LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 08
Tiba-tiba datang seseorang yg mengenakan jacket kulit berwarna hitam,
saat dia membuka helmnya ternyata ia adalah kakakku, tidak seperti biasanya ia
pulang, kakak menghampiriku dan bertanya “siapa dia ?, pacar baru yah !!” ucap
kakak
“pengennya
sih begitu, tapi untuk sekarang dia belum menjadi pacarku,” jawab gue.
“kalau seandainya nanti kamu pacaran
dengan dia (Aris) kamu harus berhati-hati karena dia itu orangnya nakal dan sulit diatur,”
ucap kakak pada Veranda, sedangkan Veranda Cuma tersenyum saja.
Kakak
menyuruh aku dan Veranda masuk ke dalam rumah, kami duduk di ruang tamu dan kakak
mulai membuka perbincangan.
“eh,,
tadi kita belum kenalan, perkenalkan saya Aldi kalo nama kamu ?” tanya kakak
pada Veranda sambil menyodorkan tangannya pertanda kakak ingin bersalaman
“namanya
veranda,” ketus gue
“ciyee,,
cemburu nih..” sindir kakak pada gue
“yahh,”
jawab gue
Tapi
kenapa perasaan gue menjadi gak enak, yasudahlah mungkin ini Cuma perasaan gue
saja.
“oh
iya, sifat dia sekarang gimana, apakah masih nakal ?” tanya kakak lagi pada Veranda
“aku
kurang tahu, soalnya aku baru beberapa bulan sekolah disana, tapi kalo menurut
aku dia orangnya baik, lucu dan asyik diajak bicara.”
“aku
tidak percaya, soalnya dulu waktu smp dia sangatlah nakal, bahkan sampe ikutan
geng motor, dia gak mau diatur sama orang lain, bahkan dia pernah berkelahi
sampai lawannya dirawat beberapa bulan dirumah sakit,” sambung kakak
“benarkah
??” tanya Ve padaku.
“gimana
yah,, tapi itu dulu dan geng motor aku juga gak pernah berbuat kriminal,”
jawabku
“yahh,,
sekarang sih memang dia terlihat berbeda, dia terlihat lebih santai. Oh iya,,
kamu bilang dia asyik diajak ngobrol ?” ucap kakak
“iya,”
jawab Veranda singkat
“bukankah
dia kalo diajak ngobrol suka gak nyambung dan suka bikin kesal lawan bicaraya !?” sambung
kakak
“mungkin
juga, tapi kalo denganku dia tidak begitu, dia humoris,” ucap Veranda
“tuh
kan kak, sekarang aku itu humoris bukan nakal,” ejek gue pada kakak
Kakak pergi kedapur untuk mencari
makanan tapi tidak ada makanan sama sekali mie instan juga tidak ada, kakak
memanggilku dan menyuruh aku memasak, sebenarnya aku tidak mau tapi aku kasihan
pada kakak, mungkin dia sudah kelaparan dan juga dia tidak bisa memasak.
Aku
menurut saja tapi aku tidak tahu harus masak apa, tapi untungnya Veranda ikut
kedapur untuk membantuku memasak, kami pun mengobrol.
“sebenarnya
kamu tidak usah repot-repot membantuku,” ucap gue
“aku
Cuma tidak percaya orang senakal kamu bisa memasak, kalo nanti kakak kamu
keracunan gimana !?” jawab Veranda
“memangnya
aku sekejam itu ?” tanya gue
“kata
kakak kamu sih begitu,” jawabnya
“mungkin
dulu aku memang nakal, tapi sekarag aku sudah berubah, setelah lulus smp. Aku, Ray dan Kelvin memilih sekolah yg berbeda dengan teman aku yg lainnya, supaya
aku tidak salah bergaul, dan juga aku bersyukur karena aku bisa mengenal kamu
disekolah itu,” sambung gue
“dasar
gombal,, memangnya kenapa sih kamu nakal ?” tanya Veranda
“mungkin
karena aku kurang kasih sayang orang tua,” balas gue
“kamu
jangan bicara begitu, kamu harus tetap sayang pada orang tua kamu, karena tenpa
mereka kamu tidak akan ada di dunia ini.” ucap Veranda
“aku
sangat menyayangi mereka, aku tidak pernah membenci mereka tapi yaa seperti
itulah saat aku sekitar 5 tahun mereka selalu sibuk dengan pekerjaan karena
harus ngurusin ini itu sampai mereka lupa kalo ada aku anaknya, dan saat aku
masuk SD mereka sibuk dengan adik baru aku, aku seperti diterlantarkan untung
ada kakak yg selalu ngejagain aku.”
sambung gue
“tunggu
dulu, kenapa ceritanya jadi seperti ini ?” potong veranda
“kamu
dengerin dulu, waktu aku kelas 6 orang tuaku tidak ingat kalau aku harus ujian
dan harus memilih untuk dilanjutkan ke SMP yg mana, aku daftar dan ngurus ini itu
sendiri dan aku ikut saja dengan teman-teman. Aku minta baju seragam SMP tapi
mereka tidak kunjung membelinya karena sibuk ngurusin kakak yg dapet beasiswa
kuliah di luar kota.” lanjut gue
“
kalo orang tuamu tidak membelikan baju seragam, terus kamu sekolah pake baju
apa ?” tanya ve
“ya
pake baju seragam bekas kakak, tapi ngomong-ngomong bau apa ini, seperti bau
gosong.” jawab gue
“ya
ampun aku lupa, masakannya gosong !!” ucap Ve sambil tersenyum
Gue gak tahu harus gimana lagi,
apalagi masakannya sudah gosong begini, gue menyuruh Ve untuk membuang makanan
yg gosong itu tapi tangannya malah menyentuh wajan yg panas, aku coba mengobati
tangannya tapi kakak datang dan mengejutkan kami berdua, kakak kira kami sedang
berbuat mesum karena bukti ada di depan matanya, Veranda membelakangi tembok
dan posisiku didepan Veranda sedang memegang tangannya, masakannya gosong, dan Veranda terlihat kesakitan.
Akhirnya gue menyuruh Veranda untuk
menjelaskan semua ini, kalau gue tidak pernah berbuat macam-macam pada Ve,
didapur tinggal gue sendiri, dan akhirnya gue gue juga yg masak.
Makanannya sudah siap, kebetulan
adik gue juga sudah datang, jadi kami makan bersama walaupun tanpa orang tua
gue, gue mengajak Veranda untuk makan disini, dia terlihat menikmati masakan
gue, kalo adik gue jangan ditanya lagi dia makan sangat lahap, kakak gue juga
tidak terlihat kesal apalagi marah.
Hari mulai sore, Veranda pulang
kerumahnya naik mobil yg ia bawa, adik gue mengira kalau cewek cantik yg tadi
adalah pacar gue padahalkan belum, gue coba meminta maaf dan menjelaskan kejadian
tadi pada kakak, walaupun sebenarnya Veranda sudah menjelaskannya, tapi dia
malah menolak penjelasan gue dan berkata “sebenarnya kakak berharap penjelasan
kalian itu bohong, kakak berharap sebentar lagi kakak punya keponakan, supaya
nanti kakak tidak canggung dengan anak kecil,” ucap kakak gue
Gue berpikir apakah kakak
memperbolehkan aku untuk melakukan hal yg negatif itu, gue tidak mengerti apa
yg kakak pikirkan.
Keesokan harinya Veranda memberitahukan kepada teman-teman gue termasuk Achan dan Diego kalau gue bisa memasak,
teman-teman gue hanya menjawab kalau mereka sudah tahu, dan Ray menunjukan
gambar gue sedang memasak di restoran bintang lima, walaupun sebenarnya itu gue
sedang ikut lomba memasak yg kebetulan lokasinya di restoran besar.
Pulang sekolah gue dan the faintoiu
melihat ruang musik sedang kosong, jadi kami putuskan untuk latihan disini
saja, dan besok juga pengumuman mengenai band yg masuk 20 besar di radio.
Kami
mulai dengan pengecekan sound systemnya dulu, gue memberi aba-aba “P4,” gue
menggunakan kode supaya Cuma kami saja yg tahu.
“p4
itu yg mana ?” ucap Zacky
“itu loh
yg creng-creng-cung-cong-creng.” jawab Ray
“kenapa
gak sekalian cireng aja,” ucap Kriz tidak terlalu keras
“oh,,
sekarang gue inget, tapi gue lebih suka yg P2 dan P3,” sambung Zacky
“kalu
begitu gue suka P6.” jawab gue
“bukannya
kita baru buat sampe P5 ?” tanya Ray
“iya
juga sih,” sambung Zacky
“daritadi
P2 P4 P6, kenapa gak sekalian saja PEA.” ucap kriz
“sudahlah,
jangan membuat gue kesal, ayo kita mulai P4,” ucap gue
Kami pun mulai memainkan alat
musiknya, dengan instrument yg kami buat sendiri.
Tanpa disadari Veranda dan bandnya mengintip kami
yg sedang latihan di jendela.
“mereka
kompak juga yah,” ucap Adien guitarisnya the heirs of song
“iya,”
balas Remon bassisnya the heirs of song
“tidak
disangka mereka bisa sekompak ini, padahalkan mereka band baru.” ucap Adien lagi
“iya,”
balas Remon
“kita
juga harus berusaha supaya kita bisa lebih bagus dari mereka,” ucap Adien
“iya,”
balas Remon
“kita
tidak boleh menganggap remeh mereka,” ucap Adien
“iya,”
balas Remon
“daritadi
loe cuma bilang ‘iya’ doang !”
“iya,”
“memangnya
gak ada kata lain selain iya ?” tanya Adien
“iya,”
balas Remon
“lama-lama
loe bikin gue kesal,” ucap Adien
“memangnya
gue harus bilaang apa ?” tanya Remon
“sudahlah,
kalian diam saja” ucap Tomi drummer mereka
“iya,”
balas remon *Seketika hening*
“kalian
tau gak kalo Aris pintar memasak ?” ucap Veranda
“
iya,” balas Remon,
“kalo
yg itu semua yg ada disini juga sudah tahu.” sambung Tomi
Tiba-tiba Kelvin dan bandnya datang mengejutkan mereka yg sedaang mengintip di balik
jendela.
“kalian
sedang apa ?” ucap Kelvin tiba-tiba yg membuat semuanya kaget, Kelvin menyuruh
mereka semua masuk, 3 band dalam satu ruangan berkumpul, ehh tunggu dulu untuk
apa kami berkumpul ?? yasudahlah gue dan the faintoiu memutuskan untuk pergi
saja tapi Kelvin menahan gue supaya gue gak pergi.
“gue
menantang loe main keyboart atau piano !” teriak Kelvin
“kenapa
harus gue sih, kan masih banyak yg lain,” balas gue
“karena
loe yg menjadi rival sejati gue.” sambung Kelvin
“loe
marah sama gue ?” tanya gue
“bukan
begitu, loe sahabat sejati gue” balas Kelvin
“terus
kenapa loe menantang gue ??” tanya gue
“karena,,,
dari dulu gue selalu dibanggakan, dihormati, dan dihargai oleh semua orang
karena gue mempunya banyak bakat, tapi setelah gue mengenal loe, loe selalu
nyuruh gue seolah-olah loe itu segalanya, semua bakat yg gue miliki selalu saja
kalah.” balas kelvin
“gue
gak ngerti,” ucap gue
“gue
pikir gue bisa segalanya, tapi loe bisa melakukan itu lebih baik dari gue,”
jelas Kelvin, dan gue Cuma mengangguk saja
“memangnya
loe ngerti ?” bisik Kriz kepada gue
“enggak,”
balas gue pelan
“mungkin
bermain drum, loe sudah ahli karena dulu waktu smp loe menjadi drummer,” ucap Kelvin
“gue
baru tahu kalau mereka pernah buat band waku smp,” ucap temen Kelvin
“loe
jangan gaanggu dia, dia sedang bicara.” sambung temen Kelvin yg satunya lagi
“iya
maaf,”
“bermain
bass juga loe sudah bisa karena dulu loe yg ngajarin Ray, bernyanyi dan bermain
guitar juga tidak diragukan lagi, loe bisa membawa band loe sejauh ini. Jadi
gue menantang loe bermain keyboart,” jelas Kelvin
“ini
tidak adil, seharusnya kita duel dengan semua alat musik yg ada disini,” pinta
gue
“
baiklah gue setuju, tapi Cuma 4 alat musik saja, bass, guitar, drum dan piano
atau keboart.” ucap Kelvin
“ada
apa disini, rame sekali, jangan berbuat yg seenaknya,” teriak Diego yg baru saja
datang
Karena Diego sudah datang, jadi gue
dan kelvin memutuskan menjadikannya sebagai wasit, dan ke-5 personil the heirs
of song menjadi juri yg menentukan siapa yg lebih jago main musik antara gue
dan Kelvin.
Baiklah, pertandingan pertama yaitu
memainkan bass, Diego menyebutkan peraturannya. Gue dan Kelvin boleh menyuruh band masing-masing untuk
mengiringi permainan bassnya. Dipermainan ini gue menang karena ada 3 orang yg
menyukai permainan gue sementara kelvin hanya 2 orang.
Permainan ke 2, guitar. Peraturannya
masih sama the faintoiu dan s secreet boleh mengiringi permainan gue dan Kelvin, dipermainan ini gue kalah telak. Karena hanya satu orang yg memilih
gue, yg lainnya memilih Kelvin.
Permainan ketiga, drum. Peraturannya
diubah oleh diego, gue dan kelvin harus bermain solo drum, Kelvin main terlebih
dulu dan gue lihat dia terlalu sombong untuk mempertunjukan aksi main drumnya
itu, kalo gue sih mainnya biasa namun dengan sedikit trik dan gaya (itu namanya
juga sombong) dan dipermainan ini gue menang lagi dengan skor yg sama lagi 3-2.
Permainan terakhir, piano/kebort.
Peraturannya bebas, gue dan Kelvin boleh diiringi oleh bandnya masing-masing,
kami juga boleh mengcover lagu, kami boleh memainkan instrumentnya saja,
pokonya terserah gue dan Kelvin saja.
Kelvin
bermain terlebih dulu diiringi oleh s secreet, kalo diperhatikan dengan jelas permainan
keyboart nya terlihat masih kaku dan dia juga masih harus belajar lagi untuk
mengganti tonenya, karena beberapa kali dia salah, tapi kalo Cuma sekilas
terlihat bagus.
Sekarang
sudah saatnya gue bermain tapi gue masih ragu, Kelvin memanas-manasi gue, dia
bilang pengecutlah, gak bisalah, dan lahlah yg lainnya.
“loe
niat banget ngejek gue !!” ucap gue
“sorry,
gue Cuma mau lihat loe bermain piano,” balas Kelvin
“memangnya
kenapa kalo gue gak bisa main piano ?” tanya gue
“ya
enggak apa-apa, tapi masa orang multitalenta seperti loe gak bisa main.” ucap Kelvin menjawab pertanyaan gue
“ya,,
kita anggap seri sajalah permainan ini,” ucap gue
“kenapa
harus seri ?” tanya Kelvin
“kan
dipermainan sebelumnya gue menang tipis 2-1, jadi kalo dipermainan ini gue
kalah, skor kita imbang kan ?” balas gue
“iya
yah, kalo begitu maafin gue yah atas semuanya, kita masih menjadi sahabat kan ?”
ucap Kelvin
“loe
gak usah minta maaf, kita masih sahabat kok,” ucap gue
“hey,,
sebaiknyaa kita lanjutkan permainannya, gue masih penasaran.” teriak Adien yg
menjadi juri
“iya,”
sambung Remon
“walaupun Aris sudah pasti kalah dipermainan ini, setidaknya mainkan dulu, supaya kita
juga bisa lihat !” teriak Adien lagi
“kalo
gue sudah bermain piano, Kelly Clarkson, Mozart, Wolfgang Amadeus dan Ludwin Van Beethoven juga
kalah.” teriak gue untuk membalas Adien
“sstt,,,
apa benar kalo loe main mereka bisa kalah ?” bisik Diego kepada gue
“ya
enggak lahh, yg sudah pasti kalah itu gue,” bisik gue
Harus
gimana lagi, mau gak mau gue harus nunjukin kehebatan gue, “ayo,, kita buktikan
kalo loe juga bisa bermain keyboart,” ucap Kriz menyemangati gue, namun gue tolak
karena gue mau main solo piano.
Gue memulai dengan kunci C, tidak usah rumit-rumit gue main pake sistem
do-mi-sol saja kok, tangan kiri gue menekan root/bass atau chordnya lagu,
sedangkan tangan kanan gue menekan tuts melody secara random, melody itu bisa
berbentuk melody seperti suara nada vokalnya (instrument) maupun melody untuk
musik biasa, tapi kenapa gue malah menjelaskan cara bermain piano sih,,
ya sudahlah kembali lagi ke ceritanya.
Yahh,, sudah tidak diragukan lagi,
gue pemenang di permainan terakhir, kelvin menyesal sudah ngajak gue duel
apalagi dia Cuma bisa menang satu kali yaitu dipermainan guitar, tapi tak apa
lah.
Karena hari juga sudah menjelang
sore, gue memutuskan kalo hari ini dan besok the faintoiu tidak latihan, tapi
jam 04 sore semua personil the faintoiu harus sudah siaga di markas tempat kita
latihan.
Keesokan harinya jam 04 sore, kami
menunggu pengumuman mengenai siapa saja yg masuk ke-20 besar band vestifal
diradio, acaranya sudah dimulai. Gue, Ray, Zacky, dan Kriz langsung merapat
untuk mendengarkannya.
“yah
kali ini gue akan mengumumkan mengenai siapa saja yg masuk 20 besar di vestifal
band nusantara yg kebetulan diselenggarakan disini, tapi sebelumnya...” gue
dengerin penyiar radio itu sampe ngantuk, pembukaannya lama banget, jadi gue skip
saja, langsung ke band pertama saja.
Penyiar radio itu bikin kami semua kesal, ini dia katanya mengenai band pertama yg
masuk 20 besar.
“...dan
band pertama yg sudah dipastikan masuk ke 20 besar adalah...... the.... fa....
pasti penasaran yah !! hehehe jangan
terlalu tegang deh, santai saja bray, band yg pertama masuk 20 besar adalah the
fa..”
To
be continued..
Next
part is amazing






0 comments:
Post a Comment