About

Wednesday, March 9, 2016

STEVEN HUDSON HELSING part 06



-      
-         Steven Hudson Helsing
-         Mr. X
-     Nagato
-     Frank
-     Yuki


Malam hari sekitar pukul 09 malam.
Kami sudah tiba di markas Frank dengan mengendarai salah satu mobil sport kami, kami beraksi sesuai dengan rencana yg sudah kami buat. Aku dan mr. x akan membuat keributan diluar untuk memancing seluruh penjaganya sedangkan nagato akan menerobos masuk dan menculik Frank.
Tiba di depan pintu gerbang, aku langsung menembakkan bazoka milikku, tak lama kemudian anak buah frank keluar untuk melihat kami.
Perkelahian tak dapat terhindarkan, perkelahian senjata api ini tak semudah yang direncanakan karena beberapa kali aku hampir saja tertembak, sementara itu nagato menyelinap masuk kedalam.
Langkah kaki nagato terhenti saat seseorang menghadangnya, ia adalah yuki sahabat lama nagato, yuki melawan nagato dengan sungguh-sungguh sedngkan nagato berusaha untuk tidak melukai yuki. 
Disisi lain aku dan mr. x sedang kewalahan melawan anak buah frank dan mencoba untuk kabur tapi aku teringat kalau nagato masih ada di dalam jadi aku mencoba untuk bertahan sedikit lebih lama lagi , sampai akhirnya aku memutuskan untuk berlari saja, aku menyuruh mr.x untuk berpencar.
Sementara itu Perkelahian antara nagato dan yuki terus berlangsung sampai frank menghentikannya dan ini merupakan kesempatan nagato untuk menculik frank. Mata nagato terus memperhatikan frank tetapi yuki mengalihkan pandangannya. Yuki memukul wajah nagato, nagato terkejut dan frank mengeluarkan senjata api nya dan menembakannya kearah nagato tetapi tembakannya meleset dan hanya mengenai bahu nagato.  Nagato menahan rasa sakitnya, berkali-kali nagato menerima pukulan yg lumayan kencang dari yuki, tetapi nagato tidak menyerah dia bangkit dan mulai menyiapkan tenaga untuk memukul yuki. Nagato memukul yuki secara bertubi-tubi hingga akhirnya yuki terjatuh, perkelahian tanpa senjata dimenangkan oleh nagato.
            Frank mencoba untuk melarikan diri dari nagato, tapi nagato tidak membiarkannya begitu saja, ia mengejar frank. Frank mengambil sebuah sniper x2 dan langsung menembakkannya ke arah nagato nnamun tembakkannya meleset dan mengenai mr. x (lho,, kok bisa sih ?) mr. x yang sedang berlari dari kejaran para antek-antek frank juga terkejut begitu melihat dirinya terkena peluru nyasar.
Mr. x : apa ini ? (melihat perutnya yang berlumuran darah)
Nagato : kau tidak apa-apa ?
Mr. x : apa aku tertembak ?
Nagato : iya
Mr. x : jadi aku memang tertembak !! (kebingungan)
Nagato : bertahanlah (ucap nagato cemas)
Mr. x : tunggu dulu. (seketika hening) AAAaaaHHHHHHhhhhh.................
Nagato : kenapa kau baru berteriak sekarang (bentak nagato)
Mr. x : aku juga tidak tahu tapi sekarang mulai terasa dingin
Nagato : aku akan meyelamatkanmu (sambil berusaha menghentikan pendarahannya)
Mr. x : mungkin sebentar lagi aku akan mati
Nagato : jangan berbicara seperti itu (sambil terus memberikan pertolongan pertama)
Mr. x : kau dan steven harus menyelesaikan misi ini
Nagato : kita akan menyelesaikannya bersama
Mr. x : kalau kau terus menolongku, kau juga akan mati *menunjuk ke arah belakang nagato*
Dan saat nagato berbalik dia melihat frank sedang menodongkan snipernya.
“matilah kau” teriak frank
“DORR” suara tembakan terdengar dengan sangat jelas namun bukan dari sniper frank melainkan dari steven yang tidak sengaja menembakkan pistol c4x nya karena kelelahan berlari.
Kesempatan itu dimanfaatkan nagato untuk mengambil sniper x2 milik frank tapi lagi-lagi nagato gagal sampai akhirnya pelatup sniper x2 frank tertekan oleh karena perebutan sniper itu.
“dddoorrrdddrrrdduuurr” suara tembakan berkali-kali itu membuat semua yg berada di ruangan itu ketakutan termasuk steven yg menutupi telinganya karen takut tertembak. “awwhhh” teriak mr. x yang tangan nya terinjak oleh nagato.
Nagato : kau belum mati
Mr. x : sepertinya belum *jawabnya lemas*
Melihat frank dan nagato yang sedang memperebutkan sniper, steven menyelinap mendekati mereka namun bukan untuk membantu nagato melainkan untuk membawa mr. x keluar dari sana.
Mr. x : dinginn..
Steven : tenang saja kau akan dikubur dengan layak
Mr. x : jadi kau tidak mau menyelamatkanku ?
Steven : disini rumah sakit jauh, dan aku tidak bisa melakukan pertolongan pertama
Mr. x : kalau begitu aku punya permintaan terakhir
Steven : katakan saja
Mr. x : aku ingin makan pizza ukuran jumbo dengan saus tomat dan keju diatasnya
Steven : kalau mau mati ya mati saja, jangan banyak permintaan yg aneh-aneh
Mr. x : padahalkan Cuma satu *ucapnya lemas*
Steven : iya maaf *steven pun memegang tangan mr. x yg sudah sangat dingin*
Mr. x : selamat tinggal.. stev...ven... *ucap mr. x terengah-engah*
...
Tanpa sadar seketika aku bingung, mr. x sudah meninggal tapi tidak ada rasa kehilangan sedikitpun.
“STEEVEN....” teriak nagato dan aku pun langsung menghampirinya
Nagato berhasil membekuk frank tetapi para pengawal frank mengepung mereka, aku langsung menembakkan pistol c4 ku ke salah satu pengawal tersebut sehingga membuat mereka terkejut, kesempatan itu aku manfaatkan untuk memojokkan mereka, aku mengancam mereka dengan senjata api yg aku punya namun saat aku menekan pelatupnya tak terjadi apa-apa, mereka sadar kalau pistol c4 ku kosong sekarang giliran mereka memojokkanku.
            “steven.. tolong aku..” teriak nagato lagi
            “nagato.. tolong aku juga” teriak ku
Aku melihat ada sebuah papan kayu kecil di dekat kakiku, aku mengambilnya dan melemparkannya ke arah mereka sembari langsung berlari ke arah nagato, mereka yg terkejut langsung mengejarku. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan berkali-kali dari arah teriakan nagato.
Disaat aku sudah tiba ditempat nagato ternyata dia dihajar oleh frank dan yuki yg sudah sadar, aku tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya aku memutuskan untuk membantu nagato melawan yuki dan frank tapi anak buah frank yg mengikutiku tadi juga datang membawa senjata api. Astaga, apakah ini akhir dari petualangan steven hudson helsing atau penderitaannya masih akan berlangsung ?
Disaat aku bingung dengan keadaan seperti ini nagato memberi tanda untuk melarikan diri, aku dan nagato secara serempak  lari dan berpencar namun apa daya, sebagian mengejar nagato dan sebagian lagi mengejarku.
            Frank dan yuki beserta anak buahnya mengejar nagato, nagato mencoba menghindar dari kejarannya dan bersembunyi seperti yg terjadi di sinetron-sinetron tapi itu tak berlaku disini, dia terus-terusan ketahuan.
Disisi lain aku yg dikejar anak buah frank berhasil melarikan diri dari mereka yg tak sanggu mengejarku sampai aku terhenti di depan pintu yg masih terkunci, anak buah frank semakin dekat dan aku tak bisa berlari lagi karena lorong ini buntu.
Satu-satunya cara agar aku bisa selamat adalah dengan membuka pintu itu, tpi pintu itu menggunakan sandi khusus, pola layar dan kode rahasia yg harus dipecahkan, “kenapa dizaman sekarang ini semuanya menggunakan kode khusus ?” keluhku
Aku mencoba memecahkan kodenya secara acak namun tidak berhasil, karena aku kesal dan juga para pengawal frank sudah dekat akhirnya aku merusak kunci sandinya dan yg terjadi adalah pintunya terbuka, aku heran kenapa bisa terbuka ? tapi tanpa pikir lama akupun langsung memasuki ruangan itu karena kalau aku tidak masuk, aku pasti akan dibunuh oleh para pengawal frank. Setelah aku masuk, aku langsung menutup pintunya lagi dan menguncinya walauun aku tidak tahu cara untuk membukanya lagi.
“ruangan apa ini ?” tanyaku dalam hati
Aku melihat banyak sekali uang, emas dan senjata di ruangan ini, aku melihat-lihat lebih bayak lagi, ternyata memang benar ini emas asli dan uangnya juga asli.
Akhirnya aku berfikir bagaimana caranya aku membawa emas ini, dan entah mengapa terfikir saat aku merampok bank, aku memastikan arah terlebih dahulu dan beruntung ada jendela kecil di pojok ruangan ini, aku mengambil selah satu senapan dan menembakkannya ke arah jendela itu sehingga membuat orang yg berada di sekitar jendela itu terkejut dan langsung memeriksanya dengan cara melihat jendela itu dari luar, aku sudah siap untuk menyemprotkan cairan yg sama sekali aku tidak tau cairan apa itu, dan saat kepala mereka muncul aku langsung menyemprotkannya, dan aku sadar kalau itu adalah obat pembasmi serangga dari baunya yg sudah tidak asing lagi dan seketika mereka mulai tergeletak lemas, untung aku menutupi hidungku dengan kain basah, kalau tidak aku juga akan pingsan seperti mereka .
            Aku melihat kiri, kanan, atas, bawah, ternyata sepi. Akhirnya aku mengangkut emas yg ada di ruangan itu sendiri dan meletakkannya di mobil ku, hal itu dilakukan beberapa kali karena tanganku Cuma dua dan hanya bisa mengambil beberapa saja dalam satu kalinya, aku melihat bahwa mobil sudah tidak bisa menampung emas lagi sedangkan didalam ruangan, emas itu masih banyak dan belum termasuk uang jadi aku membuang beberapa batang emas lagi ke pinggir mobilku dan mulai berfikir bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan nagato, dan frank bisa tertangkap. Aku tidak mau hal yg terjadi pada mr.x terjadi juga pada nagato.
Hari semakin malam dan saat aku melihat jam, ternyata.... baru jam 01 pagi.
            *Kembali ke nagato* nagato sedang dikejar oleh frank dan yuki beserta anak buahnya, dia terus berlari sampai dia kelelahan dan berhenti sejenak. Dia melihat kebelakang untuk memastikan apakah frank masih mengejarnya atau tidak,  dan ternyata franks masih mengejarnya. Dia kembali berlari dan dia sadar kalau frank bersama anak buahnya tidak membawa senjata api, akhirnya dia berhenti dan menakuti mereka dengan berpura-pura kalau di dalam pakaiannya terdapat BOM yg siap meledak kapan saja kalu dia menekan tombol yg berada dibalik bajunya, trik itu cukup untuk membuat mereka berhenti berlari tapi tak lama kemudian mereka sadar kalau Nagato membohongi mereka, akhirnya mereka mengejar nagato lagi sampai akhirnya Nagato tertangkap.
.
.
To be continued..

0 comments: