About

Sunday, June 12, 2016

DEATH TONE part 01 (pertemuan)



Kali ini kembali lagi dengan cerbung, walaupun di story ini saya bukanlah tokoh utamanya tapi setidaknya saya masih ada di dalam cerita ini walaupun hanya sebagai sepupu si tokoh utamanya.

Death tone
                Perkenalkan namaku  Ikki, ini bukanlah kisah romantis, atau misteri, namun ini adalah kisah kehidupanku yang sedikit agak suram, tapi itu semua tidak akan di ceritakan disini karena ini bukanlah kisah menyedihkan.

Kisah ini akan menceritakan kehidupan bodohku yang di taburi cinta dari seseorang dan juga sebuah perjalanan hidup yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Part 01 : pertemuan
Aku duduk termenung sambil menunggu adzan maghrib, di bulan puasa kali entah kenapa terasa berbeda, sepupuku tingga di rumahku, mungkin itulah yang membuat ini terasa berbeda karena sebelumnya aku selalu sendiri dan sekarang aku mempunyai teman, walaupun masih belum terlalu akrab tapi aku rasa ini lebih baik dibandingkan hanya sendiri.
Mungkin kalau sepupuku itu perempuan, akan lain lagi ceritanya tapi cerita ini tidak menceritakan aku dengan sepupuku.
Perutku sudah berbunyi dan adzan maghrib masih belu terdengar juga.
          “hoy,..” kejut seseorang di belakangku.
          “kau ini membuatku kaget saja,” ucapku
          “lagi nunggu adzan maghrib ya ?” tanya dia
          “iya,” balasku
          “kalau terus ditunggu bakal terasa lama, mendingan temenin gua ngabuburit saja yuk, !”
          “enggak ah, aku menunggu di sini saja,” jawabku pelan
          “ternyata benar kata orang tuamu, lu ini orang yang pendiam dan tidak mudah bergaul, buka puasa sekitar setengah jam lagi, mendingan ikut gue,” pintanya
          “nanti kalau ketinggalan berbuka bagaimana ?” tanyaku
          “ya sudah, gua gak jadi pergi,”

Seperti itulah sikapnya, dia adalah sepupuku, namanya Aris, dia orangnya baik dan setidaknya pengertian padaku walaupun kami belum lama bersama.
Adzan maghrib pun  terdengar, aku bersama keluargaku berbuka bersama, dan kali ini ada sepupuku juga.
          Beberapa hari telah berlalu, walaupun sepupuku selalu mengajak ngabuburit bareng tapi aku selalu menolaknya, terkadang aku kasihan padanya tapi yaa begitulah aku.
Aku mempunyai banyak teman di medsos, tapi hanya sedikit di dunia nyata, suatu ketika aku diajak kenalan di dunia nyata oleh salah satu teman media sosialku, kebetulan orangnya itu wanita tapi aku tidak tahu harus bagaimana.
          Sepupuku, Aris selalu tahu apa yang harus dilakukan, jadi aku akan bertanya padanya. Selesai terawih aku berbicara padanya, aku bilang kalau teman media sosialku ingin bertemu denganku, dia tidak percaya jadi dia meminjam hp ku untuk memastikannya.
Aku memberikan handphone ku, tak begitu lama dia melihat dan memegang handphone ku, dia mengambalikannya dan berkata “aku sudah mengurusnya, tinggal lakukan saja yang ingin kau lakukan,” ucapnya lalu pergi begitu saja.
          Aku melihat hp ku, dan ternyata dia membalas pesan dari wanita yang mengajakku bertemu, dia membalas ‘kalau aku akan menemuinya besok’, oh tidak, apa yang harus aku lakukan !??
          “kau harus bertanggung jawab,” ucapku pada sepupuku setibaku di rumah
          “memangnya gua melakukan apa ?”
          “lihat !!” ucapku sembari menunjukan pesan yang ditulisnya, dan wanita itu sudah mengatur tempat dan waktunya untuk pertemuan besok
          “oh, lu tinggal menemuinya saja, apa susahnya sih,” balasnya
          “bagaimana kamu bisa menyetujuinya tanpa sepengetahuanku ?” tanyaku
          “lu yang meminta saran pada gua, ya itulah saran yang gua berikan,” jawabnya santai
          “tapi aku belum siap,” ucapku
          “dengar ya Ikki, loe itu laki-laki jadi loe harus berani !”
          “ngomongnya sih gampang, tapi bagaimana ini ?”
          “aku akan mengantarmu besok untuk menemui cewek itu,” jawabnya
#*besok*#
          Aku mempersiapkan diri untuk bertemu dengan wanita itu, sore hari, itu saatnya aku menemuinya, aku diantar oleh sepupuku Aris untuk menemuinya.
Aku kesulitan untuk menemukannya, begitu juga dengan    Aris, dia berkeliling untuk mencari wanita itu, daripada aku berkeliling mencarinya, lebih baik aku beristirahat dan menikmati waktu ngabuburit ini.
          Aku bersantai menikmati suasana disini, kalaupun nanti Aris tidak menemukan wanita itu juga tidak apa-apa, aku merasa lebih baik kalau Aris tidak menemukannya.
Tapi disaat aku sedang melamun sambil menunggu Aris kembali, seseorang menepuk pundakku.
          “eh,, kamu bikin kaget aku saja, Ariisss..” ucapku sembari membalikan badan
          “ee.. Aris itu siapa ?” tanya seseorang yang tadi menepuk pundakku, ternyata dia bukanlah sepupuku
          “hey,,, kamu tidak apa-apa kan ?” ucapnya lagi, dia ternyata adalah wanita yang sedang aku dan sepupuku cari
          “halo..” ucapnya ragu
          “eh,, tidak, anu... ee... senang bertemu denganmu,” ucapku canggung
          “iya, senang juga bertemu denganmu,” balasnya sembari menyodorkan tangan pertanda dia ingin bersalaman, aku bersalaman dengannya.
          “kamu ternyata tidak seperti yang aku bayangkan,” ucapnya
          “maaf,” balsku
          “kenapa harus meminta maaf, kamu tidak salah sama sekali,” katanya
          “tapi, aku mau bertanya, boleh ?” sambungnya
          “bo..boleeh..” jawabku
          “tadi kamu menyebut nama Aris, dia itu siapa ?” tanya dia kepadaku
          “eee,, dia sepupuku,” jawabku
          “oh, aku kira dia temanmu,” balasnya
          “tunggu dulu, kamu tidak bertemu dengannya ?” tanyaku
          “tidak, aku bahkan tidak tau dia seperti apa,” jelasnya
Tiba-tiba handphone ku berdering, Aris menelphone ku.
          “siapa itu ?” tanya wanita itu
          “ini sepupuku,” jawabku seadanya
Aris menghubungiku di saat yang tepat, aku bisa meminta saran tentang apa yang harus aku lakukan seterusnya,
Ikki : halo
Aris : loe ngangkat telepone lama banget
Ikki : maaf,
Aris : aku tidak bisa menemukan gadis itu
Ikki : dia ada disini bersamaku
Aris : kenapa loe gak bilang !?
Ikki : maaf
Aris : kalo tau dia sudah ketemu, gua gak usah mencarinya lagi
Ikki : eh, apa yang harus aku katakan padanya ?
Aris : katakan padanya kalau loe mau pulang,
Ikki : apa ?
Aris : orang tua loe menghubungi gua, mereka khawatir karena loe tidak ada di rumah
Ikki : jadi bagaimana dong ?
Aris : loe bilang padanya ‘sampai jumpa, besok kita bertemu lagi ya’ karena sudah waktunya adzan maghrib dan kia harus segera pulang
Ikki : baiklah,
Aris : jemput gua di depan gerbang kantor po****
Ikki : baik

Aku berpamitan pada wanita itu,
          “cepet amat,” kata wanita itu
          “maaf yah, lagian hampir waktunya berbuka puasa dan sepupuku juga sudah menungguku,” balasku
          “iya deh, besok kita bertemu lagi ya ?” ucap wanita itu
          “ii..iya..” balasku ragu

To be continued..
(part 02 : Aku tidak melakukannya !)

**
entah kenapa banyak sekali yang belum di ceritakan oleh gua (penulis), seperti kenapa gua (Aris/sepupu Ikki)  tinggal dirumahnya, siapa nama wanita kenalan Ikki di media sosial itu, dan mungkin semua itu akan dibahas di part berikutnya atau mungkin tidak akan diceritakan, (lah,, gimana sih !?).
Tapi yang pasti adalah  cerita ini akan dilanjutkan lagi entah hari kamis atau minggu depan.
saya juga buat cerita ini seklian ngabuburit.
         

0 comments: