About

Thursday, June 9, 2016

preview cerbung DEATH TONE



Baiklah, kembali lagi dengan cerbung ciptaan saya.
Cerbung ini khusus dibuat saat bulan Ramadhan ini, setelah kedua cerita sebelumnya : LOTF, dan SHH, kali ini saya beri judu ‘Death Tone’
Walaupun judulnya Death Tone atau dalam bahasa Indonesia berarti Nada Kematian, tapi story ini tidak terlalu memperhatikan sisi gelapnya atau bisa juga disebut cerita misteri yang bukan misteri.
Maksudnya saya menghilangkan unsur misteri itu dengan genre lain, jadi bisa dibilang kalau saya menyampingkan unsur misterinya.
Baiklah, langsung saja pada sinopsisnya.
            ‘seorang remaja bernama Ikki adalah orang yang pendiam, dia tidak banyak bergaul dan punya sedikit teman kecuali di dunia maya, dia lebih sering bermain dengan PC dan poselnya dan melupakan dunia nyata yang dia anggap kejam.
            Suatu ketika, sepupu jauhnya datang dan tinggal bersama dengannya, dia tidak terbisa hidup dengan seupunya karena mereka juga baru pertama kali bertemu, eits.. jangan mikir kalau sepupunya itu adalah seorang perempuan karena sepupunya itu adalah laki-laki.
            Ikki dan sepupunya mulai akrab dan dia berfikir kalau sepupunya itu bisa mengubah hidupnya yang tidak bermakna, Ikki memutuskan untuk selalu bertanya pada sepupunya jika dia berada dalam kesulitan dan pilihan yang membuatnya kebingungan.
Namun itu tidak berjalan lancar ketika seorang wanita, teman media sosialnya mengajak bertemu, dimulai saat itu Ikki diharuskan mengambil keputusan sendiri tanpa bantuan sepupunya, ini merupakan awal baru dalam hidupnya dan mungkin akan mengubah hidupnya.
            Bersamaan dengan kebingungan yang menimpanya, Ikki jatuh cinta pada sebuah alat musik yang ia temukan, alat musik yang bisa dibilang cacat dan selalu membuat Ikki berada dalam masalah, apakah dia akan membuangnya ? atau dia akan menyimpannya meskipun akan datang musibah ?’
            Mugkin ini hanya terjadi dalam sebuah cerita, tapi fakta bahwa “cinta itu tak pernah abadi” memang nyata, “cinta tak akan bertahan selamanya” memang ada.

PERHATIAN
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, kejadian, atau peristiwa yang terjadi, itu semua tidak ada unsur kesengajaan !

Next to part 01

0 comments: