About

Sunday, June 5, 2016

cerpen MELODY DALAM JIWA



MELODY DI DALAM JIWA
            Kami kembali berunding ketika kepsek ingin mendengar band kami bermain, kami putuskan untuk memainkan lagu anak-anak versi kami sendiri, dimulai dari lagu balonku, bintang kecil sampai lagu naik-naik ke puncak gunung.

Kepala sekolah tidak terlalu menikmati lagu kami, dia ingin mendengar lagu yang akan kami bawakan di vestifal nanti, kami berunding lagi dan telah diputuskan kalau kami akan membawakan lagu dari Bondan Prakoso – Generasiku
Lirik lagu Bondan  - Generasiku
Hitam langit kalbu
Terselimuti resah
Kelam dan kelabu
Hati ini gelisah
Lelah.. Lelah sudah Ku menunggu perubahan
Letih ku menanti Yang tak pasti Harapan..

Reff:
Generasiku!
Satukan cinta satukan rasa
Generasiku! Gapailah bintang.. Gapailah bintang

Tak'kan.. Tak'kan ada Hari esok, hei kawan
Kini saat tuk menyapa
Saat tuk meraih harapan

Reff:
Generasiku!
Satukan cinta satukan rasa
Generasiku! Gapailah bintang.. Gapailah bintang

Bridge:
Hope there's always a rope for you to hold There's always a love for you that glow Inside this dream unfold this stream Made to be feel and let go the fear We have to fight freedom for rights And have to survive key to alive.. Key to alive!

Reff: Generasiku!
Satukan cinta satukan rasa
Generasiku! Gapailah bintang.. Gapailah bintang
You and i face the world!



Kepala sekolah tidak terlalu suka lagu Rock, jadi dia menyuruh kami bermain lagu pop yang mellow. Kami kembali berunding dan dipilihlah satu lagu untuk dinyanyikan yaitu lagu  Gaby – Tinggal Kenangan.
Lirik lagu Gaby Tinggal Kenangan
Pernah ada rasa cinta
Antara kita kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagikan
seperti dirimu oh bintangku

Reff :

Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan
seperti dirimu oh kekasih


Kepala sekolah itu cukup menikmati lagunya dan dia meminta kami bermain satu lagu lagi, lagu yang bisa membuat hati kepala sekolah bergetar. Kami tak tahu lagu apa yang harus kami bawakan.
Aris : lagu yang lain saja, jangan yang mellow lagi
Kepsek : kenapa ?
Ray : kami belum latihan untuk lagu yang mellow
Kepsek : kalian akan ikut festival, jadi kalian harus bisa membawakan lagu apa saja
Zacky : tapi kami masih belum latihan
Kepsek : saya tidak mau tahu, mainkan saja
Kriz : bapak kira berlatih itu gampang ? (agak membentak)
Kepsek : sudahlah, kalian mengarang saja !

Kami berundig lagi, kami berunding untuk mengarang lagu yang mellow, kami berunding tak begitu lama karena kami sepakat akan membawakan lagu yang judulnya “MELODY DI DALAM JIWA”.

Kepsek : dari judulnya saja sudah menyentuh, coba mainkan sekarang
Aris : dengarkan baik-baik ya !
Kepsek : iya
Aris : kami tidak akan mengulanginya lagi
Kepsek : yasudah cepatlah nyanyikan !

Kriz memberi aba-aba dengan menghitung mundur dari tiga sampai satu, dan seteah dia menghitung kami semua munundukan kepala tanpa memperdulikan kepala sekolah dan alat musik yang kami pegang.

            “apa yang kalian lakukan !!” teriak kepsek tiba-tiba
            “semuanya, hentikan musiknya,” ucapku kepada teman-temanku dan seketika semuanya mengangkat kepalanya (tidak menundukan kepala lagi)
            “hentikan musiknya darimana ??? kalian bahkan tidak bermain satu alat musik pun !”  ucap kepala sekolah
            “siapa bilang kami tidak bermain musik !” tanya Kriz
            “jelas-jelas kalian hanya menunduk seperti mengheningkan cipta,” jawab kepala sekolah
            “dari tadi kami sudah bermain.” ucap Ray
            “saya itu tidak budek, kalian hanya menundukan kepala dan membuat suasana disini hening,” balas kepala sekolah
            “sepertinya bapak masih belum mengerti,” ucap Zacky kepada kepala sekolah
            “saya memang tidak mengerti, coba jelaskan kenapa kalian semua menundukan kepala ?” tanya kepala sekolah heran
            “begini, Aris akan menjelaskannya sekarang !” ucap Kriz malah menyuruhku menjawab pertanyaan kepala sekolah
            “sebenarnya bapak itu sudah mengerti atau memang tidak mengerti ?” tanyaku
            “saya memang tidak mengerti,” jawabnya
            “dengar yah,, judul lagunya kan melody di dalam jiwa, jadi kami semua menundukan kepala untuk berkonsentrasi dan membuat melodi di dalam jiwa kami masing-masing.” jelasku
            “kalian ini pada waras gak sih ?” bentaknya sambil sedikit tersenyum
            “bapak masih belum mengerti juga ?” tanya Ray pada kepala sekolah
            “iya, saya mengerti !” jawab kepala sekolah
            “Aris, coba jelaskan sekali lagi,” pinta Zacky padaku
            “saat kami menundukan kepala, ruangan ini menjadi hening dan sepi dan disaat itu juga kami sedang bermain musik didalam jiwa kami, jadi kesunyian dan keheningan ruangan ini adalah bentuk dari melodi di dalam jiwa kami.” jelasku lebih rinci lagi

Note : story ini sambungan dari story sebelumnya

*Bonus*
Kriz : kenapa ceritanya hampir sama dengan cerita sebelumnya ?
Ray : iya, yang membaca pasti bosan dengan cerita ini
Aris : hari kamis kemarin gue sudah berjanji bakalan share cerpen yang seperti cerpen sebelumnya, jadi gue share cerpen seperti ini lagi
Kriz : maksudnya, yang kaya cerpen kemaren itu ‘cerpen yang lucu’ !
Aris : oh, jadi begitu. Berarti gue sudah gagal paham dong
Ray : ya sudahah, tidak apa-apa.
Zacky : setelah cerpen ini, besok bakal post cerpan atau cerbung ?
Aris : kayaknya sih cerbung
Zacky : kapan rilisnya ?
Aris : kayak film saja rilis, tapi mungkin rabu/kamis depan
Zacky : pas puasa dong ?
Aris : iya,
Kriz : yup, sekian dari kami. Terimakasih..

0 comments: