About

Thursday, December 10, 2015

LEGEND OF THE FAINTOIU part 08



LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 08
Tiba-tiba datang seseorang yg mengenakan jacket kulit berwarna hitam, saat dia membuka helmnya ternyata ia adalah kakakku, tidak seperti biasanya ia pulang, kakak menghampiriku dan bertanya “siapa dia ?, pacar baru yah !!” ucap kakak

“pengennya sih begitu, tapi untuk sekarang dia belum menjadi pacarku,” jawab gue.
“kalau seandainya nanti kamu pacaran dengan dia (Aris) kamu harus berhati-hati karena dia itu orangnya nakal dan sulit diatur,” ucap kakak pada Veranda, sedangkan Veranda Cuma tersenyum saja.
Kakak menyuruh aku dan Veranda masuk ke dalam rumah, kami duduk di ruang tamu dan kakak mulai membuka perbincangan.
“eh,, tadi kita belum kenalan, perkenalkan saya Aldi kalo nama kamu ?” tanya kakak pada Veranda sambil menyodorkan tangannya pertanda kakak ingin bersalaman
“namanya veranda,” ketus gue
“ciyee,, cemburu nih..” sindir kakak pada gue
“yahh,” jawab gue
Tapi kenapa perasaan gue menjadi gak enak, yasudahlah mungkin ini Cuma perasaan gue saja.
“oh iya, sifat dia sekarang gimana, apakah masih nakal ?” tanya kakak lagi pada Veranda
“aku kurang tahu, soalnya aku baru beberapa bulan sekolah disana, tapi kalo menurut aku dia orangnya baik, lucu dan asyik diajak bicara.”
“aku tidak percaya, soalnya dulu waktu smp dia sangatlah nakal, bahkan sampe ikutan geng motor, dia gak mau diatur sama orang lain, bahkan dia pernah berkelahi sampai lawannya dirawat beberapa bulan dirumah sakit,” sambung kakak
“benarkah ??” tanya Ve padaku.
“gimana yah,, tapi itu dulu dan geng motor aku juga gak pernah berbuat kriminal,” jawabku
“yahh,, sekarang sih memang dia terlihat berbeda, dia terlihat lebih santai. Oh iya,, kamu bilang dia asyik diajak ngobrol ?” ucap kakak
“iya,” jawab Veranda singkat
“bukankah dia kalo diajak ngobrol suka gak nyambung dan suka bikin kesal lawan bicaraya !?” sambung kakak
“mungkin juga, tapi kalo denganku dia tidak begitu, dia humoris,” ucap Veranda
“tuh kan kak, sekarang aku itu humoris bukan nakal,” ejek gue pada kakak
            Kakak pergi kedapur untuk mencari makanan tapi tidak ada makanan sama sekali mie instan juga tidak ada, kakak memanggilku dan menyuruh aku memasak, sebenarnya aku tidak mau tapi aku kasihan pada kakak, mungkin dia sudah kelaparan dan juga dia tidak bisa memasak.
Aku menurut saja tapi aku tidak tahu harus masak apa, tapi untungnya Veranda ikut kedapur untuk membantuku memasak, kami pun mengobrol.
“sebenarnya kamu tidak usah repot-repot membantuku,” ucap gue
“aku Cuma tidak percaya orang senakal kamu bisa memasak, kalo nanti kakak kamu keracunan gimana !?” jawab Veranda
“memangnya aku sekejam itu ?” tanya gue
“kata kakak kamu sih begitu,” jawabnya
“mungkin dulu aku memang nakal, tapi sekarag aku sudah berubah, setelah lulus smp. Aku, Ray dan Kelvin memilih sekolah yg berbeda dengan teman aku yg lainnya, supaya aku tidak salah bergaul, dan juga aku bersyukur karena aku bisa mengenal kamu disekolah itu,” sambung gue
“dasar gombal,, memangnya kenapa sih kamu nakal ?” tanya Veranda
“mungkin karena aku kurang kasih sayang orang tua,” balas gue
“kamu jangan bicara begitu, kamu harus tetap sayang pada orang tua kamu, karena tenpa mereka kamu tidak akan ada di dunia ini.” ucap Veranda
“aku sangat menyayangi mereka, aku tidak pernah membenci mereka tapi yaa seperti itulah saat aku sekitar 5 tahun mereka selalu sibuk dengan pekerjaan karena harus ngurusin ini itu sampai mereka lupa kalo ada aku anaknya, dan saat aku masuk SD mereka sibuk dengan adik baru aku, aku seperti diterlantarkan untung ada kakak yg selalu ngejagain aku.”  sambung gue
“tunggu dulu, kenapa ceritanya jadi seperti ini ?” potong veranda
“kamu dengerin dulu, waktu aku kelas 6 orang tuaku tidak ingat kalau aku harus ujian dan harus memilih untuk dilanjutkan ke SMP yg mana, aku daftar dan ngurus ini itu sendiri dan aku ikut saja dengan teman-teman. Aku minta baju seragam SMP tapi mereka tidak kunjung membelinya karena sibuk ngurusin kakak yg dapet beasiswa kuliah di luar kota.” lanjut gue
“ kalo orang tuamu tidak membelikan baju seragam, terus kamu sekolah pake baju apa ?” tanya ve
“ya pake baju seragam bekas kakak, tapi ngomong-ngomong bau apa ini, seperti bau gosong.” jawab gue
“ya ampun aku lupa, masakannya gosong !!” ucap Ve sambil tersenyum
            Gue gak tahu harus gimana lagi, apalagi masakannya sudah gosong begini, gue menyuruh Ve untuk membuang makanan yg gosong itu tapi tangannya malah menyentuh wajan yg panas, aku coba mengobati tangannya tapi kakak datang dan mengejutkan kami berdua, kakak kira kami sedang berbuat mesum karena bukti ada di depan matanya, Veranda membelakangi tembok dan posisiku didepan Veranda sedang memegang tangannya, masakannya gosong, dan Veranda terlihat kesakitan.
            Akhirnya gue menyuruh Veranda untuk menjelaskan semua ini, kalau gue tidak pernah berbuat macam-macam pada Ve, didapur tinggal gue sendiri, dan akhirnya gue gue juga yg masak.
            Makanannya sudah siap, kebetulan adik gue juga sudah datang, jadi kami makan bersama walaupun tanpa orang tua gue, gue mengajak Veranda untuk makan disini, dia terlihat menikmati masakan gue, kalo adik gue jangan ditanya lagi dia makan sangat lahap, kakak gue juga tidak terlihat kesal apalagi marah.
            Hari mulai sore, Veranda pulang kerumahnya naik mobil yg ia bawa, adik gue mengira kalau cewek cantik yg tadi adalah pacar gue padahalkan belum, gue coba meminta maaf dan menjelaskan kejadian tadi pada kakak, walaupun sebenarnya Veranda sudah menjelaskannya, tapi dia malah menolak penjelasan gue dan berkata “sebenarnya kakak berharap penjelasan kalian itu bohong, kakak berharap sebentar lagi kakak punya keponakan, supaya nanti kakak tidak canggung dengan anak kecil,” ucap kakak gue
            Gue berpikir apakah kakak memperbolehkan aku untuk melakukan hal yg negatif itu, gue tidak mengerti apa yg kakak pikirkan.
Keesokan harinya Veranda memberitahukan kepada teman-teman gue termasuk Achan dan Diego  kalau gue bisa memasak, teman-teman gue hanya menjawab kalau mereka sudah tahu, dan Ray menunjukan gambar gue sedang memasak di restoran bintang lima, walaupun sebenarnya itu gue sedang ikut lomba memasak yg kebetulan lokasinya di restoran besar.
            Pulang sekolah gue dan the faintoiu melihat ruang musik sedang kosong, jadi kami putuskan untuk latihan disini saja, dan besok juga pengumuman mengenai band yg masuk 20 besar di radio.
Kami mulai dengan pengecekan sound systemnya dulu, gue memberi aba-aba “P4,” gue menggunakan kode supaya Cuma kami saja yg tahu.
“p4 itu yg mana ?” ucap Zacky
“itu loh yg creng-creng-cung-cong-creng.” jawab Ray
“kenapa gak sekalian cireng aja,” ucap Kriz tidak terlalu keras
“oh,, sekarang gue inget, tapi gue lebih suka yg P2 dan P3,” sambung Zacky
“kalu begitu gue suka P6.” jawab gue
“bukannya kita baru buat sampe P5 ?” tanya Ray
“iya juga sih,” sambung Zacky
“daritadi P2 P4 P6, kenapa gak sekalian saja PEA.” ucap kriz
“sudahlah, jangan membuat gue kesal, ayo kita mulai P4,” ucap gue
            Kami pun mulai memainkan alat musiknya, dengan instrument yg kami buat sendiri.
 Tanpa disadari Veranda dan bandnya mengintip kami yg sedang latihan di jendela.
“mereka kompak juga yah,” ucap Adien guitarisnya the heirs of song
“iya,” balas Remon bassisnya the heirs of song
“tidak disangka mereka bisa sekompak ini, padahalkan mereka band baru.” ucap Adien lagi
“iya,” balas Remon
“kita juga harus berusaha supaya kita bisa lebih bagus dari mereka,” ucap Adien
“iya,” balas Remon
“kita tidak boleh menganggap remeh mereka,” ucap Adien
“iya,” balas Remon
“daritadi loe cuma bilang ‘iya’ doang !”
“iya,”
“memangnya gak ada kata lain selain iya ?” tanya Adien
“iya,” balas Remon
“lama-lama loe bikin gue kesal,” ucap Adien
“memangnya gue harus bilaang apa ?” tanya Remon
“sudahlah, kalian diam saja” ucap Tomi drummer mereka
“iya,” balas remon *Seketika hening*
“kalian tau gak kalo Aris pintar memasak ?” ucap Veranda
“ iya,” balas Remon,
“kalo yg itu semua yg ada disini juga sudah tahu.” sambung Tomi
Tiba-tiba Kelvin dan bandnya datang mengejutkan mereka yg sedaang mengintip di balik jendela.
“kalian sedang apa ?” ucap Kelvin tiba-tiba yg membuat semuanya kaget, Kelvin menyuruh mereka semua masuk, 3 band dalam satu ruangan berkumpul, ehh tunggu dulu untuk apa kami berkumpul ?? yasudahlah gue dan the faintoiu memutuskan untuk pergi saja tapi Kelvin menahan gue supaya gue gak pergi.
“gue menantang loe main keyboart atau piano !” teriak Kelvin
“kenapa harus gue sih, kan masih banyak yg lain,” balas gue
“karena loe yg menjadi rival sejati gue.” sambung Kelvin
“loe marah sama gue ?” tanya gue
“bukan begitu, loe sahabat sejati gue” balas Kelvin
“terus kenapa loe menantang gue ??” tanya gue
“karena,,, dari dulu gue selalu dibanggakan, dihormati, dan dihargai oleh semua orang karena gue mempunya banyak bakat, tapi setelah gue mengenal loe, loe selalu nyuruh gue seolah-olah loe itu segalanya, semua bakat yg gue miliki selalu saja kalah.” balas kelvin
“gue gak ngerti,” ucap gue
“gue pikir gue bisa segalanya, tapi loe bisa melakukan itu lebih baik dari gue,” jelas Kelvin, dan gue Cuma mengangguk saja
“memangnya loe ngerti ?” bisik Kriz kepada gue
“enggak,” balas gue pelan

“mungkin bermain drum, loe sudah ahli karena dulu waktu smp loe menjadi drummer,” ucap Kelvin

“gue baru tahu kalau mereka pernah buat band waku smp,” ucap temen Kelvin
“loe jangan gaanggu dia, dia sedang bicara.” sambung temen Kelvin yg satunya lagi
“iya maaf,”

“bermain bass juga loe sudah bisa karena dulu loe yg ngajarin Ray, bernyanyi dan bermain guitar juga tidak diragukan lagi, loe bisa membawa band loe sejauh ini. Jadi gue menantang loe bermain keyboart,” jelas Kelvin
“ini tidak adil, seharusnya kita duel dengan semua alat musik yg ada disini,” pinta gue
“ baiklah gue setuju, tapi Cuma 4 alat musik saja, bass, guitar, drum dan piano atau keboart.” ucap Kelvin

“ada apa disini, rame sekali, jangan berbuat yg seenaknya,” teriak Diego yg baru saja datang
            Karena Diego sudah datang, jadi gue dan kelvin memutuskan menjadikannya sebagai wasit, dan ke-5 personil the heirs of song menjadi juri yg menentukan siapa yg lebih jago main musik antara gue dan Kelvin.
            Baiklah, pertandingan pertama yaitu memainkan bass, Diego menyebutkan peraturannya. Gue dan Kelvin  boleh menyuruh band masing-masing untuk mengiringi permainan bassnya. Dipermainan ini gue menang karena ada 3 orang yg menyukai permainan gue sementara kelvin hanya 2 orang.
            Permainan ke 2, guitar. Peraturannya masih sama the faintoiu dan s secreet boleh mengiringi permainan gue dan Kelvin, dipermainan ini gue kalah telak. Karena hanya satu orang yg memilih gue, yg lainnya memilih Kelvin.
            Permainan ketiga, drum. Peraturannya diubah oleh diego, gue dan kelvin harus bermain solo drum, Kelvin main terlebih dulu dan gue lihat dia terlalu sombong untuk mempertunjukan aksi main drumnya itu, kalo gue sih mainnya biasa namun dengan sedikit trik dan gaya (itu namanya juga sombong) dan dipermainan ini gue menang lagi dengan skor yg sama lagi 3-2.
            Permainan terakhir, piano/kebort. Peraturannya bebas, gue dan Kelvin boleh diiringi oleh bandnya masing-masing, kami juga boleh mengcover lagu, kami boleh memainkan instrumentnya saja, pokonya terserah gue dan Kelvin saja.
Kelvin bermain terlebih dulu diiringi oleh s secreet, kalo diperhatikan dengan jelas permainan keyboart nya terlihat masih kaku dan dia juga masih harus belajar lagi untuk mengganti tonenya, karena beberapa kali dia salah, tapi kalo Cuma sekilas terlihat bagus.
Sekarang sudah saatnya gue bermain tapi gue masih ragu, Kelvin memanas-manasi gue, dia bilang pengecutlah, gak bisalah, dan lahlah yg lainnya.
“loe niat banget ngejek gue !!” ucap gue
“sorry, gue Cuma mau lihat loe bermain piano,” balas Kelvin
“memangnya kenapa kalo gue gak bisa main piano ?” tanya gue
“ya enggak apa-apa, tapi masa orang multitalenta seperti loe gak bisa main.” ucap Kelvin menjawab pertanyaan gue
“ya,, kita anggap seri sajalah permainan ini,” ucap gue
“kenapa harus seri ?” tanya Kelvin
“kan dipermainan sebelumnya gue menang tipis 2-1, jadi kalo dipermainan ini gue kalah, skor kita imbang kan ?” balas gue
“iya yah, kalo begitu maafin gue yah atas semuanya, kita masih menjadi sahabat kan ?” ucap Kelvin
“loe gak usah minta maaf, kita masih sahabat kok,” ucap gue

“hey,, sebaiknyaa kita lanjutkan permainannya, gue masih penasaran.” teriak Adien yg menjadi juri
“iya,” sambung Remon
“walaupun Aris sudah pasti kalah dipermainan ini, setidaknya mainkan dulu, supaya kita juga bisa lihat !” teriak Adien lagi

“kalo gue sudah bermain piano, Kelly Clarkson, Mozart, Wolfgang Amadeus dan Ludwin Van Beethoven juga kalah.” teriak gue untuk membalas Adien
“sstt,,, apa benar kalo loe main mereka bisa kalah ?” bisik Diego kepada gue
“ya enggak lahh, yg sudah pasti kalah itu gue,” bisik gue
Harus gimana lagi, mau gak mau gue harus nunjukin kehebatan gue, “ayo,, kita buktikan kalo loe juga bisa bermain keyboart,” ucap Kriz menyemangati gue, namun gue tolak karena gue mau main solo piano.
Gue memulai dengan kunci C, tidak usah rumit-rumit gue main pake sistem do-mi-sol saja kok, tangan kiri gue menekan root/bass atau chordnya lagu, sedangkan tangan kanan gue menekan tuts melody secara random, melody itu bisa berbentuk melody seperti suara nada vokalnya (instrument) maupun melody untuk musik biasa, tapi kenapa gue malah menjelaskan cara bermain piano sih,, ya sudahlah kembali lagi ke ceritanya.
            Yahh,, sudah tidak diragukan lagi, gue pemenang di permainan terakhir, kelvin menyesal sudah ngajak gue duel apalagi dia Cuma bisa menang satu kali yaitu dipermainan guitar, tapi tak apa lah.
            Karena hari juga sudah menjelang sore, gue memutuskan kalo hari ini dan besok the faintoiu tidak latihan, tapi jam 04 sore semua personil the faintoiu harus sudah siaga di markas tempat kita latihan.
            Keesokan harinya jam 04 sore, kami menunggu pengumuman mengenai siapa saja yg masuk ke-20 besar band vestifal diradio, acaranya sudah dimulai. Gue, Ray, Zacky, dan Kriz langsung merapat untuk mendengarkannya.
“yah kali ini gue akan mengumumkan mengenai siapa saja yg masuk 20 besar di vestifal band nusantara yg kebetulan diselenggarakan disini, tapi sebelumnya...” gue dengerin penyiar radio itu sampe ngantuk, pembukaannya lama banget, jadi gue skip saja, langsung ke band pertama saja.
Penyiar radio itu bikin kami semua kesal, ini dia katanya mengenai band pertama yg masuk 20 besar.
“...dan band pertama yg sudah dipastikan masuk ke 20 besar adalah...... the.... fa.... pasti penasaran yah !! hehehe  jangan terlalu tegang deh, santai saja bray, band yg pertama masuk 20 besar adalah the fa..”

To be continued..
Next part is amazing

0 comments: