About

Thursday, November 26, 2015

LEGEND OF THE FAINTOIU part 06




LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 06



        Pagi ini matahari, bersinar silau sekali, seakan tak berkompromi, dengan mata berat ini, Sudah pukul tujuh lebih, aku harus lekas pergi, tapi kuingin tidur lagi...
Buang rasa malas ini, yg hanya jadi penyakit hati, semua takkan datang dengan bermimpi !!!
            tak terasa hari ini gue telat lagi, entah hukuman apa yg akan diberikan hari ini, dan sepertinya gue gak berbakat membuat puisi. *gak nyambung*


            di depan gerbang sekolah gue meratapi nasib gue yg entah bangaimana nantinya. Gue melihat-lihat ternyata penjaga sekolahnya tidak ada tapi gue curiga kalau ini adalah jebakan, akhirnya gue memutuskan untuk masuk ruang BP/BK saja untuk meminta bimbingannya walaupun sudah ratusan kali gue diberi saran oleh guru BK itu !!
BK ; kenapa kamu disini !
Aris ; saya telat lagi bu *karena guru BKnya perempuan*
BK ; tidak seperti biasanya kamu kesini dulu,
Aris ; ya,, saya mau berubah bu
BK ; kebetulan kalau begitu,
Aris ; kenapa ? saya gak ngerti
BK ; enggak apa-apa, hampir setiap hari kamu telat tapi kamu tidak pernah bolos, prestasimu juga baik, para guru dan kepala sekolah sudah mempertimbangkannya, jadi sekarang kamu akan dipindahkan supaya kamu lebih semangat.

“astaga,,, gue belum siap untuk pindah sekolah, lagipula tinggal beberapa bulan lagi gue lulus.” pikir gue dalam hati.

BK ; kenapa ?
Aris ; maafkan saya bu, saya janji tidak akan telat lagi jadi jangan pindahkan saya bu
BK ; tidak biasanya kamu berjanji
Aris ; saya tidak pernah melanggar janji saya, jadi saya mohon bu,,,
BK ; baiklah sekarang kamu ke kelas kamu, kami akan membicarakan lagi dengan kepala sekolah
Aris ; terima kasih bu !!

            Gue pun berlari meninggalkan ruang BK itu, gue menyesal masuk kesana, gue masuk ke kelas dan terlihat semua murid dan guru memperhatikan gue.
Guru ; kenapa kamu masuk kesini (dengan wajah yg agak bingung)
Aris ; memangnya saya harus masuk kemana ?
Guru ; saya heran, bukannya kamu itu sudah di..
Aris ; maafkan saya pak, (gue memotong  perkataannya)
Guru ; tidak apa-apa, sekarang kamu duduk

            Gue duduk di bangku gue sambil ketakutan karena gue pikir gue akan dipindahkan. Tiba-tiba ada yg berbisik “kenapa loe masuk ke kelas ini, bukannya loe itu sudah pindah kelas”
“apa maksud loe !” balas gue
“tanyakan saja pada Ray,”
Gue bertanya pada Ray dan dia menjawab kalau gue dipindahkan ke kelas favorit, ternyata gue salah sangka dan gue menyesal lagi tidak menyetujui perpindahan kelas gue, apalagi disana ada Ve dan Diego.

S K I P

*Seminggu sebelum festival dimulai*
            Hari-hari terlewatkan begitu saja, tak terasa kalau tinggal 7 hari lagi untuk pertama kalinya gue ikutan band festival bersama band gue, kami sudah mempersiapkan semuanya, baik mental maupun fisik, dan bukan hanya itu saja, kami juga sudah latihan dengan sangat keras, bukan hanya satu lagu, tapi beberapa lagu kami sudah hafal tanpa melihat not, kunci, ataupun liriknya.
            Kelvin dan bandnya yaitu s secreet juga sudah sangat matang untuk ikut festival, apalagi mereka sudah sering manggung di cafe-cafe dan pernah menjuarai festival band pelajar, walaupun Kelvin baru masuk sekarang, Begitu pula dengan band lainnya yg gue lupa namanya.
            Tapi ada satu band lagi yg akan ikut festival, yaitu “the heirs of song” band ini pernah ikut festival band pelajar dengan s secreet tapi mereka di diskualifikasi oleh juri karena vokalist mereka tidak datang, tapi sekarang yg menjadi vokalistnya adalah Jesicca Veranda,

            Pulang sekolah, Diego masih duduk termenung di taman, dia berpikir kalau dia harus mendukung siapa, dan juga dia ingin ikut dengan the FAINTOIU jikalau dia tidak menjadi panitia musik untuk sekolah ini, Veranda melihat Diego sedang duduk sendiri di kursi taman hingga akhirnya dia menghampirinya.
Ve ; boleh aku duduk !
Diego ; kamu bikin kaget saja, boleh kok
Ve ; kenapa kamu duduk disini sendirian saja ?
Diego ; enggak apa-apa
Ve ; boleh aku bertanya sedikit ?
Diego ; boleh, boleh
Ve ; aris itu orangnya seperti apa !
Diego ; gue pikir  ....
Ve ; kenapa, kamu gak mau menjawabnya *cemberut*
Diego ; enggak kok, tapi kalo aku cerita pasti panjang banget
Ve ; sedikit saja
Diego menjawab “baiklah,, sebenarnya dia itu orangnya sedrhana dan tidak suka yg namanya permusuhan, oh iya dulu saat pertama masuk sekolah ini dia, kelvin dan ray katanya bisa menggunakan sihir, aku penasaran hingga akhirnya aku ikut dengan mereka, ternyata mereka bukan menggunakan sihir tetapi mereka bisa bermain sulap, kelvin dan aris menguasai banyak trik, dan juga mereka bisa membaca pikiran dan memprediksi seperti pesulap sungguhan, tapi ray Cuma bisa memainkan trik sulap biasa saja.”

“benarkah,, aku tidak percaya,” ucap Ve

“beneran, Aris dan Ray berada dalam satu kelas menjadi sebuah kesalahan, tapi masih untung kelvin tidak sekelas dengan mereka. Aris berada di kelas paling ujung bukan karena dia bodoh tapi karena ...”

“khayalan kamu terlalu tinggi.” potong ve masih belum percaya

“aku tidak berkhayal, dulu waktu ujian semester kelas 11 mereka berada dalam satu ruangan bersama aku, Zacky, Kriz, Achan, dan Tara dengan empat pengawas,”

“tunggu dulu, siapa Tara ?”

“oh, dia teman kami waktu itu tapi sekarang dia sudah pindah sekolah, tidak ada celah untuk saling mencontek, tapi Aris, Ray, dan Kelvin selalu selesai bersamaan dan selalu ada kertas jawaban dari mereka di meja kami.” jelas diego

“terus kenapa Kelvin gak gabung dengan the faintoiu, dia malah jadi personil band lain ?”

“kalo yg itu aku juga gak tau, belakangan ini mereka jarang bersama.”

“apa mereka sedang bertengkar !!?” ucap Ve

“gue gak bertengkar dengannya !!” ucap seseorang yg tiba-tiba menjawab pertanyaan ve dari belakang, yg ternyata itu adalah kelvin

Diego : loe bikin gue kaget saja !,
Kelvin : sorry, gue sudah mencari kemana-mana ternyata loe ada disini
Diego ; memangnya ada apa loe mencari gue disini ?
Kelvin : gue Cuma mau minta kertas tanda bend gue sudah terdaftar,
Diego : nih... (potongnya sambil memberikan kertas itu)
Diego : padahalkan festival band nya juga masih lama
Kelvin ; aris dan band nya sudah diberi, sedangkan band gue belum loe pilih kasih
Diego : iya maaf
Kelvin : sudah dulu yah, gue pulang dulu, trimakasih kertasnya (sambil pergi meninggalkan diego dan ve)
Ve ; sudah ah, aku juga mau pulang.

            Gue yg sedang duduk di warung bersama dengan Ray melihat Ve yang sedang berjalan sendirian. Ray bertanya pada Ve “kamu baru pulang ?”
Terlihat Ve seperti kebingungan.
Aris : kami ada disini
Ve : eh,, maaf tadi aku tidak lihat
Aris : tidak apa-apa, kamu mau pulang ?
Ve : iya,
Aris : bolehkah kami mengantarmu
Ve : boleh
Ray : tidak biasanya kakak berbicara seperti itu
Aris : sudah diam saja
Ve : oh iya, dari pertama kali aku mengenal Aris, entah mengapa kamu terlihat selalu santai dan juga.. apa yah..
Aris : oh kalau itu sudah pasti
Ve : kamu itu seperti tidak punya ekspresi
Aris : apa ?
Ve : bukan itu maksudnya, tapi begini. Muka kamu itu selalu datar jadi aku tidak pernah melihat kamu marah, malu, sedih dan lain-lain
Ray : seperti naskah saja ada kata ‘dan lain-lain’
Ve : wajahnya itu selalu tenang gitu, jadi aku membayangkan kalo ada yang kebakaran pasti Cuma dia yang mukanya nggak panik
Ray : itu memang benar. Dulu waktu ada kecelakaan sepeda motor yang mungkin terpeleset tepat didepan matanya. Kak aris Cuma melihat dan memperhatikan saja
Ve : beneran ?
Aris : sebenarnya ... memang benar sih
Ve : kenapa kamu tidak menolongnya ?
Aris : karena ada 3 faktor
Ve : apa ?
Aris : yg pertama, kalo gue menolong orang itu  gue takut nantinya gue yang disangka mencelakai dia. Yg kedua karna gue gak tahu apa yg harus gue lakukan, terlebih lagi Cuma ada gue, ray sama kelvin yg ada disana. Dan yg ketiga..
Ve : apa yg ketiga
Aris : karena gue gak mau menolong orang itu. Saudara bukan, kenalan bukan, teman juga bukan. Untuk apa gue tolongin lagian saat itu kami telat masuk sekolah
Ve : terus bagaimna dong, apa gak kasihan ?
Ray : kasihan pasti ada tapi kak aris bilang kalo dia pantas menerimanya, dan juga ada warga yang datang setelah kami beritahu kalo ada kecelakaan
Ve : kalian kejam (tersenyum)
Aris : gue gak kejam, kalo yg jatuh dari motor itu orang tua atau orang yg dimata gue baik, gue pasti tolongin, tapi yg jatuh dari motor itu remaja yg suka membuat bising dan ugal-ugalan di jalan.
Ve : ya sudah kalo begitu aku masuk kerumah dulu
Ray : jadi ini rumah kamu ?
Ve : iyah, oh iya kalo kalian tinggal dimana ?
Ray : kamu tinggal lurus saja dari sini dan disebelah kanan ada rumah berwarna biru no. 541 itu rumah aku
Ve : kalo kamu, Aris ?
Aris : kalo rumah aku,, 3 rumah setelah ray
Ve : maksudnya ?
Aris : rumah aku sama Ray Cuma terhalang 2 rumah, yg warna cat nya putih no. 544. Yaudah kalo begitu kami pulang dulu yah !
Ve : iyah,, (tersenyum sambil melambaikan tangannya)

            Gue skip lagi ceritanya, hari pertama audisi festiva band sudah sangat ramai, tak heran band gue mendapat urutan nomor yg besar, kebetulan hari ini hari minggu jadi sekolah libur.
Pagi-pagi sekali Zacky dan Ray sudah menunggu disana tapi tak ada satupun band dari sekolah gue yg sudah datang, gue berjalan-jalan di sekitar sana tapi bukan untuk ikut audisi, gue Cuma lewat saja dan gue melihat Ray dan Zacky sudah menunggu disana, gue menghampiri mereka.
Aris ; kalian sedang apa disini ?
Ray ; akhirnya loe datang juga, mana yg lainnya ?
Aris ; gue bertanya kalian sedang apa, malah nanya yg lain lagi !!
Zacky ; bukaankah sekarang kita harus menampilkan yg terbaik
Aris ; loe ngomong apa sih, gue gak ngerti
Ray ; band kita terdaftar di nomor 16, jadi kita harus datang pagi-pagi
Zacky ; iya, sekarang sudah nomor 14 dan band kita belum datang
Aris ; setau gue band kita dapet nomor 91, kenapa jadi 16 ??
Ray ; ini gue bawa kertas pendaftarannya dari diego <ray mengeluarkan kertasnya dan memperlihatkannya pada gue>
Aris ; hey, ray kalo punya mata itu pake dengan baik, jelas-jelas ini no. 91, kenapa jadi 16

            Ray terkejut karena dia pikir itu no 16, ternyata saat ray melihat nomornya, dia tidak sadar kalau kertasnya terbalik dan menjadikan angkanya berbeda, yg tadinya 91 jadi 16, (coba balikan angka 91)
            Itu merupakan kesalahan yg fatal dan memalukan bagi Ray dan Zacky, jika mereka masih punya urat malu. Lagipula hari ini Cuma samai no. urut 50, yg 51 ke atas itu besok.

            Keesokan harinya, setelah pulang sekolah kami langsung ke tempat yg kemarin dan menunggu giliran band kami tampil, nomor 87 sudah dipanggil dan sekarang giliran nomor 88 yg tidak lain adalah ‘STEARIC band’ salah satu band dari sekolah gue, mereka menyanyikan lagu yg sekarang lagi ngetop (tebak saja apa lagunya) dan mereka lulus.
            Nomor 89, ‘the HEIRS OF SONG’         bandnya Veranda main dan terdengar sangat kompak dan suara vokalis nya sangat merdu, mungkin karena gue suka sama vokalisnya (Veranda), sudah tidak diragukan lagi mereka langsung diterima dan maju ke babak berikutnya (emangnya main bola, babak berikutnya)
            Sekarang sudah saatnya ‘S SECREET’ menampilkan penampilan terbaiknya, lagu yg dibawakan adalah lagu yg berjudul “satu nama tetap di hati” yg dibawakan oleh grup band legendaris malaysia tahun 90’an iramanya yg Slow Rock membuat semua juri tidak bisa berkata apa-apa. Karena gue juga suka lagunya jadi gue bakalan tulis lirik lagunya.
Lirik lagu yg dipopulerkan oleh grup band EYE – Satu Nama Tetap Di Hati
ada satu nama, suatu masa dulu
pernah bawa dan beri bahagia
hingga saat ini
masih kuabadikan di dalam hatiku.
            Hingga satu rasa, dalam satu cinta
            Sewaktu kita bersama dulu
            Hanya kita yg tahu
            Dalam mana telah cinta kita memutik.
Walau akhir ini, seakan terpisah
Oleh masa dan susana tak dipinta
Namun percayalah, tidak sedikitpun
Kasihku kepadamu surut dan berubah.
Pasti suatu masa kan bersama lagi
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Cinta yang istimewa
Walau ku tak pasti Bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kemalikan keindahan dulu.
..
Walau akhir ini, seakan terpisah
Oleh masa dan susana tak dipinta
Namun percayalah, tidak sedikitpun
Kasihku kepadamu surut dan berubah.
Pasti suatu masa kan bersama lagi
Engkau dan aku pasti jua nikmati
            Satu cinta yang indah
            Walau ku tak pasti bilakah masanya
            Kau dan aku akan bertemu
            Untuk kita kembalikan keindahan dulu

Dengan satu rasa, dalam satu cinta
Sewaktu kita bersama dulu
Ku semat di dalam hati
Hingga kita kan bertemu
kemudian hari.
....
            Dan setelah ‘s secreet’ menampilkan penampilannya, barulah nomor 91 disebut, dan sekarang giliran gue dan band gue menunjukan performa terbaik kami, kami membawakan lagu dari the changcuters – awas angkot. Dengan irama rock guitar satu, karena Zacky lebih memilih memainkan keyboartnya, walaupun yg dibutuhkan pemain guitar satu lagi. Supaya lebih terbawa susana (suasana apaan, ceritanya gak nyambung begini) sudahlah jangan banyak komen, sekarang gue bakal tulis lirik lengkap lagunya (ditulis apa diketik ?) sudah sama saja !!

                                    The Changcuters – Awas Angkot
            Ngebut...
            Ngerem...
            Cabuut...
            Ngetem...
Awas Angkot !!      Awas Angkot !!
Awas Angkot !!     Awas Angkot... !!!

Melaju serampangan di aspal yang panasss
Tak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas
Tak pernah berhenti menancapkan pedal gas
Tak pedulukan orang-orang yang melintasss...
Awas Angkot !!      Awas Angkot !!
Awas Angkot !!     Awas Angkot... !!!
....
Melaju serampangan di aspal yang panasss
Tak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas
Tak pernah berhenti menancapkan pedal gas
Tak pedulukan orang-orang yang melintasss...
Awas Angkot !!
            Awas Angkot !!
            Awas Angkot !!
            Awas Angkot....!!
Ngebut...
Ngerem...
Cabut...
Ngetem...
            Awas Angkot !!
            Awas Angkot !!
            Awas Angkot !!
            Awas Angkot........!!!!!!
...
            Terlihat wajah ke empat dewan juri seperti tidak puas dengan penampilan kami.
Juri 1 ; penampilan kalian diluar dari perkiraan
Juri 2 ; kaian berani memainkan musik rock seperti ini, kalian terlalu semangat sehingga kalian tidak bisa mendengar musik yg dibawakan oleh kalian sendiri.
Juri 3 ; no comment
Juri 4 ; saya suka musik rock tapi saya tidak suka dengan band kalian, lebih baik sekarang kalian keluar.

Gue anggap itu sebuah penolakan, kami mulai berjalan untuk keluar tapi salah satu juri berteriak dengan sangat kencang kepada kami, kami semua terkejut, dan saat kami menoleh kebelakang.....

To be continue..
Dilanjut lagi di part selanjutnya yah, tangan gue sudah pegal-pegal pengen cepat istirahat.

0 comments: