About

Thursday, March 17, 2016

STEVEN HUDSON HELSING part 07




-
-         Steven Hudson Helsing
-     Nagato
-     Frank
-         Yuki


Aku mendengar suara Nagato minta tolong, diwaktu yang sama aku juga sedang sibuk memasang perangkap dan memepersiapkan senjata. Suara Nagato terdengar sangat nyaring dan aku harus segara menyelamatkannya, aku mengambil beberapa senapan dan beberapa senjata yang aku tidak ketahui apa gunanya, seluruh jacket yang aku kenakan penuh dengan senjata api, aku pergi berlari menuju ke arah suara Nagato. Aku mengendap-endap dan aku langsung melemparkan benda bulat ke arah mereka tapi benda bulat itu tidak bereaksi sampar akhirnya keberadaanku ketahuan oleh mereka, aku langsung menembakkan senapan kepada mereka tapi tembakanku tak mengenai siapa pun.
“sebenarnya kau bisa menembak atau tidak ?” ucap Yuki mengejekku
“aku sengaja tak mengenai kalian karena ini perintah dari atasan kami” jawabku lantang
“dasar banyak alasan” balasnya melemparkan benda bulat yang kulempar tadi dan seketika benda itu mengeluarkan asap, aku tak bisa melihat apa-apa karena asap itu dan anak buah frank langsung memukuliku, seketika aku tergeletak di lantai, Nagato yang melihatku bertindak ceroboh hanya menggelengkan kepala.
Namun semua itu merupakan strategi yang aku buat tadi, aku berpura-pura pingsan dan tak sadarkan diri dan disaat mereka lengah akupun langsung melempar bom asap kepada mereka (benda bulat yang aku lempar tadi). Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Nagato keluar dari sana, aku dan Nagato berlari keluar dari sana.
“apa yag kau rencanakan ?” tanya Nagato
“menangkap frank”
“aku tau, tapi sekarang apa yang harus kulakukan ?” tanya Nagato lagi
“berlari” jawabku
“apakah kau masih punya bom asap lagi ?”
“benda bulat yang kulempar tadi ?” tanyaku balik
“iya” jawab Nagato
“ada banyak di dalam saku ku, tapi sebelum itu bersiaplah” ucapku
Aku dan Nagato terjatuh karena ada lubang di sepan yg aku pasang tadi,
            “STEVENN...” teriaknya
            “iya maaf” balasku
Aku dan nagato pun akhirnya mendarat di tumukan uang, tempat yang sudah aku sediakan. Frank, Yuki dan anak buahnya semakin kesal dan mulai kehilangan kendali, frank sangat marah dan dia langsung berlari ke gudang senjata bersama anak buahnya untuk mengambil senjata dan membunuh kami semua.
            “ini sudah terlalu lama, sebaiknya kita selesaikan misi ini dan pulang” ucap Nagato serius
            “Aku juga berfikir begitu, terlebih lagi aku kehilangan sahabatku ‘mr. x’ yang selalu bersamaku” balasku
            “ayo kita selesaikan misi ini secepatnya”
            “baik”
Aku mulai serius dengan misi ini begitu pula dengan Nagato
            “tapi sebelum itu, aku mau bertanya sesuatu” ucap nagato
            “apa ?”
            “sekarang sudah jam berapa ?” tanya Nagato
            “mungkin sekitar jam 01:30 pagi” jawabku
Disaat kami berlari mencari frank dengan dibekali semangat dan senjata api yang tidak kuketahui tipe nya,  akhirnya aku dan Nagato berpapasan dengan Frank dan anak buahnya.
            “sekarang kalian akan mati disini menyusul teman kalian yang sudah pergi ke naraka terlebih dulu” ucap frank
            “kami masih belum ingin mati sebelum kami menangkapmu” balas Nagato
            “sudahlah jangan banyak omong, kalian sudah terkepung” sentak Yuki tiba-tiba
            “kita akhiri saja ini dan buktikan siapa yang lebih pintar” ucapku santai
Yuki langsung menembak kami dengan senapan miliknya dan itu membuat anak buh frank yang lainnya juga ikut menembak, aku dan Nagato sudah terpojok tapi ini masih dalam rencana jadi aku harus bersabar untuk bisa menculik frank, karena itulah misi kami “menculik frank”.
