About

Wednesday, March 23, 2016

STEVEN HUDSON HELSING part 08





     -         Steven Hudson Helsing
-         Nagato 
-         Frank 
-         Yuki 
-         Police
 
Aku harus bisa mengendalikan mobil ini dan berusaha untuk kesuksesan misi ini karena aku tidak boleh mengecewakan semuanya. Begitu sampai di jalan raya mobilku dan nagato berpisah, nagato pergi ke arah utara sedangkan aku ke arah selatan. Karena ini masih larut malam jadi jalanan masih sepi dan kami bisa mengebut secepat mungkin di jalan ini untuk menghindari Yuki dan yang lainnya.
Tidak ada mobil yang mengikutiku tapi aku tetap mengemudi dengan cepat. Tak senasib denganku, mobil Nagato diikuti oleh beberapa mobil dibelakangnya. Nagato melaju dengan sangat kencang dan tak mempedulikan siapapun, yuki yang juga mengikuti mobil nagato mengeluarkan pistol dan mulai menembaki mobil nagato, anak buah yuki yang mengikuti nagato juga mulai mengeluarkan senjata dan menembak bagian belakang mobil nagato. Frank mulai tersadar dari pingsannya tapi Nagato memukulnya sampai dia pingsan lagi. Suasana semakin tegang karena nagato tak membawa senjata apapun.
Nagato melaju dengan sangat cepat dan begitu lihai mengemudikan mobilnya, sedangkan aku yang dari tadi tidak dikejar tidak tahu harus bagaimana lagi. Akhirnya di persimpangan ada mobil yang hampir menabrak mobilku dan ternyata itu adalah police.
Terlihat dari raut mukanya, police itu sangat kesal kepadaku dan saat dia memperingatiku untuk tak mengemudi dengan ugal-ugalan aku menjawab kalau ini adalah misi menyelamatkan negara tapi dia tidak percaya dan menyuruhku turun dari mobil, saat aku hendak turun aku melihat lampu mobil dari kejauhan dan aku punya firasat kalau itu adalah salah satu anak buah frank, akhirnya aku tidak jadi keluar dari mobil dan langsung memutar arah dan pergi mrninggalkan police itu. Dugaanku benar, lampu mobil yang tadi aku lihat itu adalah salah satu pengikut frank karena mereka mengejarku bersama dengan police itu juga.
Disisi lain, Nagato kesulitan kabur dari para pengikut frank, dia kehabisan akal dan akhirnya hanya mencoba melaju sekencang mungkin dan berharap tembakkan yuki dan yang lainnya tak mengenai ban belakang dan kepalanya karena kaca belakangnya sudah pecah.
            Di pertigaan jalan, aku hampir saja bertabrakan dengan mobil Nagato, aku dan Nagato sama-sama terkejut tapi akhirnya aku mencoba mengimbangi kecepatan mobil nagato yang sudah berantakan.
            “apa kau bisa mendekatkan mobilmu lebih dekat lagi...” teriaknya tapi  aku sama sekali tak mendengarnya dan dia mengulangi kata-katanya lagi, aku sedikit mengerti dan mendekatkan mobilku dengan mobil nagato.
            “buka pintu belakangnya..”teriaknya lagi.
Aku mencoba membuka pintu belakang mobilku (bukan bagasi) dan nagato juga membuka pintu di pinggir frank lalu dia mulai memperlambat mobilnya dan membanting mobilnya kearah mobilku lalu menendang frank yang sedang ingsan itu keluar dan menghancurkan pintu belakang mobilku dan pintu depan mobilnya yang membuat Frank tidak jatuh keluar melainkan jatuh ke kursi belakang mobilku. Trik yang menggunakan teori kecepatan dan ketepatan ini membutuhkan kepercayaan diri dan keahlian tingkat tinggi karna jika salah satu detik saja maka Frank akan terjatuh keluar dan mati.
            Nagato menyruhku untuk memperlambat sedikit dan dia keluar dari mobilnya dan mulai melompat ke mobilku tapi lompatannya itu salah dan membuatnya menggelantung diantara mobilku dan mobilnya seperti aksi di film fast and furious, aku tak bisa memperlambat mobilku lagi karena mobil yuki dan kawan-kawannya sudah semakin dekat. Akhirnya aku menginjak pedal gas dan membuat nagato hampir terjatuh namun aku memegang tubuhnya dan menariknya masuk kedalam mobil.
            Mobilku oleng karena aku menarik nagato dan melepaskan setirnya tapi itu tak terjadi lama karena aku langsung menstabilkannya lagi. Mobil nagato yag sudah tak ada siapa-siapa lagi ditabrak oleh beberapa mobil dibelakangnya hingga terjadi sebuah ledakan yg cukup besar namun tak banyak yang menjadi korban ledakan itu.
            Yuki mulai menembaki mobil kami lagi dan serentak anak buahnya juga mengikuti menembak. Aku tak menyangka kalau mobil yang ini juga akan rusak berantakan, aku menyuruh Nagato bertukar untuk mengemudikan mobil ini dan aku akan membalas sedikit tembakan mereka.
Nagato mengemudikan mobil ini dan aku berpindah ke kursi belakang dimana frank sedang pingsan karena aku akan lebih leluasa untuk menembak karena pintunya juga sudah tidak ada. Aku mengeluarkan senjata api dari balik jacket ku untuk membalas tembakan mereka dan itu cukup untuk membuat mereka menembak lebih cepat lagi.
“kenapa merek malah semakin ramai menembak ?” tanya nagato
“aku tidak tau, di film biasanya kalau tokoh utamanya mulai membalas tembakan, si penjahat akan lebih waspada dan menghemat pelurunya” jawabku
“tapi ini bukan film” balasnya
            Aku tak punya pilihan selain terus menembak mereka dengan peluru yang sudah hampir habis ini, dan adegan saling menembak ini kurang lebih seperti yang terjadi di film-film barat. Aku akhirnya ingat kalau di dalam jacketku ini juga ada bom dan granat.
Aku akhirnya mengeluarkan bom, menyalakannya dan melemparkannya tapi bom itu meledak tepat setelah yuki dkk melewati bom itu. Bom itu terbuang sia-sia dan ternyata aku hanya membawa dua granat dan saat aku coba mencari senjata lain di dalam jacket ku ternyata hanya ada pistol, satu bom asap dan dua granat, apakah dengan senjata api yang sangat sedikit ini akan cukup ? aku tidak tau tapi untuk sekarang aku masih menggunakan pistol yg pelurunya hampir habis ini.
            Yuki mulai menembak lagi dan akupun mulai membalas tembakannya itu tapi baru saja dua tembakan, pelurunya habis yang membuat aku mengelurkan pistol terakhir ini. Aku mulai membalas tembakan yuki dengan serius tapi yuki malah mengeluarkan bazoka dan menembakkannya ke arah mobilku ini.
            “awas bazokaa..” teriakku
Nagato terkejut dan membanting setir ke kanan yang membuat bazoka itu meleset mengenai kami dan mengenai mobil tank bansin yang sedang berhenti di depan dan menimbukan percikan-percikan api kecil.
            “awas... mobil itu akan meledak...” teriakku
            “ahh....”teriak aku dan nagato tapi setelah kami melewati mobil itu ternyata mobil itu tidak meledak.
            “aih.. kenapa mobi itu tidak meledak ?” tanya nagato namun masih serius mengendarai mobilnya
            “aku tidak tahu”
Anak buah yuki masih menembaki mobil kami sedangkan yuki mempersiapkan bazoka untuk menembak kami lagi.
Akupun tidak mau kalah, aku membuka pelatupnya dan melempar satu granat  dan tepat meledak di mobil anak buah frank, walaupun bukan meledak di mobil yuki tapi setidaknya yang menembaki mobil kami semakin sedikit. Sekarang mobil yang mengikuti kami hanya tersisa 4 mobil lagi, aku mulai menembak lagi mobil-mobil itu dan mengenai ban salah satu mobil sehingga mobil itu pun oleng dan membuat mobil itu menabrak trotoar. Sekarang hanya tersisa 3 mobil lagi, frank tersadar dari pingsannya dan mulai memberontak, itu membuatku terkejut dan menjatuhkan granat terakhir yang aku miliki. Aku memukul frank namun dia tak pingsan, untung dia diikat dan muutnya juga ditutup kalau tidak pasti misi ini akan berakhir disini.
            Aku terus memukul frank namun dia tidak juga tenang.
“kenapa kau terus memberontak, apakah kau tidak bisa diam” teriakku pada frank
“sini biar aku yang memukulnya” ucap Nagato tiba-tiba dan langsung memukul frank yang membuat frank pingsan seketika.
Aku bingung kenapa nagato bisa melakukannya sedangkan aku tidak !
Lanjut lagi dengan tembakan dari anak buah frank yg masih mengejar dan yuki yg sudah siap menembakan bazokanya, aku menembak secara beruntun ke arah Yuki saja dan salah satu tembakanku mengenai lengan kanan yuki dan tanpa sengaja dia menembakkan bazoka ke depan dan mengenai truck yang tiba-tiba muncul di depan kami.
            Truck itu seperti terbang di atas mobil kami karena bazoka yang tiba-tiba datang memhampirinya, untung saja kami tak menabrak truck itu, tapi yuki dan yang lainnya masih mengejar kami.
            “apakah truck tadi akan meledak ?” tanya nagato
            “seharusnya sih meledak” jawabku
            “tapi kenapa tidak meledak ?” tanya nagato lagi
            “entahlah, aku tidak tahu” balasku
Lalu tiba-tiba truck itu meledak setelah cukup jauh kami meninggalkannya.
            “suara apa itu ?” tanya nagato yang sedang berkonsentrasi menyetir
            “truck yang tadi meledak” balasku
            “truk itu meledak tidak tepat waktu” ucapnya
Aku mulai menembak lagi ke tiga mobil yang masih mengikuti di belakangku sampai peluru pistol yang aku miliki habis. Sekarang aku tidak punya senjata lagi dan sepertinya ketiga mobil itu juga tidak punya senjata lagi selain bazoka.
Aku mencoba membuat granat dari korek api dengan kemampuan kimia dan fisika yang aku pelajari waktu aku masih sekolah.
            “apakah benda itu akan meledak ?” tanya nagato dan menunjuk granat korek api ciptaanku
            “aku tidak tahu, lihat saja nanti” jawabku
Tiba-tiba terdengar ledakan dari belakang yang ternyata bazoka sudah diluncurkan tepat ke mobil kami namun tak mengenai mobil kami karena nagato dengan sigap membelokan mobilny dan granat korek apiku terjatuh.
Untung saja aku tidak ikut terjatuh karena pintu yang sudah tidak ada lagi. TUPP... suara ledakan granat korek apiku.
            “granat yang kau buat hanya meletup, bukan meledak !” ucap nagato
            “granat nya meledak tapi ledakannya tak besar” balasku
            “sama saja”
            “mungkin karena itu belum siap dan terjatuh karenamu, kalau aku membuatnya lagi dengan benar maka granat ciptaanku itu akan meledak dengan besar” jelasku
            “hei.. steven...” ucapnya
            “iya, apa ?” balasku sembari membuat granat yang baru
            “buat lagi granat yang seperti tadi”
            “iya ini sedang dikerjakan” balasku
Aku membuat granat yang seperti tadi sambil menunggu yuki memasang kambali bazoka miliknya, yuki menembakan lagi bazokanya dan meleset lagi karena Nagato terlalu pandai memainkan setir mobilnya, aku yang tak mau kalah sedang membuat granat dari korek api tapi kali ini aku masukkan lebih banyak bubuk mesiu dari dalam pistol yang sebenarnya masih ada beberapa peluru lagi tapi aku tak menggunakannya untuk menembak karena itu sia-sia.
            “apakah granat ciptaanmu sudah siap, steven ?” tanya Nagato
            “tentu saja, kali ini pasti akan meledak” jawabku
            “kalau begitu cepat lemparkan granatnya” pinta Nagato
            “baiklah” balasku dan bersiap untuk melempar granat ciptaanku yang kedua.
Yuki terkejut dan... akhirnya bersambung ke part 09.
,
To be continued...
.
.

0 comments: