-
Aku mendengar suara Nagato minta
tolong, diwaktu yang sama aku juga sedang sibuk memasang perangkap dan
memepersiapkan senjata. Suara Nagato terdengar sangat nyaring dan aku harus
segara menyelamatkannya, aku mengambil beberapa senapan dan beberapa senjata
yang aku tidak ketahui apa gunanya, seluruh jacket yang aku kenakan penuh
dengan senjata api, aku pergi berlari menuju ke arah suara Nagato. Aku
mengendap-endap dan aku langsung melemparkan benda bulat ke arah mereka tapi
benda bulat itu tidak bereaksi sampar akhirnya keberadaanku ketahuan oleh
mereka, aku langsung menembakkan senapan kepada mereka tapi tembakanku tak
mengenai siapa pun.
“sebenarnya kau bisa menembak atau
tidak ?” ucap Yuki mengejekku
“aku sengaja tak mengenai kalian
karena ini perintah dari atasan kami” jawabku lantang
“dasar banyak alasan” balasnya
melemparkan benda bulat yang kulempar tadi dan seketika benda itu mengeluarkan
asap, aku tak bisa melihat apa-apa karena asap itu dan anak buah frank langsung
memukuliku, seketika aku tergeletak di lantai, Nagato yang melihatku bertindak
ceroboh hanya menggelengkan kepala.
Namun semua itu merupakan strategi
yang aku buat tadi, aku berpura-pura pingsan dan tak sadarkan diri dan disaat
mereka lengah akupun langsung melempar bom asap kepada mereka (benda bulat yang
aku lempar tadi). Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Nagato keluar
dari sana, aku dan Nagato berlari keluar dari sana.
“apa yag kau rencanakan ?” tanya
Nagato
“menangkap frank”
“aku tau, tapi sekarang apa yang
harus kulakukan ?” tanya Nagato lagi
“berlari” jawabku
“apakah kau masih punya bom asap
lagi ?”
“benda bulat yang kulempar tadi ?”
tanyaku balik
“iya” jawab Nagato
“ada banyak di dalam saku ku, tapi
sebelum itu bersiaplah” ucapku
Aku dan Nagato terjatuh karena ada lubang di sepan yg aku
pasang tadi,
“STEVENN...”
teriaknya
“iya maaf”
balasku
Aku dan nagato pun akhirnya mendarat di tumukan uang, tempat
yang sudah aku sediakan. Frank, Yuki dan anak buahnya semakin kesal dan mulai
kehilangan kendali, frank sangat marah dan dia langsung berlari ke gudang
senjata bersama anak buahnya untuk mengambil senjata dan membunuh kami semua.
“ini sudah
terlalu lama, sebaiknya kita selesaikan misi ini dan pulang” ucap Nagato serius
“Aku juga
berfikir begitu, terlebih lagi aku kehilangan sahabatku ‘mr. x’ yang selalu
bersamaku” balasku
“ayo kita
selesaikan misi ini secepatnya”
“baik”
Aku mulai serius dengan misi ini begitu pula dengan Nagato
“tapi
sebelum itu, aku mau bertanya sesuatu” ucap nagato
“apa ?”
“sekarang
sudah jam berapa ?” tanya Nagato
“mungkin
sekitar jam 01:30 pagi” jawabku
Disaat kami berlari mencari frank dengan dibekali semangat
dan senjata api yang tidak kuketahui tipe nya,
akhirnya aku dan Nagato berpapasan dengan Frank dan anak buahnya.
“sekarang
kalian akan mati disini menyusul teman kalian yang sudah pergi ke naraka
terlebih dulu” ucap frank
“kami masih
belum ingin mati sebelum kami menangkapmu” balas Nagato
“sudahlah
jangan banyak omong, kalian sudah terkepung” sentak Yuki tiba-tiba
“kita akhiri
saja ini dan buktikan siapa yang lebih pintar” ucapku santai
Yuki langsung menembak kami dengan senapan miliknya dan itu
membuat anak buh frank yang lainnya juga ikut menembak, aku dan Nagato sudah
terpojok tapi ini masih dalam rencana jadi aku harus bersabar untuk bisa
menculik frank, karena itulah misi kami “menculik frank”.
Kami semakin terpojok dan sedikit lagi mereka akan masuk
perangkap , aku memberi tanda kepada Nagato dan dia pun langsung melemparkan
beberapa bom asap namun Yuki memerintahkan kepada anak buah frank untuk terus
menembak, ini diluar rencana tapi aku tidak boleh menyerah.
Aku menerobos ke dalam kepulan asap walaupun mereka masih menembak,
aku mencari frank di kepulan asap itu dengan menggunakan kaca mata aneh yang
bisa melihat di dalam gelap dan asap yang aku temukan di gudang senjata dan
uang milik frank. Aku menemukan frank dan memukulnya dari belakang berharap dia
pingsan oleh pukulanku seperti di film tapi ternyata tidak sama sekali/.
Frank berbalik melihatku dan dia terkejut, dia pun langsung
menembakku tapi aku berhasil menghindar anpa sengaja, asap yang menyelimuti
kami perlahan mulai memudar dan aku memberikan kode kepada Nagato untuk
melemparkan bom asap lagi.
Nagato melemparkan bom asap lagi, diwaktu yang sama aku tidak
sadar kalau Yuki sudah berada di belakangku dan menodongkan senjata api
miliknya ke kepalaku, frank juga menodongkan senjatanya tepat kearah jantungku.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain angkat tangan dan menyerah namun aku
tidak melakukannya karena aku sudah berjanji kepada mr. x untuk menyelesaikan
misi ini, aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan mr.x walaupun dia tertembak
sebelum melakukan apa pun (lihat di part 06).
Aku memejamkan mata sejenak dan dengan gerakan tiba-tiba aku
langsung menendang senjata frank dengan kaki ku dan memukul Yuki yang hampir
saja menembakkan pistol nya ke kepalaku. Akupun langsung menyeret badan frank
yg lumayan berat ke luar dari kepalan asap itu.
Aku bersyukur karena tidak jadi mati disini dan juga aku
bersyukur karena frank berhasil ditangkap. Nagato langsung mengikat tangan dan
kaki Frank dengan sangat kuat, dia juga menutup mulut nagato dengan selotip
super kuat yang sudah dipersiapkannya jauh-jauh hari.
“bagaimana
rasanya di ikat dan menjadi tawanan ? apakah enak hah ??” tanya Nagato geram
“bagaimana dia mau menjawab, kau kan sudah menutup
mulutnya” ucapku pada nagato
“biarlah,
yang penting sekarang aku puas” balasnya
Aku dan Nagato membawanya ke tempat mobil kami di parkirkan
sebelum anak buahnya datang dan menembaki kami lagi.
Kami berdua sudah sampai di depan mobil kami, dan disaat kami
hendak memasukkan Frank kedalam mobil, kami menemui kendala karena jok belakang
mobil dipenuhi oleh emas.
“kenapa
banyak sekali emas di mobil kita ?” tanya Nagato
“uh,, maaf “
jawabku
“kita kan
sudah mengatur ini sebelumnya, kita memakai mobi ini karena nantinya aku yang
mengemudi dan kau yang melihat situasi di sebelahku sedangkan mr.x mengawasi
Frank di kursi belakang”
“maaf aku
lupa” balasku
“ya
sudahlah, tapi senjata yang kita bawa dari Brian kau kemanakan ?” tanya dia
lagi
“oh iya, ada
di bawah jok belakang” balasku pucat
“jadi kita
tidak bisa menggunakannya ya ?” tanya dia lemas
“tidak, tapi
tenang saja aku membawa beberapa dari gudang senjata frank” balasku sambil
membuka jacket ku
“baguslah
kalau begitu, tapi bagaimana kita memasukkan dia (frank) kedalam mobil ini ?”
“entahlah”
“ya sudah
kita buang saja emas ini, lagi pula terlalu berat beban mobil ini akan membuat
mobil ini semakin lamban” perintah nagato
“sebaiknya
jangan”
“kalau kau
begitu menginginkan emas, kita buang saja sebagian” jelas Nagato
“baiklah aku
setuju” ucapku
Aku dan Nagato pun mengeluarkan beberapa keping emas supaya
frank bisa masuk, tapi selagi kami mengeluarkan emas-emas itu tiba-tiba Yuki
dan bawahannya datang dan langsung menembaki kami.
“mau lari
kemana kalian !”teriak Yuki
Kami tak menghiraukannya dan berusaha untuk memasukka frank
ke dalam mobil.
