Aku harus bisa mengendalikan mobil
ini dan berusaha untuk kesuksesan misi ini karena aku tidak boleh mengecewakan
semuanya. Begitu sampai di jalan raya mobilku dan nagato berpisah, nagato pergi
ke arah utara sedangkan aku ke arah selatan. Karena ini masih larut malam jadi
jalanan masih sepi dan kami bisa mengebut secepat mungkin di jalan ini untuk
menghindari Yuki dan yang lainnya.
Tidak ada mobil yang mengikutiku
tapi aku tetap mengemudi dengan cepat. Tak senasib denganku, mobil Nagato
diikuti oleh beberapa mobil dibelakangnya. Nagato melaju dengan sangat kencang
dan tak mempedulikan siapapun, yuki yang juga mengikuti mobil nagato
mengeluarkan pistol dan mulai menembaki mobil nagato, anak buah yuki yang
mengikuti nagato juga mulai mengeluarkan senjata dan menembak bagian belakang
mobil nagato. Frank mulai tersadar dari pingsannya tapi Nagato memukulnya
sampai dia pingsan lagi. Suasana semakin tegang karena nagato tak membawa
senjata apapun.
Nagato melaju dengan sangat cepat
dan begitu lihai mengemudikan mobilnya, sedangkan aku yang dari tadi tidak
dikejar tidak tahu harus bagaimana lagi. Akhirnya di persimpangan ada mobil
yang hampir menabrak mobilku dan ternyata itu adalah police.
Terlihat dari raut mukanya, police
itu sangat kesal kepadaku dan saat dia memperingatiku untuk tak mengemudi
dengan ugal-ugalan aku menjawab kalau ini adalah misi menyelamatkan negara tapi
dia tidak percaya dan menyuruhku turun dari mobil, saat aku hendak turun aku
melihat lampu mobil dari kejauhan dan aku punya firasat kalau itu adalah salah
satu anak buah frank, akhirnya aku tidak jadi keluar dari mobil dan langsung
memutar arah dan pergi mrninggalkan police itu. Dugaanku benar, lampu mobil
yang tadi aku lihat itu adalah salah satu pengikut frank karena mereka
mengejarku bersama dengan police itu juga.
Disisi lain, Nagato kesulitan kabur
dari para pengikut frank, dia kehabisan akal dan akhirnya hanya mencoba melaju
sekencang mungkin dan berharap tembakkan yuki dan yang lainnya tak mengenai ban
belakang dan kepalanya karena kaca belakangnya sudah pecah.
Di pertigaan
jalan, aku hampir saja bertabrakan dengan mobil Nagato, aku dan Nagato
sama-sama terkejut tapi akhirnya aku mencoba mengimbangi kecepatan mobil nagato
yang sudah berantakan.
“apa kau
bisa mendekatkan mobilmu lebih dekat lagi...” teriaknya tapi aku sama sekali tak mendengarnya dan dia
mengulangi kata-katanya lagi, aku sedikit mengerti dan mendekatkan mobilku
dengan mobil nagato.
“buka pintu
belakangnya..”teriaknya lagi.
Aku mencoba membuka pintu belakang mobilku (bukan bagasi) dan
nagato juga membuka pintu di pinggir frank lalu dia mulai memperlambat mobilnya
dan membanting mobilnya kearah mobilku lalu menendang frank yang sedang ingsan itu
keluar dan menghancurkan pintu belakang mobilku dan pintu depan mobilnya yang
membuat Frank tidak jatuh keluar melainkan jatuh ke kursi belakang mobilku.
Trik yang menggunakan teori kecepatan dan ketepatan ini membutuhkan kepercayaan
diri dan keahlian tingkat tinggi karna jika salah satu detik saja maka Frank
akan terjatuh keluar dan mati.
Nagato
menyruhku untuk memperlambat sedikit dan dia keluar dari mobilnya dan mulai
melompat ke mobilku tapi lompatannya itu salah dan membuatnya menggelantung diantara
mobilku dan mobilnya seperti aksi di film fast and furious, aku tak bisa
memperlambat mobilku lagi karena mobil yuki dan kawan-kawannya sudah semakin
dekat. Akhirnya aku menginjak pedal gas dan membuat nagato hampir terjatuh
namun aku memegang tubuhnya dan menariknya masuk kedalam mobil.
