About

Thursday, November 5, 2015

LEGEND OF THE FAINTOIU part 04



LEGEND OF THE FAINTOIU
PART 04

        Sebenarnya  gue gak mau banyak basa-basi lagi tapi tangan gue berbuat lain, dan juga minggu kemarin gue gak posting story ini karena gue sibuk belajar, *cie belajar* tapi nggak juga sih, gue Cuma belajar sedikit untuk ulangan, ngerjain pr yg super banyak, terlebih lagi gue harus latihan drama kolosal, dan latihan teaternya sampe sore jadi maaf karena part 04 nya sedikit terlambat. di akhir part 03 itu terdengar suara lemari terjatuh atau piano ambruk!!! Gue jadi bingung sendiri, tapi tak apalah yg penting gue lanjutin ceritanya (nyambung nggak kata-kata gue tadi ??)

..................
            Terdengar suara yg cukup keras dari gudang, gue dan diego memeriksa ke gudang, kami terkejut karena di dalam gudang hanya ada Ve sendiri. Diego lngsung menanyakan apa yg tadi terjatuh sementara gue menanyakan keadaan Ve apakah baik-baik saja atau tidak.
Ve menjelaskan kalau yg tadi jatuh itu hanyalah setumpuk kardus yg isinya dokumen-dokumen yg sudah tidak terpakai, sementara keadaannya baik-baik saja.
            Jam istirahat berakhir dan gue gak mau menceritakan keadaan gue selama jam pelajaran berlangsung. Sepulang sekolah kami seperti biasa kembali ke gudang tempat kami latihan.
Gue mengumumkan kalau lagu yg sudah kita sepakati di ganti dengan lagu yg baru, gue memilih lagu rock yaitu ‘awas angkot’ milik the changcuters.
Ray menanyakan ‘‘kenapa harus lagu awas angkot milik the changcuters ??’’ gue menjawab ‘’karena ada 3 faktor,’’ Ray menanyakan apa 3 faktor itu, gue menjelaskan secara detail ‘’faktor pertama karena lagu rock jarang dibawakan oleh peserta audisi, yg kedua karena gue ingin kita membawakan suasana yg berbeda saat audisi, dan yg ketiga karena gue suka sama lagu rock,’’ itu jawab gue.
            Kami mencari kunci nada dan notnya, sementara Zacky mendengarkan lagu dan belajar bermain drum, dia masih kaku antara kaki dan tangannya. Yang menjadi pertanyaan gue adalah kenapa kriz ada disini dan mengajari Zacky bermain drum, kenapa bukan dia saja yg bermain drum dan Zacky bermain keyboart, gue menghampiri kriz dan mengajakya untuk bergabung kembali dengan band kami, dia menyetujuinya walaupun dia sedikit ragu.
            Keesokan harinyaa gue bangun kesiangan lagi karena gue lupa memasang alarm, kalo murid yg lain jika kesiangan pasti buru-buru berangkat ke sekolah atau malah mangkal di tempat lain,. Kalau gue sih biasa-biasa saja berangkat dengan santai walaupun jalan kaki.
            Perjalanan gue terhenti di depan gerbang sekolah saat satpam memberhentikan gue, dan kunci gembok gerbang ada di sakunya. Apesnya gue !
Satpam ; lihat jam berapa sekarang, kamu telat 25 menit
Aris ; terus kenapa kalau saya telat ??
Satpam ; lebih dari seratus kali kau telat, bahkan mungkin seribu kali.
Aris ; HAHH,,,, sribu kali ?? perhitungan saya baru nyampe lima ratusan !!
Satpam ; sudah turuti saja, sekarang kepala sekolahnya baru dan mungkin peraturannya akan diperketat
Aris ; benarkah,, gue tidak percaya
Satpam ; tadi sebelum jam pelajaran pertama dimulai sudah diumumkan kalau kepala sekolah sudah diganti
Aris ; gue gak peduli sama kepala sekolah yg baru, oh iya entah mengapa hari ini pak satpam terlihat sangat keren
Satpam ; sudah jangan banyak ngeless, kamu gak boleh masuk seebelum kamu mengelilingi sekolah ini
Aris ; lebih dari seratus kali bapak menyuruh saya mengelilingi sekolah, tapi saya ..... bisa masuk sendiri!! <Sambil berlari menuju kelas
            Gue sengaja mengobrol dulu dengan satpam supaya gue bisa mengambil kunci gemboknya lalu membuka pagarnya.
Sekarang giliran wali kelas gue yg mengajar, dan gue sangat tidak bersemangat karena wali kelas gue sangat cerewet, dia sedang menerangkan pelajaran, gue berfikir bagaimana caranya agar gue bisa masuk tanpa ketahuan.
Dari jendela gue menyuruh Ray untuk keluar sebentar, dia meminta izin untuk pergi ke wc, di luar gue menyuruh dia untuk kembali ke kelas sambil membawa tas gue  tapi lagi-lagi kesialan mendatangi gue, guru gue ikut keluar dan meihat gue telat lagi, terpaksa gue masuk ruang BK lagi.
Kali ini tidak ada ampun lagi buat gue karna setelah setengah jam berlalu kepala sekolah baru, wali kelas gue, semua guru BP/BK, satpam penjaga sekolah  dan yg paling aneh mereka membawa paranormal dan kyai ikut masuk ke ruangan itu, pintu dikunci dan gue di tanya habis-habisan. “kenapa kau selalu telat ?” “kemana kamu pergi ?” “kamu pecandu narkoba ?” dan masih banyak lagi pertanyaan yg mereka ajukan, tapi gue menjawab seadanya tapi gue malah disentak, gue berusaha untuk tenang dan berbicara sejujur-jujurnya tapi gue malah disangka kerasukan dan paranormal itu beraksi, paranormal itu seperti orang yg kesurupan entah itu asli atau tidak tapi gue gak percaya.
Emosi gue mulai meningkat, gue menjawab pertanyaan mereka dengan nada yg tinggi, gue terlihat seperti orang yg sedang marah (emang gue sedang marah sih) sekarang giliran kyai itu yg beraksi saat kepala sekolah menyuruhnya untuk meruqiyah gue, dan tidak terjadi apa-apa dengan gue, itu menunjukan kalau di diri gue tidak ada makhluk halus.
Mereka kewalahan dan mereka menyusun rencana agar gue berbicara jujur walaupun sebenarnya gue sudah jujur sih,, gue berencana untuk kabur tapi gue inget kalau pintu dikunci, gue melihat loker guru  terbuka, gue masuk kesana dengan hati-hati walaupun agak sempit tapi cukuplah untuk tubuh gue. Setelah diskusi mereka selesai beberapa guru keluar bersama dengan kyai dan paranormal itu sedangkan guru yg masih tinggal disitu terkejut melihat gue tidak ada disitu.
            Beberapa lama kemudian guru yg keluar tadi kembali masuk tapi tidak membawa paranormal dan kyai itu melainkan membawa Kelvin, gue terkejut karena dimata gue Kelvin orang yg sangat baik.
Kepsek ; sekarang kamu tanya Aris, kalau bisa baca saja pikiran dia atau hipnotis saja dia supaya dia tidak berbohong
Kelvin ; kenapa harus saya sih pak !
satpam ; karena cuman kamu yg bisa bermain magic
Kelvin ; saya tidak bisa pak
Kepsek ; jangan bohong, waktu kelas satu dulu beredar gosip kalau kamu Ray dan Aris bisa membaca pikiran dan bermain sulap
Kelvin ; kenapa bukan Ray saja
Guru BK ; sudah jangan berdebat, sekarang kamu cari Aris saja
Kelvin ; memangnya dia kemana ?
Kepsek ; padahal dari tadi pintu ini terkunci dan dia bisa menghilang
Kelvin ; mungkin dia sembunyi
Satpam ; kami sudah cari dimana-mana tapi tetap tidak ketemu

