Kali ini kembali lagi dengan cerbung, walaupun di
story ini saya bukanlah tokoh utamanya tapi setidaknya saya masih ada di dalam
cerita ini walaupun hanya sebagai sepupu si tokoh utamanya.
Death tone
Perkenalkan
namaku Ikki, ini bukanlah kisah romantis,
atau misteri, namun ini adalah kisah kehidupanku yang sedikit agak suram, tapi
itu semua tidak akan di ceritakan disini karena ini bukanlah kisah menyedihkan.
Kisah ini akan menceritakan kehidupan bodohku yang
di taburi cinta dari seseorang dan juga sebuah perjalanan hidup yang tak bisa
dijelaskan dengan kata-kata.
Part 01 : pertemuan
Aku duduk termenung
sambil menunggu adzan maghrib, di bulan puasa kali entah kenapa terasa berbeda,
sepupuku tingga di rumahku, mungkin itulah yang membuat ini terasa berbeda
karena sebelumnya aku selalu sendiri dan sekarang aku mempunyai teman, walaupun
masih belum terlalu akrab tapi aku rasa ini lebih baik dibandingkan hanya
sendiri.
Mungkin kalau sepupuku itu perempuan, akan lain lagi
ceritanya tapi cerita ini tidak menceritakan aku dengan sepupuku.
Perutku sudah berbunyi dan adzan maghrib masih belu
terdengar juga.
“hoy,..”
kejut seseorang di belakangku.
“kau
ini membuatku kaget saja,” ucapku
“lagi
nunggu adzan maghrib ya ?” tanya dia
“iya,”
balasku
“kalau
terus ditunggu bakal terasa lama, mendingan temenin gua ngabuburit saja yuk, !”
“enggak
ah, aku menunggu di sini saja,” jawabku pelan
“ternyata
benar kata orang tuamu, lu ini orang yang pendiam dan tidak mudah bergaul, buka
puasa sekitar setengah jam lagi, mendingan ikut gue,” pintanya
“nanti
kalau ketinggalan berbuka bagaimana ?” tanyaku
“ya
sudah, gua gak jadi pergi,”
Seperti itulah sikapnya, dia adalah sepupuku,
namanya Aris, dia orangnya baik dan setidaknya pengertian padaku walaupun kami
belum lama bersama.
Adzan maghrib pun
terdengar, aku bersama keluargaku berbuka bersama, dan kali ini ada
sepupuku juga.
Beberapa
hari telah berlalu, walaupun sepupuku selalu mengajak ngabuburit bareng tapi
aku selalu menolaknya, terkadang aku kasihan padanya tapi yaa begitulah aku.
Aku mempunyai banyak teman di medsos, tapi hanya
sedikit di dunia nyata, suatu ketika aku diajak kenalan di dunia nyata oleh
salah satu teman media sosialku, kebetulan orangnya itu wanita tapi aku tidak
tahu harus bagaimana.
Sepupuku,
Aris selalu tahu apa yang harus dilakukan, jadi aku akan bertanya padanya. Selesai
terawih aku berbicara padanya, aku bilang kalau teman media sosialku ingin
bertemu denganku, dia tidak percaya jadi dia meminjam hp ku untuk
memastikannya.
Aku memberikan handphone ku, tak begitu lama dia
melihat dan memegang handphone ku, dia mengambalikannya dan berkata “aku sudah
mengurusnya, tinggal lakukan saja yang ingin kau lakukan,” ucapnya lalu pergi
begitu saja.
Aku
melihat hp ku, dan ternyata dia membalas pesan dari wanita yang mengajakku
bertemu, dia membalas ‘kalau aku akan menemuinya besok’, oh tidak, apa yang
harus aku lakukan !??
“kau
harus bertanggung jawab,” ucapku pada sepupuku setibaku di rumah
“memangnya
gua melakukan apa ?”
“lihat
!!” ucapku sembari menunjukan pesan yang ditulisnya, dan wanita itu sudah
mengatur tempat dan waktunya untuk pertemuan besok
“oh, lu
tinggal menemuinya saja, apa susahnya sih,” balasnya
“bagaimana
kamu bisa menyetujuinya tanpa sepengetahuanku ?” tanyaku
“lu
yang meminta saran pada gua, ya itulah saran yang gua berikan,” jawabnya santai
“tapi
aku belum siap,” ucapku
“dengar
ya Ikki, loe itu laki-laki jadi loe harus berani !”
“ngomongnya
sih gampang, tapi bagaimana ini ?”
“aku
akan mengantarmu besok untuk menemui cewek itu,” jawabnya
#*besok*#
Aku
mempersiapkan diri untuk bertemu dengan wanita itu, sore hari, itu saatnya aku
menemuinya, aku diantar oleh sepupuku Aris untuk menemuinya.
Aku kesulitan untuk menemukannya, begitu juga dengan
Aris, dia berkeliling untuk mencari
wanita itu, daripada aku berkeliling mencarinya, lebih baik aku beristirahat
dan menikmati waktu ngabuburit ini.
Aku
bersantai menikmati suasana disini, kalaupun nanti Aris tidak menemukan wanita
itu juga tidak apa-apa, aku merasa lebih baik kalau Aris tidak menemukannya.
Tapi disaat aku sedang melamun sambil menunggu Aris
kembali, seseorang menepuk pundakku.
“eh,,
kamu bikin kaget aku saja, Ariisss..” ucapku sembari membalikan badan
“ee..
Aris itu siapa ?” tanya seseorang yang tadi menepuk pundakku, ternyata dia
bukanlah sepupuku
“hey,,,
kamu tidak apa-apa kan ?” ucapnya lagi, dia ternyata adalah wanita yang sedang
aku dan sepupuku cari
“halo..”
ucapnya ragu
“eh,,
tidak, anu... ee... senang bertemu denganmu,” ucapku canggung
“iya,
senang juga bertemu denganmu,” balasnya sembari menyodorkan tangan pertanda dia
ingin bersalaman, aku bersalaman dengannya.
“kamu
ternyata tidak seperti yang aku bayangkan,” ucapnya
“maaf,”
balsku
“kenapa
harus meminta maaf, kamu tidak salah sama sekali,” katanya
“tapi,
aku mau bertanya, boleh ?” sambungnya
“bo..boleeh..”
jawabku
“tadi
kamu menyebut nama Aris, dia itu siapa ?” tanya dia kepadaku
“eee,,
dia sepupuku,” jawabku
“oh,
aku kira dia temanmu,” balasnya
“tunggu
dulu, kamu tidak bertemu dengannya ?” tanyaku
“tidak,
aku bahkan tidak tau dia seperti apa,” jelasnya
Tiba-tiba handphone ku berdering, Aris menelphone
ku.
“siapa
itu ?” tanya wanita itu
“ini
sepupuku,” jawabku seadanya
Aris menghubungiku di saat yang tepat, aku bisa
meminta saran tentang apa yang harus aku lakukan seterusnya,
Ikki : halo
Aris : loe ngangkat telepone lama banget
Ikki : maaf,
Aris : aku tidak bisa menemukan gadis itu
Ikki : dia ada disini bersamaku
Aris : kenapa loe gak bilang !?
Ikki : maaf
Aris : kalo tau dia sudah ketemu, gua gak usah
mencarinya lagi
Ikki : eh, apa yang harus aku katakan padanya ?
Aris : katakan padanya kalau loe mau pulang,
Ikki : apa ?
Aris : orang tua loe menghubungi gua, mereka
khawatir karena loe tidak ada di rumah
Ikki : jadi bagaimana dong ?
Aris : loe bilang padanya ‘sampai jumpa, besok kita
bertemu lagi ya’ karena sudah waktunya adzan maghrib dan kia harus segera
pulang
Ikki : baiklah,
Aris : jemput gua di depan gerbang kantor po****
Ikki : baik
Aku berpamitan pada wanita itu,
“cepet
amat,” kata wanita itu
“maaf
yah, lagian hampir waktunya berbuka puasa dan sepupuku juga sudah menungguku,”
balasku
“iya
deh, besok kita bertemu lagi ya ?” ucap wanita itu
“ii..iya..”
balasku ragu
To be continued..
(part 02 : Aku tidak melakukannya !)
**
entah kenapa banyak sekali yang belum di ceritakan
oleh gua (penulis), seperti kenapa gua (Aris/sepupu Ikki) tinggal dirumahnya, siapa nama wanita kenalan
Ikki di media sosial itu, dan mungkin semua itu akan dibahas di part berikutnya
atau mungkin tidak akan diceritakan, (lah,, gimana sih !?).
Tapi yang pasti adalah cerita ini akan dilanjutkan lagi entah hari kamis atau minggu depan.
saya juga buat cerita ini seklian ngabuburit.






0 comments:
Post a Comment