Mobilku
oleng karena aku menarik nagato dan melepaskan setirnya tapi itu tak terjadi
lama karena aku langsung menstabilkannya lagi. Mobil nagato yag sudah tak ada
siapa-siapa lagi ditabrak oleh beberapa mobil dibelakangnya hingga terjadi
sebuah ledakan yg cukup besar namun tak banyak yang menjadi korban ledakan itu.
Yuki mulai
menembaki mobil kami lagi dan serentak anak buahnya juga mengikuti menembak.
Aku tak menyangka kalau mobil yang ini juga akan rusak berantakan, aku menyuruh
Nagato bertukar untuk mengemudikan mobil ini dan aku akan membalas sedikit
tembakan mereka.
Nagato mengemudikan mobil ini dan aku berpindah ke kursi
belakang dimana frank sedang pingsan karena aku akan lebih leluasa untuk
menembak karena pintunya juga sudah tidak ada. Aku mengeluarkan senjata api
dari balik jacket ku untuk membalas tembakan mereka dan itu cukup untuk membuat
mereka menembak lebih cepat lagi.
“kenapa merek malah semakin ramai menembak ?” tanya nagato
“aku tidak tau, di film biasanya kalau tokoh utamanya mulai
membalas tembakan, si penjahat akan lebih waspada dan menghemat pelurunya”
jawabku
“tapi ini bukan film” balasnya
Aku tak
punya pilihan selain terus menembak mereka dengan peluru yang sudah hampir
habis ini, dan adegan saling menembak ini kurang lebih seperti yang terjadi di
film-film barat. Aku akhirnya ingat kalau di dalam jacketku ini juga ada bom
dan granat.
Aku akhirnya mengeluarkan bom, menyalakannya dan
melemparkannya tapi bom itu meledak tepat setelah yuki dkk melewati bom itu.
Bom itu terbuang sia-sia dan ternyata aku hanya membawa dua granat dan saat aku
coba mencari senjata lain di dalam jacket ku ternyata hanya ada pistol, satu
bom asap dan dua granat, apakah dengan senjata api yang sangat sedikit ini akan
cukup ? aku tidak tau tapi untuk sekarang aku masih menggunakan pistol yg
pelurunya hampir habis ini.
Yuki mulai
menembak lagi dan akupun mulai membalas tembakannya itu tapi baru saja dua
tembakan, pelurunya habis yang membuat aku mengelurkan pistol terakhir ini. Aku
mulai membalas tembakan yuki dengan serius tapi yuki malah mengeluarkan bazoka
dan menembakkannya ke arah mobilku ini.
“awas
bazokaa..” teriakku
Nagato terkejut dan membanting setir ke kanan yang membuat
bazoka itu meleset mengenai kami dan mengenai mobil tank bansin yang sedang
berhenti di depan dan menimbukan percikan-percikan api kecil.
“awas...
mobil itu akan meledak...” teriakku
“ahh....”teriak
aku dan nagato tapi setelah kami melewati mobil itu ternyata mobil itu tidak
meledak.
“aih.. kenapa
mobi itu tidak meledak ?” tanya nagato namun masih serius mengendarai mobilnya
“aku tidak
tahu”
Anak buah yuki masih menembaki mobil kami sedangkan yuki
mempersiapkan bazoka untuk menembak kami lagi.
Akupun tidak mau kalah, aku membuka pelatupnya dan melempar
satu granat dan tepat meledak di mobil
anak buah frank, walaupun bukan meledak di mobil yuki tapi setidaknya yang
menembaki mobil kami semakin sedikit. Sekarang mobil yang mengikuti kami hanya
tersisa 4 mobil lagi, aku mulai menembak lagi mobil-mobil itu dan mengenai ban
salah satu mobil sehingga mobil itu pun oleng dan membuat mobil itu menabrak
trotoar. Sekarang hanya tersisa 3 mobil lagi, frank tersadar dari pingsannya
dan mulai memberontak, itu membuatku terkejut dan menjatuhkan granat terakhir
yang aku miliki. Aku memukul frank namun dia tak pingsan, untung dia diikat dan
muutnya juga ditutup kalau tidak pasti misi ini akan berakhir disini.
Aku terus
memukul frank namun dia tidak juga tenang.
“kenapa kau terus memberontak, apakah kau tidak bisa diam”
teriakku pada frank
“sini biar aku yang memukulnya” ucap Nagato tiba-tiba dan langsung
memukul frank yang membuat frank pingsan seketika.
Aku bingung kenapa nagato bisa melakukannya sedangkan aku
tidak !
Lanjut lagi dengan tembakan dari anak buah frank yg masih
mengejar dan yuki yg sudah siap menembakan bazokanya, aku menembak secara
beruntun ke arah Yuki saja dan salah satu tembakanku mengenai lengan kanan yuki
dan tanpa sengaja dia menembakkan bazoka ke depan dan mengenai truck yang
tiba-tiba muncul di depan kami.
Truck itu
seperti terbang di atas mobil kami karena bazoka yang tiba-tiba datang
memhampirinya, untung saja kami tak menabrak truck itu, tapi yuki dan yang
lainnya masih mengejar kami.
“apakah
truck tadi akan meledak ?” tanya nagato
“seharusnya
sih meledak” jawabku
“tapi kenapa
tidak meledak ?” tanya nagato lagi
“entahlah,
aku tidak tahu” balasku
Lalu tiba-tiba truck itu meledak setelah cukup jauh kami
meninggalkannya.
“suara apa
itu ?” tanya nagato yang sedang berkonsentrasi menyetir
“truck yang
tadi meledak” balasku
“truk itu
meledak tidak tepat waktu” ucapnya
Aku mulai menembak lagi ke tiga mobil yang masih mengikuti di
belakangku sampai peluru pistol yang aku miliki habis. Sekarang aku tidak punya
senjata lagi dan sepertinya ketiga mobil itu juga tidak punya senjata lagi
selain bazoka.
Aku mencoba membuat granat dari korek api dengan kemampuan
kimia dan fisika yang aku pelajari waktu aku masih sekolah.
“apakah
benda itu akan meledak ?” tanya nagato dan menunjuk granat korek api ciptaanku
“aku tidak
tahu, lihat saja nanti” jawabku
Tiba-tiba terdengar ledakan dari belakang yang ternyata
bazoka sudah diluncurkan tepat ke mobil kami namun tak mengenai mobil kami
karena nagato dengan sigap membelokan mobilny dan granat korek apiku terjatuh.
Untung saja aku tidak ikut terjatuh karena pintu yang sudah
tidak ada lagi. TUPP... suara ledakan granat korek apiku.
“granat yang
kau buat hanya meletup, bukan meledak !” ucap nagato
“granat nya
meledak tapi ledakannya tak besar” balasku
“sama saja”
“mungkin
karena itu belum siap dan terjatuh karenamu, kalau aku membuatnya lagi dengan
benar maka granat ciptaanku itu akan meledak dengan besar” jelasku
“hei..
steven...” ucapnya
“iya, apa ?”
balasku sembari membuat granat yang baru
“buat lagi
granat yang seperti tadi”
“iya ini
sedang dikerjakan” balasku
Aku membuat granat yang seperti tadi sambil menunggu yuki
memasang kambali bazoka miliknya, yuki menembakan lagi bazokanya dan meleset
lagi karena Nagato terlalu pandai memainkan setir mobilnya, aku yang tak mau
kalah sedang membuat granat dari korek api tapi kali ini aku masukkan lebih
banyak bubuk mesiu dari dalam pistol yang sebenarnya masih ada beberapa peluru
lagi tapi aku tak menggunakannya untuk menembak karena itu sia-sia.
“apakah granat
ciptaanmu sudah siap, steven ?” tanya Nagato
“tentu saja,
kali ini pasti akan meledak” jawabku
“kalau
begitu cepat lemparkan granatnya” pinta Nagato
“baiklah”
balasku dan bersiap untuk melempar granat ciptaanku yang kedua.
Yuki terkejut dan... akhirnya bersambung ke part 09.
,
To be continued...
.
.






0 comments:
Post a Comment