Aku melemparkan granat ciptaanku yang kedua, yuki terkejut
karena granat yang aku lempar mengenai kepalanya dan membuat dia hampir
terjatuh dari mobilnya.
Setelah aku tunggu
ternyata granat ciptaanku tidak meledak sama sekali, dan yang meledak hanya
bazoka milik yuki. Kali ini bazoka itu melesat tapat dipinggir mobil kami dan
hanya mengenai spion mobil. walaupun begitu, efek ledakannya menghanguskan
bagian pinggir mobil kami.
“granat yang
kau buat tidak meledak !!” keluh Nagato kepadaku
“aku tau,
seharusnya granat itu meledak” jawabku
“sudahlah,
sekarang pikirkan bagaimana caranya kita selamat sampai kita menyerahkan frank
ke ins. Brian” ucapnya
“kau masih
punya korek api ?” tanya ku
“tidak,
memangnya untuk apa ?” tanya dia balik
“untuk
membuat granat lagi” jawabku
“kau sudah
gagal membuat granat, untuk apa kau membuatnya lagi ?” tanya dia lagi
“kali ini
pasti akan berhasil, percayalah” yakinku
“aku tidak
punya korek api tapi ada spertus”
“untuk apa
kau membawa spertus ?” tanyaku
“sudah
jangan banyak tanya, buat saja” sambung Nagato
“baiklah”
sambung ku
Aku berusaha membuat granat yang meledak tapi yuki selalu
mengganggu karena dia selalu menembak mobil kami. Aku hampir selesai membuatnya
dan akhirnya selesai juga.
“hei steven,
apa kau yakin itu akan meledak ?” tanya Nagato
“tidak”
jawabku datar
“steven....”
ucap nagato kesal
“kita lihat
saja, kalau ini meledak berarti kita sedang beruntung” ucapku
“kalau yang
membuatnya saja ragu-ragu, bagaimana mungkin bisa meledak” balas Nagato datar
Salah satu dari ketiga mobil yang masih tersisa mendakati
mobil aku dan nagato dan begitu mobil kami hampir bersampingan, salah satu
orang suruhan yuki yang ada di dalam mobil itu menodongkan senjata api
kepadaku.
“bukannya
kalian sudah tidak punya senjata lagi ?” tanyaku gemetar
“kami
menyimpannya untuk saat ini” balas orang itu
“berhenti
sekarang dan serahkan atasan kami frank” teriak orang yang satunya lagi
“memangnya
kalian dibayar berapa oleh frank, kalian ambil saja harta kekayaan frank
sepuasnya tanpa perlu menghawatirkan frank lagi” balasku
.
“bukannya
kau sudah menghancurkan semuanya” bisik nagato kepadaku
“cepat
berhenti, dan kembalikan frank” teriak orang itu yang sepertinya sangat marah
“tidak mau,
eee... ini untuk kalian saja” jawabku sambil melemparkan granat yang aku buat
walaupun sudah pasti itu takkan meledak.
Nagato memakai noz untuk mempercepat mobilnya dan memperjauh
jarak.
Tak lama kemudian terjadi ledakan yang awalnya kecil tapi
akhirnya meledak dengan besar dan menghancurkan mobil yang aku lempari granat
ciptaanku itu.
“steven,
apakah mobil itu meledak karena granat buatanmu ?” tanya Nagato ragu
“entahlah,
bisa jadi” balasku tak percaya
“akhirnya
granat ciptaanmu itu meledak juga” ucap nagato
“iya,
padahal aku membuatnya asal-asalan saja” jawabku yang masih tidak percaya
“kau hebat
steven” puji Nagato kepadaku
kenapa yang aku buat asal-asalan meledak, sedangkan yang aku
buat dengan serius tidak meledak sama sekali, itulah pertanyaan yang ada di
pikiranku.
Mobil yang mengikuti kami tersisa dua lagi. Yuki menembakkan
bazoka lagi dan mengenai mobil sedan yang ada di depan mobil kami, keadaan
jalan semakin ramai karena pagi juga sudah mulai menjelang. Sekitar pukul 03
pagi kami masih belum menyelesaikan misi ini.
Kedua mobil
yang mengejarku dan nagato sudah mulai mendekati mobil kami, dan akhirnya mobil
mereka berada disebelah mobil kami. Nagato mengerem secara mendadak dan
langsung belok kiri, itu membuat kedua mobil itu harus berputar untuk mengejar
kami.
Tak selang
lama, kedua mobil itu kembali ada di belakang mobi kami. Nagato menyuruhku
mengambi oli dan paku yang berada di dalam bagasi belakang mobil. Aku sempat
menolak karena itu sangat berbahaya, apalagi aku harus keluar sambil
berpegangan pada mobil supaya tidak jatuh ditambah hembusan angin yang pastinya
akan sangat kencang karena kecepatan mobil ini, tapi aku melakukannya dan
mencoba mengambil oli dan paku yang sudah dipersiapkan Nagato di bagasi
belakang mobil karena Nagato terus memaksaku melakukannya.
“apa kau
sudah menemukannya, steven..” teriak Nagato kepadaku
“iya, sudah”
balasku
“sekarang
kau lemparkan oli dan pakunya kejalan’’ teriak nagato lagi
“apa ?”
tanyaku karena perkataan nagato kurang jelas
“lemparkan oli
dan pakunya ke jalan..” teriaknya lagi
“baiklah”
balasku
Aku melemparkan paku itu ke jalan sedangkan oli aku bawa ke
dalam mobil.
Saat aku hendak masuk kedalam mobil lagi, aku melihat salah
satu mobil itu tergelincir dan akhirnya menabrak trotoar.
“kau sudah
melakukannya dengan benar” ucap nagato pelan
“iya,
terimakasih. Tadi itu sangat berbahaya” balasku
“maafkan
aku”
“ngomong-ngomong
oli ini untuk apa ?” tanyaku
“kau tidak
membuang olinya ??” tanya nagato agak kesal
“aku pikir
kau menyuruhku membuang pakunya dan membawa olinya” balasku ragu
“STEVENNN....” teriak Nagato kesal
Baiklah sekarang tinggal satu mobil lagi yang mengikuti kami
dan itu adalah mobil yang ditumpangi yuki.
Kejar-kejaran
mobil ini sudah terlalu lama dan sepertinya aku harus segera mengakhirinya tapi
bagaimana caranya ... hanya tersisa satu mobil yang mengejar kami tai kami
tetap masih kewalahan.
Yuki terus-terusan menembakan bazoka miiknya, aku heran
kenapa bazoka itu tidak habis habis. Tapi walaupun begitu tak ada satupun yang
mengenai kami.
Yuki
menembakkan lagi bazoka miliknya tapi terlalu tinggi karena jarak mobilnya
terlalu jauh dengan mobil kami dan mengenai mobil truck besar bermuatan pasir
hingga truck besar itu mengguling dan menghalangi jalan. Nagato yang panik
tidak sempat mengerem dan dia berhasil melewati mobil truck itu dengan terus melaju
dan melompati mobil itu dengan pasir yang keluar sebagai alasnya dan menabrak bak mobil tersebut hingga bemper
depan kami rusak berantakan dan oli yang kupegang terjatuh, untung frank yang
sedang pingsan tidak ikutan terjatuh.
“tadi itu
hampir saja” ucap nagato terengah-engah
“iya, menurutmu
mobil tadi akan meledak ?” tanyaku
“tidak,
itukan truck pasir” jawabnya tapi tiba-tiba terdengar suara ledakan yang besar
dari mobil truck pasir itu.
“kau salah
Nagato, TRUCK ITU MELEDAK....” ucapku sedikit kesal
“aku tidak
menyangka itu akan meledak” sambung nagato tidak percaya kalau truck itu
meledak.
Beberapa saat kemudian dan aku tidak melihat mobil Yuki
mengikuti kami, mungkin dia menabrak truck yang menabrak kami tadi.
Tapi selang beberapa menit, ada beberapa mobil police
mengikuti mobil kami, aku dan Nagato tak tahu kenapa police bisa mengikuti kami
tapi kami tak menyerah, setelah yuki sekarang giliran police yang memburu kami.