Kami semakin terpojok dan sedikit lagi mereka akan masuk perangkap , aku memberi tanda kepada Nagato dan dia pun langsung melemparkan beberapa bom asap namun Yuki memerintahkan kepada anak buah frank untuk terus menembak, ini diluar rencana tapi aku tidak boleh menyerah.
Aku menerobos ke dalam kepulan asap walaupun mereka masih menembak, aku mencari frank di kepulan asap itu dengan menggunakan kaca mata aneh yang bisa melihat di dalam gelap dan asap yang aku temukan di gudang senjata dan uang milik frank. Aku menemukan frank dan memukulnya dari belakang berharap dia pingsan oleh pukulanku seperti di film tapi ternyata tidak sama sekali/.
Frank berbalik melihatku dan dia terkejut, dia pun langsung menembakku tapi aku berhasil menghindar anpa sengaja, asap yang menyelimuti kami perlahan mulai memudar dan aku memberikan kode kepada Nagato untuk melemparkan bom asap lagi.
Nagato melemparkan bom asap lagi, diwaktu yang sama aku tidak sadar kalau Yuki sudah berada di belakangku dan menodongkan senjata api miliknya ke kepalaku, frank juga menodongkan senjatanya tepat kearah jantungku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain angkat tangan dan menyerah namun aku tidak melakukannya karena aku sudah berjanji kepada mr. x untuk menyelesaikan misi ini, aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan mr.x walaupun dia tertembak sebelum melakukan apa pun (lihat di part 06).
Aku memejamkan mata sejenak dan dengan gerakan tiba-tiba aku langsung menendang senjata frank dengan kaki ku dan memukul Yuki yang hampir saja menembakkan pistol nya ke kepalaku. Akupun langsung menyeret badan frank yg lumayan berat ke luar dari kepalan asap itu.
Aku bersyukur karena tidak jadi mati disini dan juga aku bersyukur karena frank berhasil ditangkap. Nagato langsung mengikat tangan dan kaki Frank dengan sangat kuat, dia juga menutup mulut nagato dengan selotip super kuat yang sudah dipersiapkannya jauh-jauh hari.
            “bagaimana rasanya di ikat dan menjadi tawanan ? apakah enak hah ??” tanya Nagato geram
            “bagaimana  dia mau menjawab, kau kan sudah menutup mulutnya” ucapku pada nagato
            “biarlah, yang penting sekarang aku puas” balasnya
Aku dan Nagato membawanya ke tempat mobil kami di parkirkan sebelum anak buahnya datang dan menembaki kami lagi.
Kami berdua sudah sampai di depan mobil kami, dan disaat kami hendak memasukkan Frank kedalam mobil, kami menemui kendala karena jok belakang mobil dipenuhi oleh emas.
            “kenapa banyak sekali emas di mobil kita ?” tanya Nagato
            “uh,, maaf “ jawabku
            “kita kan sudah mengatur ini sebelumnya, kita memakai mobi ini karena nantinya aku yang mengemudi dan kau yang melihat situasi di sebelahku sedangkan mr.x mengawasi Frank di kursi belakang”
            “maaf aku lupa” balasku
            “ya sudahlah, tapi senjata yang kita bawa dari Brian kau kemanakan ?” tanya dia lagi
            “oh iya, ada di bawah jok belakang” balasku pucat
            “jadi kita tidak bisa menggunakannya ya ?” tanya dia lemas
            “tidak, tapi tenang saja aku membawa beberapa dari gudang senjata frank” balasku sambil membuka jacket ku
            “baguslah kalau begitu, tapi bagaimana kita memasukkan dia (frank) kedalam mobil ini ?”
            “entahlah”
            “ya sudah kita buang saja emas ini, lagi pula terlalu berat beban mobil ini akan membuat mobil ini semakin lamban” perintah nagato
            “sebaiknya jangan”
            “kalau kau begitu menginginkan emas, kita buang saja sebagian” jelas Nagato
            “baiklah aku setuju” ucapku
Aku dan Nagato pun mengeluarkan beberapa keping emas supaya frank bisa masuk, tapi selagi kami mengeluarkan emas-emas itu tiba-tiba Yuki dan bawahannya datang dan langsung menembaki kami.
