About

Wednesday, December 16, 2015

LEGEND OF THE FAINTOIU part 09



LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 09



            “... band pertama yg masuk 20 besar adalah the fantastic five.. selamat buat kalian yg sudah berusaha sekuat hercules,, eh maksudnya sekuat tenaga heheh...”
##
“yah,,,, gue pikir the faintoiu,” ucap Kriz kesal
“tenang saja, masih ada 19 band lagi,” sambung Ray
“sebenarnya gue sudah menduganya mana mungkin band kita yg pertama kali tersebut,” ucap gue menenangkan ketegangan mereka.
##
“... band yg kedua masuk 20 besar adalah es teler, eh sorry ada kesalahan teknis maksudnya tuh S SECREET, selamat buat mereka...”
##
Buset gue kira beneran ada band yg namanya es teler, ternyata itu es secreet, gue mewakili the faintoiu menelpon Kelvin untuk mengucapkan selamat karena s secreet masuk 20 besar.


            Kami menunggu tapi nama band kami belum juga tersebut, memasuki urutan no 16.
Penyiar : “... dan band yg ke enam belas adalah,,, adalah,,, sesaat lagi...”
Penyiar radio itu membuat gue dan temen-temen gue menjadi sangat kesal, terutama Kriz yg daritadi kerjaannya cuma mengeluh kepada radio.
Iklannya selesai,,
Penyiar : kita kembali lagi, band dengan no urutan 16 adalah... the heirs of song...
Begitu mendengar band mereka, gue mengucapkan selamat kepada Veranda karena the heirs of song masuk 20 besar.
            Satu jam lebih sudah berlalu, iklan juga sudah banyak membuang waktu, begitu juga kami the faintoiu yg sudah lama menunggu, ingin rasanya membanting radio itu, setiap siarannya dimulai nama the faintoiu, tidak kunjung disebut, wajah Kriz, Zacky, Ray, dan gue mulai cemberut, dan puisi ini tidak terlalu bagus.
Kenapa malah jadi membuat puisi lagi, sudahlah itu gak penting.
            Nomor 17, 18, dan 19, nama the faintoiu masih belum juga disebut, dan sekarang adalah nomor 20,ini harapan terakhir kami semoga saja yg terakhir itu the faintoiu.
Penyiar : ... tidak terasa sudah memasuki nomor 20, kira-kira siapa yah,,, inisialnya T,, hayo tebak, band ini sangat beruntung, nama bandnya adalah.... pasti menunggu yah heheh sabar-sabar, dan band yg terakhir masuk ke-20 besar adalah ...... setelah iklan berikut ini..
            “yah,,,, iklan lagi, gue sudah berkeringat banyak seperti ini tapi malah iklan,” ucap Zacky kesal
“tenang bro, kita tunggu saja,” ucap gue menenangkannya
“pengen rasanya gue banting nih radio,” ucap Zacky yg juga sudah sangat kesal
“bagaimana kalo the faintoiu tidak masuk 20 besar, apa kita akan bubar ?” ucap Ray khawatir
“tenang saja, walaupun the faintoiu bubar, tapi kita masih tetap bersama sebagai teman,, eh bukan maksudnya sahabat,” balas gue
“dan kalo kita masuk 20 besar gimana ?” tanya Ray lagi
“ya enggak kenapa-napa,” balas Kriz dingin
“loe yg akan memilih lagunya ray.” sambung Zacky
“ sudah,, di sisa waktu yg ada ini, lebih baik kita berdoa supaya the faintoiu masuk 20 besar, baiklah SEMUANYA SEMANGAT..” ucap gue sambil berteriak diakhir kata
“IYA,” ucap Zacky sendirian “ehh,, kenapa ?? seharusnya kalian juga berteriak,” sambungnya lagi
“daripada berteriak gak jelas, mendingan kita dengerin siapa yg band terakir yg lulus,, siarannya sudah mulai lagi nih !” ucap Kriz
##
Penyiar : kita kembali lagi,, ngomong-ngomong tadi sampe nomor berapa, gue lupa. Oh iya,, sekarang gue inget sekarang giliran gue membaca no-20, band ke-20 atau yg terakhir masuk ke  20 besar adalah .... sudah lama nunggu yah,, tenang sajalah, memangnya mau kemana sih,, oh iya berhubung durasinya masih agak lama jadi gue mau cerita-cerita dulu nih....
##
“gue sudah bilang, banting saja radionya,” ucap Kriz
“orang yg ngumumin gak mengerti kalo kita sekarang sudah menunggu satu setengah jam,” balas Zacky
            Terpaksa kami harus mendengarkan orang di radio itu bercerita yg sama sekali gak lucu, ok sekarang dia sudah lelah bercerita.
##
Penyiar : ...cerita gue tadi sepertinya membosankan, tapi tak apa, gue bakalan umumin band yg terakhir masuk ke 20 besar, dan nama bandnya yaitu... nama bandnya adalah... adalah... adalah... adalah... selamat buat the....(cklek, Ray mematikan radionya)
##
“kenapa loe matiin radionya ?” tanya gue panik
“aku takut kalo yg terakhir itu bukan the faintoiu, aku juga kesal sama peyiar radionya.” balas Ray
“kalo loe matiin radionya kita tidak tahu band yg terakhir masuk itu siapa,” ucap Kriz pada Ray
“cepat nyalain radionya kembali !!” teriak gue
Zacky langsung menghidupkan radionya tapi..
##
Penyiar radio : ... ya,,,, dan itulah kedua puluh band yg lulus, selamat buat yg berhasil masuk 20 besar, untuk band yg belum disebut maaf mungkin di festival ini kalian masih belum beruntung, dan untuk yg berhasil masuk 20 besar kalian harus menampilkan penampilan terbaik kalian minggu depan di gedung ......(sensor) sepuluh band pertama akan tampil pagi hari pada pukul 07;00 s/d selesai, dan untuk urutan 11 - 20 tampil malam harinya pada pukul 7 malam sampai selasai. Trimakasih sudah mendengarkan pengumuman....
##
“ternyata sudah telat, mungkin belum saatnya,” ucap Zacky
“maaf yah,, teman-teman.” ucap Ray menyesal
“tidak apa-apa, kita juga gak mungkin  masuk 20 besar, band yg ikut pestival itukan band yg bagus-bagus,” balas Zacky
“tapi gue penasaran, kira-kira band siapa yah yg terakhir masuk 20 besar itu ?” ucap Kriz penasaran
“iya,, gue juga penasaran nih, sepertinya hilang sudah keinginan dia (Aris) untuk menjadi legenda,” sambung Zacky
“keinginan aku juga.” ucap Ray
“bukan Cuma kalian, gue juga menginginkannya,” sambung Kriz
“baiklah,, itu keinginan kita semua.” ucap gue
Tiba-tiba handphone gue berdering pertanda ada yg menelpon gue, ternyata dari Diego, gue mengangkat telephone nya. Tapi setelah gue mengangkat telephonenya, Ray, Zacky dan Kriz juga ada yg menelpon. Peristiwa yg jarang terjadi.
Gue terkejut saat Diego bicara kepada gue, gue tidak bisa berbicara apa-apa lagi sampai dia menutup telponnya. Ray, kriz dan zacky juga sepertinya terkejut setelah menerima panggilan, zacky hendak memberitahu gue, tapi gue putuskan untuk satu-satu dan saling bergantian. Dimulai dari Zacky.
Zacky : tadi Achan menelpon gue dan dia bilang kalo band kita masuk 20 besar, apakah kalian percaya ?
Kriz : entahlah,, tapi Kelvin juga menelpon gue untuk memberikan selamat kepada kita
Aris : terus siapa yg menelpon loe Ray ?
Ray : Veranda, tadinya dia mau menelpon kakak tapi tidak bisa jadi dia menelpon aku, dia mengucapkan selamat kepada kita karena berhasil masuk 20 besar
Aris : ternyata yg diucapkan Diego benar, kita masuk 20 besar, SEMUANYA,, KITA MASUK 20 BESARR
            Suasana di dalam ruangan seketika menjadi sangat ramai, semuanya berteriak kegirangan termasuk gue, ada yg memukul-mukul meja dan drum, ada yg berteriak sangat kencang.
“kita akan menjadi legenda..” teriak Ray ditengah kegaduhan kami berempat, “tapi kenapa kita harus menjadi legenda ?” tanya Zacky merusak suasana, seketika ruangan itu hening, semuanya melihat kearah Zacky, “karena aku menginginkannya..” teriak gue untuk membalas pertanyaan Zacky, dan seketika kegaduhan kembali tercipta.
            Keesokan harinya pada jam istirahat, teman-teman the faintoiu, Kelvin dan Diego menghampiri gue yg sedang bersantai di dalam kelas.
“kenapa kalian ramai-ramai datang kesini ?” ucap gue
“loe sudah lupa ?” ucap Zacky tanpa menjawab pertanyaan gue
“memangnya ada apa ?” tanya gue lagi
“sudah bawa saja dia,” ucap Kriz dan langsung membawa gue ke taman.
“loe lihat dia ?” tanya Kelvin sambil menunjuk Veranda yg duduk di taman walaupun jaraknya agak jauh.
“iya, memangnya kenapa ?” ucap gue
“loe sudah berjanji kalo the faintoiu berhasil masuk 20 besar loe bakalan nembak Veranda.” balas Kelvin
“tapi kenapa Diego juga tahu ?” tanya gue lagi
“gue yg memberitahunya,” jawab Kelvin

“ah lama, Ve.. Aris mau bicara nih..” teriak Kriz sambil mendorong gue ke arah Veranda,

“ada apa ?” tanya Veranda
“ee,,, enggak apa-apa kok,” jawab gue ragu

“bohong tuh,, sebenarnya dia mau bertanya sesuatu.” teriak Kriz lagi

“kamu mau bertanya apa ?” tanya Ve
“ee,, anu,,, toilet dimana yah !!” jawab gue canggung
“kamu sudah lama sekolah disini, masa kamu tidak tahu toilet sekolah,, kamu becanda kan ?” ucap Ve keheranan
“sebenarnya aku,, aku me,,, men..”
“tarik nafas dulu lalu buang perlahan-lahan,” ucap Ve memotong perkataan gue, gue menarik nafas lalu membuangnya secara perlahan.
“aku,, ee,, a..aku..”
“katakan saja, ada apa ?” ucap Ve menenangkan gue yg sedang grogi.
Ini pertama kalinya gue merasa canggung, grogi, takut dan perasaan lainnya disaat bersamaan.
“sebenarnya... dari dulu aku menyukaimu, jadi bagaimana ?” ucap gue
“bagaimana apanya ? kamu tidak serius kan ??” balas Ve
“aku serius, aku menyukaimu, kamu mau kan jadi pacar aku ?” tanya gue kepada Veranda
“aku tidak tahu,, tolong beri aku waktu untuk berfikir,” jawab Ve, gue gak bisa menolaknya, gue memberi dia waktu untuk berfikir dan diapun pergi.
            Teman-teman gue langsung menghampiri gue dan bertanya apakah gue diterima atau ditolak, gue cuma menjawab seadanya.
            Sore harinya the faintoiu termasuk gue berkumpul ditempat latihan, gue mulai berfikir apakah gue akan diterima atau malah sebaliknya, tiba-tiba Zacky bertanya kepada gue tentang lagu yg akan dibawakan nanti di babak 20 besar, gue hanya menjawab dengan nada pelan kalo lagu yg akan dibawakan akan dipilih oleh Ray.
Ray memilih lagu dari AKB48 – give me five.
Kriz : lagunya bahasa jepang ?
Ray : enggak, liriknya tetap bahasa indonesia
Kriz : bukannya AKB48 itu dari jepang
Ray : iya, tapi yg kita bawain itu versi indonesia,
Zacky : mungkin maksudnya kita mens..mentran...set
Aris : maksud loe translate
Zacky : iya maksud gue itu
Ray : jadi bagaimana, kalian setuju ?
Zacky : kalo gue sih terserah
Kriz : gue setuju-setuju saja
Aris : gue setuju asal kita hanya boleh membawakan lagu ini khusus di vesifal, selain di vestifal kita hanya boleh membawakan lagu yg lain
            Kami sepakat lagu yg akan dibawakan adalah lagu dari AKB48 – give me five, kami mulai berlatih dan keesokan harinya gue pergi ke sekolah tidak kesiangan lagi (masih pagi), gue melihat Ve sedang duduk sendirian, gue menghampirinya dan sepertinya dia sedang berfikir.
Aris : hai..
Ve : hai.. juga
Aris : sendirian saja ?
Ve : iya, Aris..
Aris : ada apa !
Ve : maaf yah
Aris : maaf kenapa ?
Ve : aku.. aku belum siap
Aris : oh,, soal kemarin yah
Ve : iya,, aku belum bisa menjadi pacar kamu
Aris : oh,, jadi kamu menolaknya
Ve : bukan,,, bukan begitu,, tapi... aku cuma belum siap untuk berpacaran
Aris : aku hargai keputusanmu,
Ve : kamu tidak marah kan ?
Aris : tidak,, aku tidak marah
            Aku pergi meninggalkan Veranda , didalam hatiku ada rasa kesal, menyesal, sedih,, tapi tidak ada rasa marah,, aku cuma malu pada diriku sendiri.
Aku menenangkan diriku di kelas, jam istirahat teman-teman menanyaiku soal hubunganku dengan Ve, tapi aku hanya menjawab apa yg ada di pikiranku, itu semua sudah cukup untuk memberitahu mereka.
Keesokan harinya, tak ada semangat untuk belajar, kemarin sore pun saat the faintoiu latihan, gue menjadi satu-satunya yg tidak fokus.
Jam istirahat, Ray pergi meninggalkan gue dikelas sendirian, tidak biasanya dia langsung pergi begitu saja biasanya dia minta izin gue dulu walaupun sebenarnya itu tidak perlu, gue mengikutinya dari belakang, ternyata dia pergi untuk menemui Ve, mereka terlihat sangat akrab.
Setiap sore the faintoiu latihan dan kami juga sudah cukup baik membawakan lagu AKB48 itu, walupun dengan versi kami sendiri, kami men-aransemen ulang lagu itu, Zacky selaku pemain keyboart yg harus berusaha sangat keras karena di lagu ini dia terus menerus menekan tuts keyboaart yg ia mainkan, belum lagi nanti dia juga harus menggonta-ganti tones di keybortnya.
Tapi setiap hari juga gue harus melihat Ray berduaan dengan Ve, gue harus merasakan cemburu yg sangat dalam. namun apa daya, gue tidak bisa menyakiti mereka berdua, gue sangat menyayangi Ve, dan Ray sudah gue anggap sebagai saudara gue sendiri.
Hingga pada saat hari itu, satu hari sebelum vestifal dimulai lagi, pada saat jam istirahat gue tidak melihat Veranda dan Ray, gue berjalan tanpa tujuan karna tujuan gue sebenarnya menemui mereka, kaki gue terus melangkah entah mengapa gue pergi ke gudang walaupun sebenarnya gue juga tidak tahu untuk apa gue pergi ke gudang.
Gue berjalan dengan perlahan dan santai, entah apa yg memancing gue untuk pergi kesana tapi ya sudahlah gue turuti saja keinginan hati kecil gue, pintu gudang tinggal beberapa langkah lagi gue mendengar seperti ada orang terjatuh, mungkin itu hanya imajinasi gue saja, kalau ada Diego pasti gue berdebat lagi tentang apa yg terjatuh itu.
Gue terus melangkah dan gue membuka pintu gudang itu, dan disaat gue membuka pintu gudang itu gue melihat Ve dan Ray sedang berduaan, gue bisa menerima jika hanya berduaan biasa, tapi yg gue lihat mereka hendak melakukan hubungan terlarang, sebenarnya gue juga tidak tahu apa yg mereka lakukan tapi yg gue lihat Ve sedang tiduran dilantai dengan Ray berada di atasnya, hanya berdua, ditempat gelap, ruangan yg sepi, apalagi kalau bukan mesum.
Mereka langsung berdiri saat mengetahui gue datang, saat itu gue sangat marah, ingin rasanya gue menghajar Ray karena perbuatan mereka tidak bisa dimaafkan lagi, gue berfikir sejenak apakah gue harus menghajar Ray atau gue laporkan ke kepala sekolah supaya mereka dikeluarkan, akhirnya gue memutuskan untuk...

To be continue..

0 comments: