LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 06
Pagi ini matahari,
bersinar silau sekali, seakan tak berkompromi, dengan mata berat ini, Sudah
pukul tujuh lebih, aku harus lekas pergi, tapi kuingin tidur lagi...
Buang rasa malas ini, yg hanya jadi
penyakit hati, semua takkan datang dengan bermimpi !!!
tak
terasa hari ini gue telat lagi, entah hukuman apa yg akan diberikan hari ini, dan
sepertinya gue gak berbakat membuat puisi. *gak nyambung*
di
depan gerbang sekolah gue meratapi nasib gue yg entah bangaimana nantinya. Gue
melihat-lihat ternyata penjaga sekolahnya tidak ada tapi gue curiga kalau ini
adalah jebakan, akhirnya gue memutuskan untuk masuk ruang BP/BK saja untuk
meminta bimbingannya walaupun sudah ratusan kali gue diberi saran oleh guru BK
itu !!
BK ; kenapa kamu disini !
Aris ; saya telat lagi bu *karena
guru BKnya perempuan*
BK ; tidak seperti biasanya kamu
kesini dulu,
Aris ; ya,, saya mau berubah bu
BK ; kebetulan kalau begitu,
Aris ; kenapa ? saya gak ngerti
BK ; enggak apa-apa, hampir setiap
hari kamu telat tapi kamu tidak pernah bolos, prestasimu juga baik, para guru
dan kepala sekolah sudah mempertimbangkannya, jadi sekarang kamu akan
dipindahkan supaya kamu lebih semangat.
“astaga,,, gue belum siap untuk
pindah sekolah, lagipula tinggal beberapa bulan lagi gue lulus.” pikir gue dalam
hati.
BK ; kenapa ?
Aris ; maafkan saya bu, saya janji
tidak akan telat lagi jadi jangan pindahkan saya bu
BK ; tidak biasanya kamu berjanji
Aris ; saya tidak pernah melanggar
janji saya, jadi saya mohon bu,,,
BK ; baiklah sekarang kamu ke kelas
kamu, kami akan membicarakan lagi dengan kepala sekolah
Aris ; terima kasih bu !!
Gue
pun berlari meninggalkan ruang BK itu, gue menyesal masuk kesana, gue masuk ke
kelas dan terlihat semua murid dan guru memperhatikan gue.
Guru ; kenapa kamu masuk kesini
(dengan wajah yg agak bingung)
Aris ; memangnya saya harus masuk
kemana ?
Guru ; saya heran, bukannya kamu itu
sudah di..
Aris ; maafkan saya pak, (gue
memotong perkataannya)
Guru ; tidak apa-apa, sekarang kamu
duduk
Gue
duduk di bangku gue sambil ketakutan karena gue pikir gue akan dipindahkan.
Tiba-tiba ada yg berbisik “kenapa loe masuk ke kelas ini, bukannya loe itu
sudah pindah kelas”
“apa maksud loe !” balas gue
“tanyakan saja pada Ray,”
Gue bertanya pada Ray dan dia
menjawab kalau gue dipindahkan ke kelas favorit, ternyata gue salah sangka dan
gue menyesal lagi tidak menyetujui perpindahan kelas gue, apalagi disana ada Ve
dan Diego.
S K I P
*Seminggu sebelum
festival dimulai*
Hari-hari
terlewatkan begitu saja, tak terasa kalau tinggal 7 hari lagi untuk pertama
kalinya gue ikutan band festival bersama band gue, kami sudah mempersiapkan
semuanya, baik mental maupun fisik, dan bukan hanya itu saja, kami juga sudah
latihan dengan sangat keras, bukan hanya satu lagu, tapi beberapa lagu kami
sudah hafal tanpa melihat not, kunci, ataupun liriknya.
Kelvin
dan bandnya yaitu s secreet juga sudah sangat matang untuk ikut festival,
apalagi mereka sudah sering manggung di cafe-cafe dan pernah menjuarai festival
band pelajar, walaupun Kelvin baru masuk sekarang, Begitu pula dengan band
lainnya yg gue lupa namanya.
Tapi
ada satu band lagi yg akan ikut festival, yaitu “the heirs of song” band ini
pernah ikut festival band pelajar dengan s secreet tapi mereka di
diskualifikasi oleh juri karena vokalist mereka tidak datang, tapi sekarang yg
menjadi vokalistnya adalah Jesicca Veranda,
Pulang
sekolah, Diego masih duduk termenung di taman, dia berpikir kalau dia harus
mendukung siapa, dan juga dia ingin ikut dengan the FAINTOIU jikalau dia tidak
menjadi panitia musik untuk sekolah ini, Veranda melihat Diego sedang duduk
sendiri di kursi taman hingga akhirnya dia menghampirinya.
Ve ; boleh aku duduk !
Diego ; kamu bikin kaget saja, boleh
kok
Ve ; kenapa kamu duduk disini
sendirian saja ?
Diego ; enggak apa-apa
Ve ; boleh aku bertanya sedikit ?
Diego ; boleh, boleh
Ve ; aris itu orangnya seperti apa !
Diego ; gue pikir ....
Ve ; kenapa, kamu gak mau menjawabnya
*cemberut*
Diego ; enggak kok, tapi kalo aku
cerita pasti panjang banget
Ve ; sedikit saja
Diego menjawab “baiklah,, sebenarnya
dia itu orangnya sedrhana dan tidak suka yg namanya permusuhan, oh iya dulu
saat pertama masuk sekolah ini dia, kelvin dan ray katanya bisa menggunakan
sihir, aku penasaran hingga akhirnya aku ikut dengan mereka, ternyata mereka
bukan menggunakan sihir tetapi mereka bisa bermain sulap, kelvin dan aris
menguasai banyak trik, dan juga mereka bisa membaca pikiran dan memprediksi
seperti pesulap sungguhan, tapi ray Cuma bisa memainkan trik sulap biasa saja.”
“benarkah,, aku tidak percaya,” ucap Ve
“beneran, Aris dan Ray berada dalam
satu kelas menjadi sebuah kesalahan, tapi masih untung kelvin tidak sekelas
dengan mereka. Aris berada di kelas paling ujung bukan karena dia bodoh tapi
karena ...”
“khayalan kamu terlalu tinggi.” potong
ve masih belum percaya
“aku tidak berkhayal, dulu waktu
ujian semester kelas 11 mereka berada dalam satu ruangan bersama aku, Zacky, Kriz, Achan, dan Tara dengan empat pengawas,”
“tunggu dulu, siapa Tara ?”
“oh, dia teman kami waktu itu tapi sekarang
dia sudah pindah sekolah, tidak ada celah untuk saling mencontek, tapi Aris, Ray, dan Kelvin selalu selesai bersamaan dan selalu ada kertas jawaban dari
mereka di meja kami.” jelas diego
“terus kenapa Kelvin gak gabung
dengan the faintoiu, dia malah jadi personil band lain ?”
“kalo yg itu aku juga gak tau,
belakangan ini mereka jarang bersama.”
“apa mereka sedang bertengkar !!?”
ucap Ve
“gue gak bertengkar dengannya !!”
ucap seseorang yg tiba-tiba menjawab pertanyaan ve dari belakang, yg ternyata itu
adalah kelvin
Diego : loe bikin gue kaget saja !,
Kelvin : sorry, gue sudah mencari
kemana-mana ternyata loe ada disini
Diego ; memangnya ada apa loe mencari
gue disini ?
Kelvin : gue Cuma mau minta kertas
tanda bend gue sudah terdaftar,
Diego : nih... (potongnya sambil
memberikan kertas itu)
Diego : padahalkan festival band nya
juga masih lama
Kelvin ; aris dan band nya sudah
diberi, sedangkan band gue belum loe pilih kasih
Diego : iya maaf
Kelvin : sudah dulu yah, gue pulang
dulu, trimakasih kertasnya (sambil pergi meninggalkan diego dan ve)
Ve ; sudah ah, aku juga mau pulang.
Gue
yg sedang duduk di warung bersama dengan Ray melihat Ve yang sedang berjalan
sendirian. Ray bertanya pada Ve “kamu baru pulang ?”
Terlihat Ve seperti kebingungan.
Aris : kami ada disini
Ve : eh,, maaf tadi aku tidak lihat
Aris : tidak apa-apa, kamu mau pulang
?
Ve : iya,
Aris : bolehkah kami mengantarmu
Ve : boleh
Ray : tidak biasanya kakak berbicara
seperti itu
Aris : sudah diam saja
Ve : oh iya, dari pertama kali aku
mengenal Aris, entah mengapa kamu terlihat selalu santai dan juga.. apa yah..
Aris : oh kalau itu sudah pasti
Ve : kamu itu seperti tidak punya
ekspresi
Aris : apa ?
Ve : bukan itu maksudnya, tapi begini.
Muka kamu itu selalu datar jadi aku tidak pernah melihat kamu marah, malu,
sedih dan lain-lain
Ray : seperti naskah saja ada kata
‘dan lain-lain’
Ve : wajahnya itu selalu tenang gitu,
jadi aku membayangkan kalo ada yang kebakaran pasti Cuma dia yang mukanya nggak
panik
Ray : itu memang benar. Dulu waktu ada
kecelakaan sepeda motor yang mungkin terpeleset tepat didepan matanya. Kak aris
Cuma melihat dan memperhatikan saja
Ve : beneran ?
Aris : sebenarnya ... memang benar
sih
Ve : kenapa kamu tidak menolongnya ?
Aris : karena ada 3 faktor
Ve : apa ?
Aris : yg pertama, kalo gue menolong
orang itu gue takut nantinya gue yang
disangka mencelakai dia. Yg kedua karna gue gak tahu apa yg harus gue lakukan,
terlebih lagi Cuma ada gue, ray sama kelvin yg ada disana. Dan yg ketiga..
Ve : apa yg ketiga
Aris : karena gue gak mau menolong
orang itu. Saudara bukan, kenalan bukan, teman juga bukan. Untuk apa gue
tolongin lagian saat itu kami telat masuk sekolah
Ve : terus bagaimna dong, apa gak
kasihan ?
Ray : kasihan pasti ada tapi kak aris
bilang kalo dia pantas menerimanya, dan juga ada warga yang datang setelah kami
beritahu kalo ada kecelakaan
Ve : kalian kejam (tersenyum)
Aris : gue gak kejam, kalo yg jatuh
dari motor itu orang tua atau orang yg dimata gue baik, gue pasti tolongin,
tapi yg jatuh dari motor itu remaja yg suka membuat bising dan ugal-ugalan di
jalan.
Ve : ya sudah kalo begitu aku masuk
kerumah dulu
Ray : jadi ini rumah kamu ?
Ve : iyah, oh iya kalo kalian tinggal
dimana ?
Ray : kamu tinggal lurus saja dari
sini dan disebelah kanan ada rumah berwarna biru no. 541 itu rumah aku
Ve : kalo kamu, Aris ?
Aris : kalo rumah aku,, 3 rumah
setelah ray
Ve : maksudnya ?
Aris : rumah aku sama Ray Cuma terhalang
2 rumah, yg warna cat nya putih no. 544. Yaudah kalo begitu kami pulang dulu
yah !
Ve : iyah,, (tersenyum sambil
melambaikan tangannya)
Gue
skip lagi ceritanya, hari pertama audisi festiva band sudah sangat ramai, tak
heran band gue mendapat urutan nomor yg besar, kebetulan hari ini hari minggu
jadi sekolah libur.
Pagi-pagi sekali Zacky dan Ray sudah
menunggu disana tapi tak ada satupun band dari sekolah gue yg sudah datang, gue
berjalan-jalan di sekitar sana tapi bukan untuk ikut audisi, gue Cuma lewat
saja dan gue melihat Ray dan Zacky sudah menunggu disana, gue menghampiri
mereka.
Aris ; kalian sedang apa disini ?
Ray ; akhirnya loe datang juga, mana
yg lainnya ?
Aris ; gue bertanya kalian sedang
apa, malah nanya yg lain lagi !!
Zacky ; bukaankah sekarang kita harus
menampilkan yg terbaik
Aris ; loe ngomong apa sih, gue gak
ngerti
Ray ; band kita terdaftar di nomor
16, jadi kita harus datang pagi-pagi
Zacky ; iya, sekarang sudah nomor 14
dan band kita belum datang
Aris ; setau gue band kita dapet
nomor 91, kenapa jadi 16 ??
Ray ; ini gue bawa kertas
pendaftarannya dari diego <ray mengeluarkan kertasnya dan memperlihatkannya
pada gue>
Aris ; hey, ray kalo punya mata itu
pake dengan baik, jelas-jelas ini no. 91, kenapa jadi 16
Ray
terkejut karena dia pikir itu no 16, ternyata saat ray melihat nomornya, dia
tidak sadar kalau kertasnya terbalik dan menjadikan angkanya berbeda, yg
tadinya 91 jadi 16, (coba balikan angka 91)
Itu
merupakan kesalahan yg fatal dan memalukan bagi Ray dan Zacky, jika mereka
masih punya urat malu. Lagipula hari ini Cuma samai no. urut 50, yg 51 ke atas
itu besok.
Keesokan
harinya, setelah pulang sekolah kami langsung ke tempat yg kemarin dan menunggu
giliran band kami tampil, nomor 87 sudah dipanggil dan sekarang giliran nomor
88 yg tidak lain adalah ‘STEARIC band’ salah satu band dari sekolah gue, mereka
menyanyikan lagu yg sekarang lagi ngetop (tebak saja apa lagunya) dan mereka
lulus.
Nomor
89, ‘the HEIRS OF SONG’ bandnya Veranda main dan terdengar sangat kompak dan suara vokalis nya sangat merdu, mungkin
karena gue suka sama vokalisnya (Veranda), sudah tidak diragukan lagi mereka
langsung diterima dan maju ke babak berikutnya (emangnya main bola, babak
berikutnya)
Sekarang
sudah saatnya ‘S SECREET’ menampilkan penampilan terbaiknya, lagu yg dibawakan
adalah lagu yg berjudul “satu nama tetap di hati” yg dibawakan oleh grup band legendaris
malaysia tahun 90’an iramanya yg Slow Rock membuat semua juri tidak bisa
berkata apa-apa. Karena gue juga suka lagunya jadi gue bakalan tulis lirik
lagunya.
Lirik lagu yg dipopulerkan oleh grup
band EYE – Satu Nama Tetap Di Hati
ada satu nama, suatu
masa dulu
pernah bawa dan beri
bahagia
hingga saat ini
masih kuabadikan di
dalam hatiku.
Hingga satu rasa, dalam satu cinta
Sewaktu kita bersama dulu
Hanya kita yg tahu
Dalam mana telah cinta kita memutik.
Walau akhir ini, seakan
terpisah
Oleh masa dan susana
tak dipinta
Namun percayalah, tidak
sedikitpun
Kasihku kepadamu surut
dan berubah.
Pasti suatu masa kan bersama lagi
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Cinta yang istimewa
Walau ku tak pasti Bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kemalikan keindahan dulu.
..
Walau akhir ini, seakan
terpisah
Oleh masa dan susana
tak dipinta
Namun percayalah, tidak
sedikitpun
Kasihku kepadamu surut
dan berubah.
Pasti suatu masa kan bersama lagi
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Satu cinta yang indah
Walau ku tak pasti bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kembalikan keindahan dulu
Dengan satu rasa, dalam
satu cinta
Sewaktu kita bersama
dulu
Ku semat di dalam hati
Hingga kita kan bertemu
kemudian hari.
....
Dan
setelah ‘s secreet’ menampilkan penampilannya, barulah nomor 91 disebut, dan sekarang
giliran gue dan band gue menunjukan performa terbaik kami, kami membawakan lagu
dari the changcuters – awas angkot. Dengan irama rock guitar satu, karena Zacky
lebih memilih memainkan keyboartnya, walaupun yg dibutuhkan pemain guitar satu
lagi. Supaya lebih terbawa susana (suasana apaan, ceritanya gak nyambung
begini) sudahlah jangan banyak komen,
sekarang gue bakal tulis lirik lengkap lagunya (ditulis apa diketik ?) sudah sama saja !!
The Changcuters – Awas Angkot
Ngebut...
Ngerem...
Cabuut...
Ngetem...
Awas Angkot !! Awas Angkot !!
Awas Angkot !! Awas Angkot... !!!
Melaju serampangan di
aspal yang panasss
Tak mengindahkan
rambu-rambu lalu lintas
Tak pernah berhenti
menancapkan pedal gas
Tak pedulukan
orang-orang yang melintasss...
Awas Angkot !!
Awas Angkot !!
Awas Angkot !! Awas
Angkot... !!!
....
Melaju serampangan di
aspal yang panasss
Tak mengindahkan
rambu-rambu lalu lintas
Tak pernah berhenti
menancapkan pedal gas
Tak pedulukan
orang-orang yang melintasss...
Awas Angkot !!
Awas Angkot !!
Awas Angkot !!
Awas Angkot....!!
Ngebut...
Ngerem...
Cabut...
Ngetem...
Awas Angkot !!
Awas Angkot !!
Awas Angkot !!
Awas Angkot........!!!!!!
...
Terlihat
wajah ke empat dewan juri seperti tidak puas dengan penampilan kami.
Juri 1 ; penampilan kalian diluar
dari perkiraan
Juri 2 ; kaian berani memainkan musik
rock seperti ini, kalian terlalu semangat sehingga kalian tidak bisa mendengar
musik yg dibawakan oleh kalian sendiri.
Juri 3 ; no comment
Juri 4 ; saya suka musik rock tapi
saya tidak suka dengan band kalian, lebih baik sekarang kalian keluar.
Gue anggap itu sebuah penolakan, kami
mulai berjalan untuk keluar tapi salah satu juri berteriak dengan sangat
kencang kepada kami, kami semua terkejut, dan saat kami menoleh kebelakang.....
To be continue..
Dilanjut lagi di part selanjutnya
yah, tangan gue sudah pegal-pegal pengen cepat istirahat.






0 comments:
Post a Comment