“kalian
tidak bisa kabur dari sini” teriaknya lagi
Kami tak menghiraukannya lagi dan kami masuk kedalam mobil
untuk kabur, mengetahui kalau kami akan kabur membawa frank, Yuki langsung
menyuruh anak buahnya menyiapkan mobil untuk mengejar kami.
****
Aku dan Nagato sudah di dalam mobil, begitu pula dengan Frank
yang tangannya sudah terikat. Nagato langsung tancap gas membawa kami semua dan
aku langsung mengeluarkan sebuah remote control untuk menyalakan detonator
peledak yang sudah aku pasang tadi sebagai hadiah, namun detonator peledak itu
tak meledak seperti yang kukira.
Yuki dan yang lainnya mengejar kami dengan mobil sport juga,
dan setelah cukup jauh dari tempat itu akhirnya detonator yang ku pasang itu
meledak juga.
Mobil yuki semakin mendekati mobil kami, ternyata emas yang
kubawa itu membuat mobil ini tak bisa menjadi lebih cepat lagi.
Terpaksa aku mencoba menjauhkan mereka dari mobil kami dengan
cara menembak mobil mereka dengan senapan yg kubawa tapi mereka malah melawan
dan memecahkan kaca belakang mobil kami.
Nagato membelokkan mobilnya supaya Yuki dan yang lainnya
kesulitan mengejar kami, Nagato mengambi jalan yang cukup kecil untuk dilewati
sebuah mobil. Trik Nagato ini cukup ampuh untuk menghambat mereka dan sampai
kembali kami ke jalan raya namun tak lama kemudian Nagato kembali membelokkan
mobilnya ke sebuah gang kecil lagi yang membuat Yuki dan yang lainnya cukup
kebingungan mengejar kami, Yuki menyuruh anak buahnya untuk berpencar mencari
mobil kami.
Sampailah kami ke subuah bengkel tak terpakai milik teman
Nagato, tempatnya cukup luas untuk menyimpan beberapa mobil dan lebih mirip
dengan garasi mobyang luas. Tempat yang sudah kami persiapkan sebelumnya
sebelum kami memulai misi ini, aku turun dan membuka pintu bengkel itu tapi
kendala kembali ditemukan, mobil kami tiba-tiba mati di depan bengkel tersebut
yang mengharuskan kami mendorong mobil itu masuk ke dalam bengkel itu.
“mobil ini
berat sekali” ucap Nagato kelelahan
“iya”
jawabku
“ini pasti
karena kau membawa emas terlalu banyak !” keluh Nagato
“mungkin”
balasku
“seharusnya
kita membuang emas ini !”
“bisa jadi”
jawabku
“kenapa kau
menjawab bisa jadi ?” tanya Nagato
“mungkin
seharusnya aku tidak membawa emas ini dan membiarkannya meledak bersama dengan
markas Frank, supaya kita tidak usah membuangnya” jelasku
Tak terasa sepanjang kami mengobrol, kami pun sampai di dalam
bengkel itu. Kami menurunkan Frank dan memasukkannya ke dalam mobil lain yang
sudah kami modifikasi supaya lebih cepat dari mobil yang lainnya.
Aku turun dan masuk ke mobil lain yang sudah di siapkan.
Sekarang aku menyetir sendiri karena Mr. X sudah tidak ada,
sedangkan Nagato membawa Frank bersamanya.
Aku keluar terlebih dahulu dan kemudian turun untuk menutup
pintu bengkel itu, Nagato pergi lebih dulu dan aku mengikuti di belakangnya.
Begitu kami sampai lagi ke jalan raya, kami harus
mengendalikan mobil ini secepat mungkin dan aku tidak tau apakah aku bisa atau
tidak, tapi aku harus percaya karena aku tidak boleh mengecewakan Brian sebagai
atasan kami dan Nagato yang sudah percaya padaku terlebih lagi ini semua harus
berjalan sesuai rencana karena aku tidak boleh megecewakan semuanya termasuk
mr.x yang sudah menjadi korban dan kami menyesal tidak membawanya dan
membiarkan jenazahnya hancur di markas Frank karena detonator yang aku pasang.
Dan disinilah, di jalan raya. Semua belum berakhir, semuanya
akan dimulai kembali antara kecepatan dan kriminalitas. Jadi tunggulah aksi
kami berikutnya..
Next : Need For Speed
.






0 comments:
Post a Comment