            “mau lari kemana kalian !”teriak Yuki
Kami tak menghiraukannya dan berusaha untuk memasukka frank ke dalam mobil.
            “kalian tidak bisa kabur dari sini” teriaknya lagi
Kami tak menghiraukannya lagi dan kami masuk kedalam mobil untuk kabur, mengetahui kalau kami akan kabur membawa frank, Yuki langsung menyuruh anak buahnya menyiapkan mobil untuk mengejar kami.
****
Aku dan Nagato sudah di dalam mobil, begitu pula dengan Frank yang tangannya sudah terikat. Nagato langsung tancap gas membawa kami semua dan aku langsung mengeluarkan sebuah remote control untuk menyalakan detonator peledak yang sudah aku pasang tadi sebagai hadiah, namun detonator peledak itu tak meledak seperti yang kukira.
Yuki dan yang lainnya mengejar kami dengan mobil sport juga, dan setelah cukup jauh dari tempat itu akhirnya detonator yang ku pasang itu meledak juga.
Mobil yuki semakin mendekati mobil kami, ternyata emas yang kubawa itu membuat mobil ini tak bisa menjadi lebih cepat lagi.
Terpaksa aku mencoba menjauhkan mereka dari mobil kami dengan cara menembak mobil mereka dengan senapan yg kubawa tapi mereka malah melawan dan memecahkan kaca belakang mobil kami.
Nagato membelokkan mobilnya supaya Yuki dan yang lainnya kesulitan mengejar kami, Nagato mengambi jalan yang cukup kecil untuk dilewati sebuah mobil. Trik Nagato ini cukup ampuh untuk menghambat mereka dan sampai kembali kami ke jalan raya namun tak lama kemudian Nagato kembali membelokkan mobilnya ke sebuah gang kecil lagi yang membuat Yuki dan yang lainnya cukup kebingungan mengejar kami, Yuki menyuruh anak buahnya untuk berpencar mencari mobil kami.
Sampailah kami ke subuah bengkel tak terpakai milik teman Nagato, tempatnya cukup luas untuk menyimpan beberapa mobil dan lebih mirip dengan garasi mobyang luas. Tempat yang sudah kami persiapkan sebelumnya sebelum kami memulai misi ini, aku turun dan membuka pintu bengkel itu tapi kendala kembali ditemukan, mobil kami tiba-tiba mati di depan bengkel tersebut yang mengharuskan kami mendorong mobil itu masuk ke dalam bengkel itu.
            “mobil ini berat sekali” ucap Nagato kelelahan
            “iya” jawabku
            “ini pasti karena kau membawa emas terlalu banyak !” keluh Nagato
            “mungkin” balasku
            “seharusnya kita membuang emas ini !”
            “bisa jadi” jawabku
            “kenapa kau menjawab bisa jadi ?” tanya Nagato
            “mungkin seharusnya aku tidak membawa emas ini dan membiarkannya meledak bersama dengan markas Frank, supaya kita tidak usah membuangnya” jelasku
Tak terasa sepanjang kami mengobrol, kami pun sampai di dalam bengkel itu. Kami menurunkan Frank dan memasukkannya ke dalam mobil lain yang sudah kami modifikasi supaya lebih cepat dari mobil yang lainnya.
Aku turun dan masuk ke mobil lain yang sudah di siapkan.
Sekarang aku menyetir sendiri karena Mr. X sudah tidak ada, sedangkan Nagato membawa Frank bersamanya.
Aku keluar terlebih dahulu dan kemudian turun untuk menutup pintu bengkel itu, Nagato pergi lebih dulu dan aku mengikuti di belakangnya.
Begitu kami sampai lagi ke jalan raya, kami harus mengendalikan mobil ini secepat mungkin dan aku tidak tau apakah aku bisa atau tidak, tapi aku harus percaya karena aku tidak boleh mengecewakan Brian sebagai atasan kami dan Nagato yang sudah percaya padaku terlebih lagi ini semua harus berjalan sesuai rencana karena aku tidak boleh megecewakan semuanya termasuk mr.x yang sudah menjadi korban dan kami menyesal tidak membawanya dan membiarkan jenazahnya hancur di markas Frank karena detonator yang aku pasang.
Dan disinilah, di jalan raya. Semua belum berakhir, semuanya akan dimulai kembali antara kecepatan dan kriminalitas. Jadi tunggulah aksi kami berikutnya..

Next : Need For Speed

.


0 comments: