LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 11 (part terakhir)
Untuk mengakhiri tahun 2015 ini, saya putuskan untuk membuat story baru. Jadi dengan berakhirnya tahun 2015 ini, story LOTF juga akan berakhir. Tapi tenang saja nanti bakal ada season 2, itu pun kalo ada yg berminat !
Saya ucapkan selamat tahun baru 2016 semoga di tahun 2016 kita semua bisa menjadi apa yg kita inginkan dan yg kita harapkan. Selamat tinggal 2015 dan selamat datang 2016. Happy new year.
Kalo dibaca sekilas story ini tidak terlalu jelek dan cukup menarik, tapi waktu gue baca lagi di part 01 sampai part 10 ceritanya mulai ngaco dan tidak sama dengan trailer yg gue harapkan di part 01, dan pemerannya juga tidak terlalu sama seperti Achan yg hanya muncul diawalnya saja.
Terima kasih buat yang sudah setia membaca dan mengomentari story ini. Mohon maaf bila ada kesalahan dan kalau bisa saya akan usahakan buat story legend of the faintoiu spesial part, maksudnya nanti cerita ini akan dilanjutkan lagi.
Tadinya mau ngeblog/mempos/mengupdate story LOTF ini besok pada hari kamis (hari terakhir di tahun 2015) berhubung saya sudah punya janji jadi saya harus menepati janji nya. oh iya,, gue lupa mau mengetik apa, jadi langsung saja ke story legend of the faintoiu part terakhir.
........,........
Gue tidak bisa menahan emosi gue lagi, amarah gue sudah tak terbendung lagi gue mengepalkan tangan gue dan memukulnya ke arah wajah Ray.
Veranda yg melihat semua ini tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa berteriak.
Terlihat banyak darah mengalir di tembok, aku menahan semua rasa sakit ini. Tak lama setelah Veranda berteriak banyak siswa yang datang dan melihat ke arah gue dan Ray, gue sadar kalau gue menjadi pusat perhatian, jadi gue putuskan untuk pergi meninggalkan mereka semua dengan rasa sakit yg amat dalam dan darah yg mengalir ditangan.
Dan mulai saat itu gue dan Ray tidak akur lagi.
Gue pulang kerumah,
“Aris,, kenapa dengan tanganmu ?” tanya ibuku terkejut setelah melihatku
“enggak apa-apa kok,” jawabku lemas
‘‘kamu harus segera ke doktor !” ajak ibuku
Di perjalanan, gue terus-terusan berfikir, entah apa yang aku fikirkan tapi yang jelas memukul tembok sekuat tenaga bukanlah ide yg bagus, tangan gue cedera dan juga tembok sekolah menjadi retak, mungkin itu karena gue memukul terlalu keras.
Dirumah sakit doktor bilang kalo tangan kanan gue tak bisa bergerak dalam beberapa bulan karena pergelangan tangan yg patah, dokter bilang gue masih beruntung karena tulang jari-jari gue tidak remuk, dokter mengira kalau gue mengalami kecelakaan. jadi untuk sementara gue belajar untuk menggunakan tangan kiri gue.
Besok harinya gue gak sekolah karena tangan gue cedera, mendengar kabar gue, kakak dan ayah tidak bekerja untuk sehari, jadi gue bisa berkumpul bareng keluarga gue, sudah lama kami tidak berkumpul seperti ini. ayah, ibu, kakak, adik, dan gue berkumpul di ruang keluarga.
“kakak, aku mau bertanya,” ucap gue
“bertanya apa, silahkan saja.” jawab kakak santai
“kalo aku bertengkar dengan seeorang sahabat, apa yg harus aku lakukan ?” tanyaku
“kalian harus saling memaafkan, kalian harus akur lagi,” ucapnya
“Tapi bagaimana kalo aku sudah terlanjur membencinya ?”
“semua orang boleh bertengkar, termasuk teman, sahabat, pacar, bahkan kita juga pernah bertengkar, Tapi setelah kita bertengkar kita harus cepat berbaikan lagi.” jawab kakak
“kamu tidak boleh membenci orang lain, karena membenci orang lain itu perbuatan tidak baik.” sambung ayah
Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu, ayah membukakan pintu.
“Aris, ada yg mau menjenguk kamu,” teriak ayah tak terlalu keras
“siapa ?” tanyaku
“dia seorang wanita.”
“tumben ada cewek datang sendirian ke rumah, selain Achan tidak ada lagi yang mau datang kesini, dia pacar kamu yah ?” rayu ibuku
“perasaan aku gak punya pacar,” ucap gue pelan
“bohong,, waktu itu disini kamu pernah masak bareng dengan cewek cantik, itu pacar kamu kan ?” sambung kakak
Daripada gue terus-terusan mendengar ocehan ibu dan kakak, aku putuskan untuk melihat sendiri, dan begitu aku melihat keruang tamu ternyata itu Veranda.
“dia mau menjenguk kamu, sebaiknya kalian ngobrol ngobrol dulu !” perintah ayah pada kami
“aku tidak mengenal dia, aku mau keluar sebentar,” ucap gue
“hei,, dia sudah datang untuk menjenguk, masa kamu pergi !?” teriak ayah tapi gue terus berjalan
Akhirnya Veranda pulang dan semenjak itu gue tidak pernah bertemu dengannya lagi.
.........
Hari demi hari kulewati sendiri, aku sudah mulai terbiasa menggunakan tangan kiriku sebaik tangan kananku, saat aku kembali ke sekolah terlihat di pos satpam tidak ada yg menghapus darahku yg menempel pada temboknya. Iya,, pada saat itu aku tidak memukul kepala Ray tapi aku memukul tembok dengan sekuat tenagaku sampai tanganku menjadi begini. tapi itu semua tidak penting, yang jelas memukul tembok sekuat tenaga bukanlah ide yg bagus
Beberapa bulan berlalu dan Ujian semester sudah dimulai, entah mengapa hari itu sangatlah berbeda, Achan, Kriz, Zacky, bahkan Kelvin tidak menemaniku disaat jam istirahat, hanya Diego yg selalu setia menemaniku.
“aku tidak terlalu peduli dengan semua ini, tapi loe dan Ray harus segera baikkan !” ucap diego
“kenapa ?” tanya gue
“supaya kita bisa berkumpul, bermain, dan bercanda bareng lagi seperti dulu.” jawabnya
..........
Ujiaan smester sudah selesai, selanjutnya diisi dengan liburan dan gue hanya dirumah saja, sampai tak terasa liburan sudah berakhir, masa-masa sekolah sangatlah sibuk, sampai akhirnya ujian kelulusan pun tiba, memang bukan hanya nilai ujian saja yg menentukan kelulusaan, nilai sehari-hari juga ikut menentukan lulus atau tidaknya kami.
Ujian berlangsung dengan tenang dan tangan kanan gue juga sudah bisa digunakan lagi, Kelvin tiba-tiba datang menemuiku.
“ada apa ?” ucap gue
“gak ada apa-apa, tapi gue cuma mau mengingatkan kalo loe dan Ray sudah berteman sejak kecil, kalian selalu akur tapi karena satu masalah yg cukup sepele, loe melupakan persahabatan loe dan kami selaku sahabat kalian berdua yg menjadi korbannya.” ucapnya
“kenapa loe bicara seperti ini ?”
“apakah loe masih belum sadar juga, loe terlalu egois !” ucapnya
“trimakasih atas sarannya tapi gue tidak memerlukannya,” kata gue lalu meninggalkannya.
..........
Upacara kelulusan untuk kami kelas 3 sudah dipersiapkan, acaranya akan dilaksanakan cukup berkesan dan acaranya juga akan disatukan dengan acara kenaikan kelas 1 dan 2 SMA.
Besok adalah hari terakhir kami menjadi murid di SMA itu, tapi malam harinya aku tidak bisa tidur, entah apa yg gue pikirkan tapi gue mengingat hal yg menyenangkan bersama dengan Ray, Veranda dan teman-teman the faintoiu, gue teringat kata-kata dari setiap orang yg memberiku saran untuk berbaikan dengan Ray.
“semua orang boleh bertengkar, termasuk teman, sahabat, pacar, bahkan kita juga pernah bertengkar, Tapi setelah kita bertengkar kita harus cepat berbaikan lagi.” itu ucapan kakak
“kamu tidak boleh membenci orang lain, karena membenci orang lain itu perbuatan tidak baik !” kata ayah gue ini selalu mengelilingi otakku
“aku tidak terlalu peduli dengan semua ini, tapi loe dan Ray harus segera baikkan !”
“loe terlalu egois,” kalimat itu selalu muncul dalam pikiran gue
Apa gue terlalu egois, ya itu memang benar. Gue bertengkar tanpa mau mengetahui apa yg menjadi masalahnya.
##
sementara itu,
Dikamar Ray, Ray selalu menatap bass yg menggantung di kamarnya, tapi bass itu bukanlah miliknya melainkan masih milik gue karena gue hanya meminjamkannya.
sementara itu,
Dikamar Ray, Ray selalu menatap bass yg menggantung di kamarnya, tapi bass itu bukanlah miliknya melainkan masih milik gue karena gue hanya meminjamkannya.
##
Pagi yg tidak terlalu cerah, gue pergi memakai jas hitam untuk menghadiri upacara perpisahan gue, saat semuanya bersalaman tanda perpisahan hampir semuanya menangis kecuali gue dan beberapa teman gue yg hatinya masih tegar dan merasa tidak akan pernah berpisah.
Sampai acaranya berakhir, gue tak sanggup untuk meminta maaf kepada Veranda dan Ray, mungkin gue akan dibenci selamanya oleh mereka berdua.
Tujuh hari setelah upacara kelulusan itu panitia mengadakan reuni singkat di halaman sekolah dan semuanya harus meluangkan waktu untuk itu karena seluruh guru akan hadir termasuk kepala sekolah yg dulu.
Hari berlalu begitu saja, sampai tiba waktunya gue harus menghadiri acara reuni itu, semua murid yg menghadiri reuni itu memakai baju seragam sekolahnya masing-masing, terlihat panggung yg tidak cukup besar ada dihalaman sekolah, kami berbincang-bincang mengenang masa lalu di sekolah.
Acaranya dibuka, Diego menjadi mc untuk membuka acaranya, hiburannya hanyalah pertunjukan dari alumni itu atau kami yg bersedia tampil ke atas panggung dan pidato dari guru, panitia, kepala sekolah, dll.
Acaranya berlangsung meriah, canda tawa juga terlihat dengan jelas, sampai pada penghujung acaranya, Kelvin dan bandnya (s secreet) menutup acaranya dengan sebuah lagu.
Dan setelah s secreet selesai, Veranda dan bandnya sudah menunggu di stage karena mereka juga akan memainkan sebuah lagu.
“lagu ini aku persembahkan untukmu Aris, maafkan aku. Aku tidak peduli kamu mau maafin aku atau masih akan terus membenciku tapi aku selalu menganggap kamu orang yg hebat, aku mengagumi kamu disaat kita pertama bertemu, dan aku.. aku.. aku mencintaimu.” ucap Ve *seketika hening dan semuanya melihat kearahku*
Veranda mulai bernyanyi lagu Eren – Takkan Pisah
Dan ini lirik lagu Eren – takkan pisah
Sayang aku ingin berbicara kepadamu
Tentang apa yang tengah aku rasakan
Ada apa ada apa katakanlah semuanya
Ku kan dengarkan duhai cintaku
Bila nanti orang tuamu tak meridhoi
Dengan apa yang kurasakan padamu
Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya
Begitupun orang tuaku
Kau takkan tinggalkanku
Takkan pernah sayangku
Janjimu janjiku untukku
*
Takkan ada yang bisa pisahkan kita
Sekalipun kau telah tiada
Akan kupastikan
Ku kan memeluk mencium di surga
Jangan kau pergi tinggalkan Aku
Bawa aku kemana kau mau
Janji ku padamu Jiwa dan ragaku
Mati pun ku mau
Back to *
Tentang apa yang tengah aku rasakan
Ada apa ada apa katakanlah semuanya
Ku kan dengarkan duhai cintaku
Bila nanti orang tuamu tak meridhoi
Dengan apa yang kurasakan padamu
Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya
Begitupun orang tuaku
Kau takkan tinggalkanku
Takkan pernah sayangku
Janjimu janjiku untukku
*
Takkan ada yang bisa pisahkan kita
Sekalipun kau telah tiada
Akan kupastikan
Ku kan memeluk mencium di surga
Jangan kau pergi tinggalkan Aku
Bawa aku kemana kau mau
Janji ku padamu Jiwa dan ragaku
Mati pun ku mau
Back to *
“... tak terasa sudah sore saja, dan acaranya juga sudah berakhir, trimakasih kepada sponsor dan juga s secreet yg sudah meminjamkan alat musiknya yg keren, sayang sekali padahal ada satu band lagi yg belum maju untuk menampilkan penampilan mereka, baiklah saya tutup saja acara ini ...” itulah sebagian kalimat yg diucapkan Diego.
Tapi disaat semuanya hendak keluar, Ray berlari menaiki panggung dan langsung berbicara lewat mikropon.
“kakak,, aku sudah tidak bisa menunggu lagi, aku sudah bosan, aku mau kita berteman lagi seperti dulu, dengarlah permintaan maafku, tolong maaf kan aku kak, aku sangat menyesal...”
Disaat Ray mengatakan semua itu, semua yg mendengarnya melihat kearah gue, belum selesai dia mengatakan semuanya gue mulai berdiri dan beranjak untuk pergi.
“kakak, kakak,, jangan pergi dulu, dengarkan aku, kakak,,” teriak Ray, Ray mengambil bass yg ada dipinggir panggung dan memainkannya, “apakah kakak lupa, bass milik kakak masih ada padaku, dan apakah kakak lupa dengan lagu ini ?”
Gue tak menghiraukannya , dan terus berjalan dengan perlahan.
“kakak, ku selalu percaya, hari esok nanti pasti kan gemilang lagi, maka kelulusan ini....” Ray bernyanyi dan gue berhenti tepat didepan Kelvin, Kelvin memberikan pick guitar miliknya, gue gak tahu apa yg dimaksud Kelvin.
“mainkanlah satu lagu untuk kami !” setelah Kelvin mengatakan itu, gue mengerti dan langsung mengambilnya, gue menggenggamnya dengan sekuat tenaga, semua yg melihat mengira kalau gue mengepalkan tangan untuk memukul Ray.
Gue menaiki panggung untuk menemui Ray, Ray terlihat sedikit gemetar. “kau sudah lupa, lagu ini hanya boleh dimainkan di festival,” ucap gue.
“bukankah peraturan dibuat untuk dilanggar !?” jawabnya sedikit tersenyum
“iya,, maafkan gue, gue terlalu egois,”
“tidak,, aku yg seharusnya minta maaf, tapi bass milik kakak masih ada dirumahku,” jawab Ray
“tak apa, itu untukmu !” balas gue. Ray mengucapkan trimakasih.
Sementara itu, Veranda yg ada di bawah berlari keatas panggung, dia juga mau meminta maaf pada gue, yaa,, itu semua bukan salah mereka melainkan salahku yg terlalu egois dan tidak mau mendengar penjelasan mereka. Gue, Ray, dan Ve berjanji untuk tidak akan bertengkar lagi. Kriz dan Zacky juga menaiki panggung (lohh, untuk apa !?),
“inilah lagu terakhir dari the faitoiu !!” teriak Kriz kepada semua orang.
Kami memainkan lagu dari AKB48 – give me five versi the faintoiu, Veranda turun dari panggung dan menangis terharu, begitu juga yg menyaksikan kami, yg tadinya tersenyum, tertawa seketika menangis karena terharu.
“seharusnya ini menjadi reuni yg menyenangkan, tapi kenapa malah jadi seperti ini !?” keluh Diego sampil mengusap air matanya sendiri.
Baiklah, untuk menutup story Legend Of The Faintoiu saya akan tuliskan lirk lagu dari AKB48 – Give Me Five versi indonesia
Kurang lebih seperti inilah liriknya :
Sakura yg beterbangan di jalan itu
Tak terasa sebentar lagi kita berpisah
Dan disudut salah satu tembok sekolah
Semuanya membubuhkan nama ‘tuk kenangan
Seragam ini, tak lagi dipakai
Bersama dengan musim semi yg datang
Dan ketika waktu bunga-bunga pun gugur
Kita kan memulai mimpi baru
Reff :
Sahabat, ku selalu percaya
Hari esok nanti pasti kan gemilang lagi
Maka kelulusan ini bukan sebuah akhir
Namun awal baru.
Sahabat, perpisahan ini
Juga bukan akhir dari pertemuan kita
Pasti kita kan bertemu lagi suatu hari
Then so now give me five
Semua foto yang kita ambil bersama
Adalah tanda mata yg menghubungkan kita
Tawa dan juga pertengkaran yg t’lah lewat
Juga tanda mata yang tak akan terlupakan
Dan semuanya lihatlah kembali
Ruang kelas yg penuh dengan memori
Mungkin kini berseri karena harus berpisah
Dan masa depan telah menanti
Reff 2 :
Tangisan, dari anak kecil
Tanda kehidupan saat mereka dilahirkan
Banyak hal yang t’lah terjadi
Dan membuat mereka menjadi dewasa
Tangisan, yg kini keluar
Tanda bahagia akan kelulusan ini
Juga tanda terima kasih untukmu sahabat
Soro give me five...
(Solo guitar)
Sahabat, ku selalu percaya
Hari esok nanti pasti kan gemilang lagi
Maka kelulusan ini bukaan sebuah akhir
Namun awal baru.
Sahabat, perpisahan ini
Juga bukan akhir dari pertemuan kita
Pasti kita kan berjumpa lagi suatu hari
pesona give me five....
TAMAT
pengarang : Aris ginastiar
pengecekan : Aris ginastiar
penyusun : Aris ginastiar
pengatur alur :Aris ginastiar
tata ketik : Aris ginastiar
story by : Aris ginastiar
special thanks : Aris and Kriz
jika ada keluhan, saran atau yg
lainnya silahkan kirim komentarnya, atau bisa juga dikirim ke alamat email : ArisMistequen @gmail.com
sekian dan terimakasih.






0 comments:
Post a Comment