beberapa menit, ada beberapa mobil police mengikuti mobil kami, aku dan Nagato tak tahu kenapa police bisa mengikuti kami tapi kami tak menyerah, setelah yuki sekarang giliran police yang memburu kami.
Setelah hampir setengah jam bermain-main dengan para police itu akhirnya Ins. Brian menghubungi kami dan menyuruh kami untuk segera menyerahkan Frank dan menemuinya di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya tanpa menghiraaukan police yang mengikuti kami.
            Nagato menuruti perintah ins. Brian dan langsung menuju tempat yang sudah ditentukan, kami sampai di tempat pertemuan kami dengan ins. Brian dengan police yang mengikuti kami.
            “kallian lama sekali” keluh ins. Brian
            “kami minta maaf” jawabku
            “apakah police itu ada di pihak kita ?” tanya nagato kepada ins. Brian
            “ya, mereka akan mengurus anak buah Frank” jawab ins. Brian
            “syukurlah kalau begitu”
            “apakah misi kalian sukses ?” tanya ins. Brian
            “ya, tentu saja” jawabku lagi
            “kalau begitu bawa Frank kesini” perintah ins. Brian
            “baiklah” jawab Nagato dan kami membawa frank ke hadapan ins. Brian
            “dia pingsan ?” tanya ins. Brian
            “ya” jawab Nagato
            “aku heran kenapa mobil kalian menjadi berantakan seperti ini” ucap ins. Brian sambil menunjuk dan memperhatikan mobil kami yang rusak parah
            “eee... itu ada sedikit kesalahan teknis, anak buah Frank mengejar kami” jawabku ragu
            “kalian bilang itu kesalahan sedikit ?” tanya ins. Brian
            “iya, itu hanya masalah kecil”
            “kesalahan sedikit itu hampir menghancurkan seluruh jalan raya kota ini” jelas ins. Brian
            “kalau itu...”
            “masalah kecil saja bisa menghancurkan setengah kota, apalagi jika kalian mempunyai masalah besar, akan jadi apa kota ini” ucap ins. Brian
Kami tidak bisa menjawab apa-apa
            “baiklah, sekarang dimana teman kalian yang satunya lagi ?” tanya ins. Brian
            “dia.. dia... dia gugur dalam misi”jawab Nagato sedangkan aku hanya bisa menunduk
            “jadi begitu, sekarang kalian kembali dan istirahatlah. Biar mereka (police) yang mengurus anak buah frank”
            “bagaimana dengan anda” tanya Nagato
“ya tentu saja akan mengintrogasi frank, tapi sebelum itu aku akan menunggu anak buah ku yang lainnya, ambillah liburan kalian untuk menenangkan diri” jawab ins. Brian
“baiklah, trimakasih” jawabku
“aku turut bersedih atas kepergiannya teman kalian, mr. x” ucap ins. Brian
“nama aslinya Aji” jawabku
“kami minta maaf atas semuanya” ucap Nagato
“sudahlah, ini baru misi pertama kalian”
“kami juga punya sesuatu untuk anda, ikutlah bersama kami” nagato
“baiklah, tapi aku harus menunggu yang lainnya dulu”
Ins. Brian menyuruh police untuk mengurus anak buah frank, dan tak lama kemudian anak buah ins. Brian datang.
Kami semua pergi ke tempat dimana emas yang aku ambil dari markas frank disimpan.
            “aku tidak tahu apakah ini akan membuatmu senang atau marah tapi..”
            “apakah kalian mengambilnya dari frank” ucap ins. Brian memotong perkataanku
            “iya, kami mengambilnya sebelum meledakkan markas Frank” jawabku
            “jadi begitu, kalian menghancurkan markas frank. Jadi dimana jasad mr. x ?”
            “kami meninggalkan di markas frank” jawabku
            “kalian membiarkan jasadnya hancur ?” tanya ins. Brian
            “sepertinya begitu”
Tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang memakan cemilan.
            “apakah masih ada yang berani memakan cemilan disituasi menyedihkan seperti ini” ucap salah satu anak buah ins. Brian tapi tak ada yang menjawab dan tak ada yang sedang makan diantara kami semua. Kami bingung dan bertanya-tanya siapa yang sedang makan. Kami mencari dimana suara itu berasal dan kami menemukannya yaitu di pojok ruangan ini.
            “kenapa kalian semua meninggalkanku disana ? kalian ingin membunuhku ?” ucap seseorang di pojok ruangan
            “kalian juga mau meledakkan markas frank tanpa berfikir kalau masih ada aku disana” ucapnya lagi dan suara itu terdengar tidak asing bagi kami.
            Mr. x, dia adalah mr. x. kami terkejut karena dia masih hidup aku dan nagato langsung memeluknya.
            “heii.. hentikan ini, aku masih normal..” keluh mr. x namun kami tak mendengarkannya.
            “kalian mau menipu kami dengan mengatakan kalau mr. x itu sudah tewas !?” ucap salah satu anak buah ins. Brian
            “kami tidak tahu kalau dia selamat” jawabku
Kami semua termasuk ins. Brian dan bawahannya tertawa karena mendengar mr. x yg tiba-tiba muncul dan mengeluh kepadaku dan Nagato.
 Mr. x menceritakan semuanya, kenapa dia tidak tewas.  Saat itu dia tidak tertembak melainkan peluru yg dilepaskan yuki itu hanya mengenai sedikit dar saus tomat yang ia simpan di saku jacketnya yg berada di sekitar daerah perut, tapi botol sausnya sedikit rusak karena peluru akhirnya saus tomat itu berceceran ke jacket mr. x dan dianggap sebagai darah, mr. x juga terkejut dan dia memutuskan untuk menyiapkan kematiannya, dan disaat terdengar suara detikan jam, mr. x sadar kalau dia belum mati dan akhirnya melarikan diri dari markas frank sebelum meledak. Dia berjalan kami melewati jalan pintas untuk sampai ketempat ini tapi aku dan nagato sudah terlebih dahulu pergi megendarai mobil masing-masing. Karena bosan menunggu akhirnya mr. x membeli cemilan dan memakannya disini. Itulah yang dceritakan mr. x dan membbuat kami tertawa.
Oh iya, emas-emas yang aku bawa semuanya diberikan kepada ins. Brian untuk mengganti rugi kerusakan jalan dan sisanya untuk kepentingan organisasinya. Aku tidak terlalu peduli dengan frank, aku serahkan itu semua pada ins. Brian. Sedangkan aku, mr.x, dan Nagato menghabiskan liburan kami dengan menemui keluar kami satu persatu. yg pertama adalah keluarga nagato, dia memperkenalkan kami sebagai sahabatnya, terus keluarga mr. x, dan yang terakhir adalah keluargaku.
Karena aku tidak tahu dimana ayah dan ibuku berada semenjak mereka berpisah, akhirnya aku membawa mereka berdua kedalam hutan.
“steven, kenapa kau membawa kami kehutan ?” tanya Nagato
“nanti kalian juga pasti akan tahu” jawabku
“sudahlah kau beritahu kami sekarang saja” ucap mr.x
“nah ini dia keluargaku” jawabku sambil menunjuk beberapa monyet dan orang utan
“apakah kau ini tarzan ?” tanya Nagato
“bukan, tapi aku tidak tahu dimana orang tua asliku berada. Jadi aku membawa kalian ke keluarga angkatku”jawabku
“jadi kau mengenal mereka semua ?” tanya mr. x
“tentu saja, lihatlah orang utan itu aku anggap ibu angkatku, dan bukankah kau juga yang dulu mengantarku kesini, mr. x” tanyaku
“benar” jawab mr.x
“jadi kau masih belum sembuh dari kegiaanmu ?” tanya Nagato
“sepertinya belum” jawabku
“oh lihat, itu aku anggap sebagai saudaraku karena dia aku selalu berkelahi dengannya” ucapku sambil menunjuk orang utan yang mendekat
“sepertinya dia akan mengajak kalian berkelahi juga” sambungku lagi dan orang utan itu mengejar mr. x dan nagato
“STEVENN.... HUDSON..... HELSING...........”  teriak mereka berdua
.
.
TAMAT


Akhirnya story ini berakhir juga.
terimakasih yang sudah membacanya walaupun saya tidak tahu apakah ada yang membacanya atau tidak, tapi saya tetap mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang sudah berkunjung ke blog saya.

           

0 comments: