-
Malam hari sekitar pukul 09 malam.
Kami sudah tiba di markas Frank
dengan mengendarai salah satu mobil sport kami, kami beraksi sesuai dengan
rencana yg sudah kami buat. Aku dan mr. x akan membuat keributan diluar untuk
memancing seluruh penjaganya sedangkan nagato akan menerobos masuk dan menculik
Frank.
Tiba di depan pintu gerbang, aku
langsung menembakkan bazoka milikku, tak lama kemudian anak buah frank keluar
untuk melihat kami.
Perkelahian tak dapat terhindarkan, perkelahian senjata api
ini tak semudah yang direncanakan karena beberapa kali aku hampir saja
tertembak, sementara itu nagato menyelinap masuk kedalam.
Langkah kaki nagato terhenti saat seseorang menghadangnya, ia
adalah yuki sahabat lama nagato, yuki melawan nagato dengan sungguh-sungguh
sedngkan nagato berusaha untuk tidak melukai yuki.
Disisi lain aku dan mr. x sedang kewalahan melawan anak buah frank
dan mencoba untuk kabur tapi aku teringat kalau nagato masih ada di dalam jadi aku
mencoba untuk bertahan sedikit lebih lama lagi , sampai akhirnya aku memutuskan
untuk berlari saja, aku menyuruh mr.x untuk berpencar.
Sementara itu Perkelahian antara nagato dan yuki terus berlangsung
sampai frank menghentikannya dan ini merupakan kesempatan nagato untuk menculik
frank. Mata nagato terus memperhatikan frank tetapi yuki mengalihkan
pandangannya. Yuki memukul wajah nagato, nagato terkejut dan frank mengeluarkan
senjata api nya dan menembakannya kearah nagato tetapi tembakannya meleset dan
hanya mengenai bahu nagato. Nagato
menahan rasa sakitnya, berkali-kali nagato menerima pukulan yg lumayan kencang
dari yuki, tetapi nagato tidak menyerah dia bangkit dan mulai menyiapkan tenaga
untuk memukul yuki. Nagato memukul yuki secara bertubi-tubi hingga akhirnya
yuki terjatuh, perkelahian tanpa senjata dimenangkan oleh nagato.
Frank
mencoba untuk melarikan diri dari nagato, tapi nagato tidak membiarkannya
begitu saja, ia mengejar frank. Frank mengambil sebuah sniper x2 dan langsung
menembakkannya ke arah nagato nnamun tembakkannya meleset dan mengenai mr. x
(lho,, kok bisa sih ?) mr. x yang sedang berlari dari kejaran para antek-antek
frank juga terkejut begitu melihat dirinya terkena peluru nyasar.
Mr. x : apa ini ? (melihat perutnya yang berlumuran darah)
Nagato : kau tidak apa-apa ?
Mr. x : apa aku tertembak ?
Nagato : iya
Mr. x : jadi aku memang tertembak !! (kebingungan)
Nagato : bertahanlah (ucap nagato cemas)
Mr. x : tunggu dulu. (seketika hening)
AAAaaaHHHHHHhhhhh.................
Nagato : kenapa kau baru berteriak sekarang (bentak nagato)
Mr. x : aku juga tidak tahu tapi sekarang mulai terasa dingin
Nagato : aku akan meyelamatkanmu (sambil berusaha
menghentikan pendarahannya)
Mr. x : mungkin sebentar lagi aku akan mati
Nagato : jangan berbicara seperti itu (sambil terus
memberikan pertolongan pertama)
Mr. x : kau dan steven harus menyelesaikan misi ini
Nagato : kita akan menyelesaikannya bersama
Mr. x : kalau kau terus menolongku, kau juga akan mati *menunjuk
ke arah belakang nagato*
Dan saat nagato berbalik dia melihat frank sedang menodongkan
snipernya.
“matilah kau” teriak frank
“DORR” suara tembakan terdengar dengan sangat jelas namun
bukan dari sniper frank melainkan dari steven yang tidak sengaja menembakkan
pistol c4x nya karena kelelahan berlari.
Kesempatan itu dimanfaatkan nagato untuk mengambil sniper x2
milik frank tapi lagi-lagi nagato gagal sampai akhirnya pelatup sniper x2 frank
tertekan oleh karena perebutan sniper itu.
“dddoorrrdddrrrdduuurr” suara tembakan berkali-kali itu
membuat semua yg berada di ruangan itu ketakutan termasuk steven yg menutupi
telinganya karen takut tertembak. “awwhhh” teriak mr. x yang tangan nya
terinjak oleh nagato.
Nagato : kau belum mati
Mr. x : sepertinya belum *jawabnya lemas*
Melihat frank dan nagato yang sedang memperebutkan sniper,
steven menyelinap mendekati mereka namun bukan untuk membantu nagato melainkan
untuk membawa mr. x keluar dari sana.
Mr. x : dinginn..
Steven : tenang saja kau akan dikubur dengan layak
Mr. x : jadi kau tidak mau menyelamatkanku ?
Steven : disini rumah sakit jauh, dan aku tidak bisa melakukan
pertolongan pertama
Mr. x : kalau begitu aku punya permintaan terakhir
Steven : katakan saja
Mr. x : aku ingin makan pizza ukuran jumbo dengan saus tomat
dan keju diatasnya
Steven : kalau mau mati ya mati saja, jangan banyak
permintaan yg aneh-aneh
Mr. x : padahalkan Cuma satu *ucapnya lemas*
Steven : iya maaf *steven pun memegang tangan mr. x yg sudah
sangat dingin*
Mr. x : selamat tinggal.. stev...ven... *ucap mr. x
terengah-engah*
...
Tanpa sadar seketika aku bingung,
mr. x sudah meninggal tapi tidak ada rasa kehilangan sedikitpun.
“STEEVEN....” teriak nagato dan aku
pun langsung menghampirinya
Nagato berhasil membekuk frank tetapi para pengawal frank
mengepung mereka, aku langsung menembakkan pistol c4 ku ke salah satu pengawal
tersebut sehingga membuat mereka terkejut, kesempatan itu aku manfaatkan untuk
memojokkan mereka, aku mengancam mereka dengan senjata api yg aku punya namun
saat aku menekan pelatupnya tak terjadi apa-apa, mereka sadar kalau pistol c4
ku kosong sekarang giliran mereka memojokkanku.
“steven..
tolong aku..” teriak nagato lagi
“nagato..
tolong aku juga” teriak ku
Aku melihat ada sebuah papan kayu kecil di dekat kakiku, aku
mengambilnya dan melemparkannya ke arah mereka sembari langsung berlari ke arah
nagato, mereka yg terkejut langsung mengejarku. Tak lama kemudian terdengar
suara tembakan berkali-kali dari arah teriakan nagato.
Disaat aku sudah tiba ditempat nagato ternyata dia dihajar
oleh frank dan yuki yg sudah sadar, aku tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya
aku memutuskan untuk membantu nagato melawan yuki dan frank tapi anak buah
frank yg mengikutiku tadi juga datang membawa senjata api. Astaga, apakah ini
akhir dari petualangan steven hudson helsing atau penderitaannya masih akan
berlangsung ?
Disaat aku bingung dengan keadaan seperti ini nagato memberi
tanda untuk melarikan diri, aku dan nagato secara serempak lari dan berpencar namun apa daya, sebagian
mengejar nagato dan sebagian lagi mengejarku.
Frank dan
yuki beserta anak buahnya mengejar nagato, nagato mencoba menghindar dari
kejarannya dan bersembunyi seperti yg terjadi di sinetron-sinetron tapi itu tak
berlaku disini, dia terus-terusan ketahuan.
Disisi lain aku yg dikejar anak buah frank berhasil melarikan
diri dari mereka yg tak sanggu mengejarku sampai aku terhenti di depan pintu yg
masih terkunci, anak buah frank semakin dekat dan aku tak bisa berlari lagi
karena lorong ini buntu.
Satu-satunya cara agar aku bisa selamat adalah dengan membuka
pintu itu, tpi pintu itu menggunakan sandi khusus, pola layar dan kode rahasia
yg harus dipecahkan, “kenapa dizaman sekarang ini semuanya menggunakan kode
khusus ?” keluhku
Aku mencoba memecahkan kodenya secara acak namun tidak
berhasil, karena aku kesal dan juga para pengawal frank sudah dekat akhirnya
aku merusak kunci sandinya dan yg terjadi adalah pintunya terbuka, aku heran
kenapa bisa terbuka ? tapi tanpa pikir lama akupun langsung memasuki ruangan
itu karena kalau aku tidak masuk, aku pasti akan dibunuh oleh para pengawal
frank. Setelah aku masuk, aku langsung menutup pintunya lagi dan menguncinya
walauun aku tidak tahu cara untuk membukanya lagi.
“ruangan apa ini ?” tanyaku dalam hati
Aku melihat banyak sekali uang, emas dan senjata di ruangan
ini, aku melihat-lihat lebih bayak lagi, ternyata memang benar ini emas asli
dan uangnya juga asli.
Akhirnya aku berfikir bagaimana caranya aku membawa emas ini,
dan entah mengapa terfikir saat aku merampok bank, aku memastikan arah terlebih
dahulu dan beruntung ada jendela kecil di pojok ruangan ini, aku mengambil
selah satu senapan dan menembakkannya ke arah jendela itu sehingga membuat
orang yg berada di sekitar jendela itu terkejut dan langsung memeriksanya
dengan cara melihat jendela itu dari luar, aku sudah siap untuk menyemprotkan
cairan yg sama sekali aku tidak tau cairan apa itu, dan saat kepala mereka muncul
aku langsung menyemprotkannya, dan aku sadar kalau itu adalah obat pembasmi
serangga dari baunya yg sudah tidak asing lagi dan seketika mereka mulai
tergeletak lemas, untung aku menutupi hidungku dengan kain basah, kalau tidak
aku juga akan pingsan seperti mereka .
Aku melihat
kiri, kanan, atas, bawah, ternyata sepi. Akhirnya aku mengangkut emas yg ada di
ruangan itu sendiri dan meletakkannya di mobil ku, hal itu dilakukan beberapa
kali karena tanganku Cuma dua dan hanya bisa mengambil beberapa saja dalam satu
kalinya, aku melihat bahwa mobil sudah tidak bisa menampung emas lagi sedangkan
didalam ruangan, emas itu masih banyak dan belum termasuk uang jadi aku
membuang beberapa batang emas lagi ke pinggir mobilku dan mulai berfikir
bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan nagato, dan frank bisa tertangkap.
Aku tidak mau hal yg terjadi pada mr.x terjadi juga pada nagato.
Hari semakin malam dan saat aku melihat jam, ternyata....
baru jam 01 pagi.
*Kembali ke
nagato* nagato sedang dikejar oleh frank dan yuki beserta anak buahnya, dia
terus berlari sampai dia kelelahan dan berhenti sejenak. Dia melihat kebelakang
untuk memastikan apakah frank masih mengejarnya atau tidak, dan ternyata franks masih mengejarnya. Dia
kembali berlari dan dia sadar kalau frank bersama anak buahnya tidak membawa
senjata api, akhirnya dia berhenti dan menakuti mereka dengan berpura-pura
kalau di dalam pakaiannya terdapat BOM yg siap meledak kapan saja kalu dia
menekan tombol yg berada dibalik bajunya, trik itu cukup untuk membuat mereka
berhenti berlari tapi tak lama kemudian mereka sadar kalau Nagato membohongi
mereka, akhirnya mereka mengejar nagato lagi sampai akhirnya Nagato tertangkap.
.
.
To be continued..






0 comments:
Post a Comment