Setelah hampir setengah jam bermain-main dengan para police
itu akhirnya Ins. Brian menghubungi kami dan menyuruh kami untuk segera
menyerahkan Frank dan menemuinya di tempat yang sudah ditentukan sebelumnya
tanpa menghiraaukan police yang mengikuti kami.
Nagato
menuruti perintah ins. Brian dan langsung menuju tempat yang sudah ditentukan,
kami sampai di tempat pertemuan kami dengan ins. Brian dengan police yang
mengikuti kami.
“kallian
lama sekali” keluh ins. Brian
“kami minta
maaf” jawabku
“apakah
police itu ada di pihak kita ?” tanya nagato kepada ins. Brian
“ya, mereka
akan mengurus anak buah Frank” jawab ins. Brian
“syukurlah
kalau begitu”
“apakah misi
kalian sukses ?” tanya ins. Brian
“ya, tentu
saja” jawabku lagi
“kalau
begitu bawa Frank kesini” perintah ins. Brian
“baiklah”
jawab Nagato dan kami membawa frank ke hadapan ins. Brian
“dia pingsan
?” tanya ins. Brian
“ya” jawab
Nagato
“aku heran
kenapa mobil kalian menjadi berantakan seperti ini” ucap ins. Brian sambil
menunjuk dan memperhatikan mobil kami yang rusak parah
“eee... itu
ada sedikit kesalahan teknis, anak buah Frank mengejar kami” jawabku ragu
“kalian
bilang itu kesalahan sedikit ?” tanya ins. Brian
“iya, itu
hanya masalah kecil”
“kesalahan sedikit
itu hampir menghancurkan seluruh jalan raya kota ini” jelas ins. Brian
“kalau
itu...”
“masalah
kecil saja bisa menghancurkan setengah kota, apalagi jika kalian mempunyai
masalah besar, akan jadi apa kota ini” ucap ins. Brian
Kami tidak bisa menjawab apa-apa
“baiklah,
sekarang dimana teman kalian yang satunya lagi ?” tanya ins. Brian
“dia..
dia... dia gugur dalam misi”jawab Nagato sedangkan aku hanya bisa menunduk
“jadi
begitu, sekarang kalian kembali dan istirahatlah. Biar mereka (police) yang mengurus
anak buah frank”
“bagaimana
dengan anda” tanya Nagato
“ya tentu saja akan mengintrogasi
frank, tapi sebelum itu aku akan menunggu anak buah ku yang lainnya, ambillah
liburan kalian untuk menenangkan diri” jawab ins. Brian
“baiklah, trimakasih” jawabku
“aku turut bersedih atas
kepergiannya teman kalian, mr. x” ucap ins. Brian
“nama aslinya Aji” jawabku
“kami minta maaf atas semuanya”
ucap Nagato
“sudahlah, ini baru misi pertama
kalian”
“kami juga punya sesuatu untuk
anda, ikutlah bersama kami” nagato
“baiklah, tapi aku harus menunggu
yang lainnya dulu”
Ins. Brian menyuruh police untuk mengurus anak buah frank,
dan tak lama kemudian anak buah ins. Brian datang.
Kami semua pergi ke tempat dimana emas yang aku ambil dari
markas frank disimpan.
“aku tidak
tahu apakah ini akan membuatmu senang atau marah tapi..”
“apakah
kalian mengambilnya dari frank” ucap ins. Brian memotong perkataanku
“iya, kami
mengambilnya sebelum meledakkan markas Frank” jawabku
“jadi
begitu, kalian menghancurkan markas frank. Jadi dimana jasad mr. x ?”
“kami
meninggalkan di markas frank” jawabku
“kalian
membiarkan jasadnya hancur ?” tanya ins. Brian
“sepertinya
begitu”
Tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang memakan cemilan.
“apakah
masih ada yang berani memakan cemilan disituasi menyedihkan seperti ini” ucap
salah satu anak buah ins. Brian tapi tak ada yang menjawab dan tak ada yang
sedang makan diantara kami semua. Kami bingung dan bertanya-tanya siapa yang
sedang makan. Kami mencari dimana suara itu berasal dan kami menemukannya yaitu
di pojok ruangan ini.
“kenapa
kalian semua meninggalkanku disana ? kalian ingin membunuhku ?” ucap seseorang
di pojok ruangan
“kalian juga
mau meledakkan markas frank tanpa berfikir kalau masih ada aku disana” ucapnya lagi
dan suara itu terdengar tidak asing bagi kami.
Mr. x, dia
adalah mr. x. kami terkejut karena dia masih hidup aku dan nagato langsung
memeluknya.
“heii..
hentikan ini, aku masih normal..” keluh mr. x namun kami tak mendengarkannya.
“kalian mau
menipu kami dengan mengatakan kalau mr. x itu sudah tewas !?” ucap salah satu
anak buah ins. Brian
“kami tidak
tahu kalau dia selamat” jawabku
Kami semua termasuk ins. Brian dan bawahannya tertawa karena mendengar
mr. x yg tiba-tiba muncul dan mengeluh kepadaku dan Nagato.
Mr. x menceritakan semuanya, kenapa dia tidak
tewas. Saat itu dia tidak tertembak
melainkan peluru yg dilepaskan yuki itu hanya mengenai sedikit dar saus tomat
yang ia simpan di saku jacketnya yg berada di sekitar daerah perut, tapi botol
sausnya sedikit rusak karena peluru akhirnya saus tomat itu berceceran ke
jacket mr. x dan dianggap sebagai darah, mr. x juga terkejut dan dia memutuskan
untuk menyiapkan kematiannya, dan disaat terdengar suara detikan jam, mr. x
sadar kalau dia belum mati dan akhirnya melarikan diri dari markas frank
sebelum meledak. Dia berjalan kami melewati jalan pintas untuk sampai ketempat
ini tapi aku dan nagato sudah terlebih dahulu pergi megendarai mobil
masing-masing. Karena bosan menunggu akhirnya mr. x membeli cemilan dan memakannya
disini. Itulah yang dceritakan mr. x dan membbuat kami tertawa.
Oh iya, emas-emas yang aku bawa
semuanya diberikan kepada ins. Brian untuk mengganti rugi kerusakan jalan dan
sisanya untuk kepentingan organisasinya. Aku tidak terlalu peduli dengan frank,
aku serahkan itu semua pada ins. Brian. Sedangkan aku, mr.x, dan Nagato
menghabiskan liburan kami dengan menemui keluar kami satu persatu. yg pertama
adalah keluarga nagato, dia memperkenalkan kami sebagai sahabatnya, terus
keluarga mr. x, dan yang terakhir adalah keluargaku.
Karena aku tidak tahu dimana ayah
dan ibuku berada semenjak mereka berpisah, akhirnya aku membawa mereka berdua
kedalam hutan.
“steven, kenapa kau membawa kami
kehutan ?” tanya Nagato
“nanti kalian juga pasti akan tahu”
jawabku
“sudahlah kau beritahu kami
sekarang saja” ucap mr.x
“nah ini dia keluargaku” jawabku
sambil menunjuk beberapa monyet dan orang utan
“apakah kau ini tarzan ?” tanya
Nagato
“bukan, tapi aku tidak tahu dimana
orang tua asliku berada. Jadi aku membawa kalian ke keluarga angkatku”jawabku
“jadi kau mengenal mereka semua ?”
tanya mr. x
“tentu saja, lihatlah orang utan
itu aku anggap ibu angkatku, dan bukankah kau juga yang dulu mengantarku
kesini, mr. x” tanyaku
“benar” jawab mr.x
“jadi kau masih belum sembuh dari
kegiaanmu ?” tanya Nagato
“sepertinya belum” jawabku
“oh lihat, itu aku anggap sebagai
saudaraku karena dia aku selalu berkelahi dengannya” ucapku sambil menunjuk
orang utan yang mendekat
“sepertinya dia akan mengajak
kalian berkelahi juga” sambungku lagi dan orang utan itu mengejar mr. x dan
nagato
“STEVENN.... HUDSON.....
HELSING...........” teriak mereka berdua
.
.
TAMAT
Akhirnya story ini berakhir juga.
terimakasih yang sudah membacanya walaupun saya
tidak tahu apakah ada yang membacanya atau tidak, tapi saya tetap mengucapkan
terimakasih kepada kalian semua yang sudah berkunjung ke blog saya.






0 comments:
Post a Comment