            Kelvin tidak tahu harus berbuat apa dan dia melihat salah satu loker guru bergerak-gerak, dia meminta kepada semua guru untuk menutup mata dan mematikan lampunya, saat lampu dimatikan dia menghampiri gue dan menyuruh gue keluar, gue sudah ketahuan dan gue menurut saja apa yg dikatakan dia.
Kelvin menyuruh semua guru membuka mata dan menyalakan kembali lampunya. Semua orang yg ada disitu terkejut, kepala sekolah yg baru itu membisikan pertanyaan yg harus ditanyakan kepada gue, “ohh,, jadi Cuma itu pertanyaan yg harus saya tanyakan ke dia (menunjuk gue),”
Sekarang gue merasa terpojok, karena gue mengira kalau kelvin berpihak kepada kepala sekolah.
            “bagaimana kalau saya membaca pikirannya saja, supaya lebih cepat.” ucap kelvin. Kepala sekolah memberi persetujuannya. Gue merasa terancam. Kelvin meminta kepada semuanya untuk tenang, dia mulai membaca pikiran gue. Gue tidak percaya kalau dia bisa membaca pikiran gue. Dia mulai berbicara dan inilah yg dia ucapkan “Dia selalu telat karena dia tidak tidur semalaman dan dia baru tertidur sekitar pukul satu atau dua tengah malam, itulah yg menyebabkan dia selalu telat, dia menderita insomnia. Tapi dia akan selalu mengantuk di pagi hari. Dia tidak pernah mampir ke warung untuk membeli rokok,minuman keras, atau narkoba dan dia anak yg baik. Tapi sifat malasnya itu masih melekat di dirinya, walaupun dia tahu sudah telat dia tetap santai-santai saja di jalan. Itulah yg ada di dalam pikirannya, jadi saya mohon bebaskan dia. Walaupun dia sedang kesal karena saya berhasil membaca pikiran dia. Oh iya,,, sebaiknya pak kepala sekolah berhati-hatilah karena dia sedang membaca pikiran anda.”

            Semua orang yg ada disana terkejut karena kelvin bisa membaca pikiran gue,  kepsek berterima kasih kepada Kelvin dan membolehkan dia untuk kembali ke kelasnya dan gue juga dilepaskan begitu saja tanpa hukuman.
Guru-guru yg sudah mengintrogasi gue berunding mengenai kemampuan Kelvin yg bisa membaca pikiran dan kepsek sedikit ketakutan, dia takut kalau rahasianya terbongkar karena gue membaca pikirannya. Padahalkan gue tidak bisa sama sekali membaca pikiran.
            Dijalan menuju kelas gue mengobrol sedikit dengan kelvin.
Aris ;  gue baru tahu kalau loe bisa membaca pikiran
Kelvin ; jangan terlalu memuji
Aris ; gue pikir itu cuman akal-akalannya Ray supaya kita gak digangguin sama senior kita waktu kita masih baru di sekolah ini.
Kelvin ; sebenarnya gue juga gak bisa membaca pikiran orang lain.
Aris ; teruss tadi.. loe bisa tahu kalau gue punya lnsomnia dan santai-santai saja walaupun gue telat
Kelvin ; kitakan sudah temenan sejak kelas satu smp dan gue tahu kalau loe pemalas dan terlalu santai
Aris ; terus loe tahu gue insomnia dari siapa ?
Kelvin ; gue tahu karena semenjak kita dihajar sama preman waktu kelas X dulu loe depresi berat

            Obrolan terhenti ketika gue berbelok menuju kelas gue, jam istirahat berlalu dengan cepat hingga tak terasa kalau waktu sekolah sudah habis. Dan tak terasa pula kalau hari demi hari telah terlewatkan dengan latihan dan sekolah, pertunjukan vestifal akan berlangsung satu bulan lagi dan gue rasa band gue sudah cukup bagus dalam membawakan lagu rock tapi kami harus mempersiapkan mental agar nanti saat kontes itu berlangsung kami tidak grogi lagi. Jadi kami putuskan untuk membuat konser kami sendiri dalam waktu dekat, di tempat latihanlah kami merundingkannya.
Kriz ; jadi bagaimana ?
Zacky ; bagaimana apanya !
Kriz ; katanya kita bakalan buat konser tunggal
Zacky ; oh,, kalau itu tanyakan saja pada Ray!!!
Ray ; kenapa bawa-bawa nama gue sih
Kriz ; jadi kapan konsernya
Ray ; jangan pikirin kapan konsernya, yg harus kita pikirkan adalah biaya konsernya yg mahal
Zacky ; sudahlah jangan berdebat, lihat tuh si Aris masih santai tanpa memikirkan kita yg lagi pusing tiga keliling
Aris ; siapa bilang gue lagi santai !!
Zacky ; loe dari tadi main laptop saja, tanpa mikirin band kita
Aris ; gue lagi cari sponsor yg mau mensponsori kita
Kriz ; loe sudah dapet berapa sponsor
Aris ; gue sudah dapet 4 sponsor yg mau mensponsori kita
Ray ; bagus itu kak, siapa saja yg mensponsori konser kita
Aris ; sponsor pertama adalah om Nana pemilik tempat rental musik yg biasa meminjamkan kita bass untuk ray,
Kriz ; terus yg kedua siapa ?
Aris ; yg kedua itu Kelvin, dia sangat mendukung konser kita
 Zacky ; terus yg ketiga ?
Aris ; yg ketiga diego, dia bersedia membantu kita
Ray ; yg terakhir ?
Aris ; yg terakhir Achan,
Ray ; kalo menurut pemikiran gue, yg mensponsori kita hanya satu yaitu om Nana
Kriz ; loe benar Ray, karena Achan, Diego, dan Kelvin selalu membantu kita.

            Gue rasa membuat konser tidak semudah yg gue pikirkan, keesokan harinya kami kembali berkumpul, kali ini kami akan membahas dimana dan kapannya konser kami akan dilaksanakan.

Aris ; gue sudah mempertimbangkannya dengan sangat baik, kita akan melaksanakan konser di GBK dan akan dilaksanakan hari kamis ini.
Kriz ; tunggu dulu, berarti 5 hari lagi dong !
Aris ; iya, tepat sekali !
Zacky ; memangnya sekarang hari apa ?
Aris ; hari sabtu, besok kita mulai latihan sepuasnya
Ray ; bukannya hari kamis itu di GBK ada konser METALICA
Aris ; ya betul sekali
Kriz ; kalo loe tau ada konser lain, kenapa loe kepedean bikin konser
Aris ; kalian belom ngerti juga
Zacky ; sumpah, gue gak ngerti yg loe maksud !
Aris ; maksud gue kita akan membuat konser di konser orang lain
Zacky ; gue malah semakin gak ngerti
Aris ; yaudah besok gue jelasin, sekarang gue mau pulang,  gue lapar
Kriz ; gue juga mau pulang

            Hari minggu, hari untuk bersantai dan untuk menenangkan diri tapi tidak dengan gue dan teman-teman gue karena setelah capek latihan kami malah berdebat karena satu kata `konser`.

Aris ; kita akan membuat konser diatas konser METALICA
Zacky ; sudah gue bilang gue gak ngerti
Aris ; jadi begini, METALICA kan fans nya banyak, jadi di konser METALICCA nanti pasti banyak orang yg menonton mereka, daripada kita ngeluarin uang banyak untuk bikin pengumuman, undangan, dan biaya sewa tempatnya mendingan kita numpang saja di konser mereka.

Zacky ; ohh, gue mengerti sekarang
Ray ; ide kakak bagus juga (sambil mengacungkan jempolnya)
Kriz ; tapi kenapa harus di konser METALICA ?
Aris ;karena ada 3 faktor
Kriz ; faktor pertama ?
Aris ; karena METALICA di GbK, dan GBK satu-satunya tempat konser  yg dekat dengan kita.
Zacky ; terus yg kedua ?
Aris ; yg kedua adalah karena hanya konser METALICA yg waktunya paling dekat, yg lainnya harus nunggu beberapa bulan lagi.
Kriz ; yg ketiga apa ?
Aris ; dan yg terakhir adalah ka...
Ray ; tunggu, yg terakhir pasti tidak masuk akal lagi (ucapnya memotong kata-kata gue)
Zacky ; tapi kalau Cuma dua, berarti hanya dua faktor.
Kriz ; sudahlah, Aris lanjutkan yg ketiga !
Aris ; baiklah, yg ketiga itu karena gue ngefans sama METALICA.  (seketika mereka kesal)

            Hari sudah mulai berganti dan gue lupa kalau sekarang hari senin dan kepala sekolah baru yg akan menjadi pembina upacaranya, gue harus cepat-cepat karena kalau gue telat, gue gak tau mau diapain sama kepala sekolah yg baru itu.
Gue bersyukur karena hari ini gue gak telat lagi tapi di depan pintu gerbang, security menghentikan gue dan gue baru sadar kalau gue gak membawa topi sekolah, ini akan menjadi bencana besar  buat gue, untung saja gue sempet meminjam topi petugas upacara hari ini, karena petugas upacara memakai seragam khusus yg berbeda dengan peserta upacara.
Upacara hampir selesai, kaki gue sudah pegal-pegal, ditambah perut gue yg sudah lapar karena gue belum sarapan, dan saat pengumuman dari kepala sekolah, gue tidak sadar kalau nama gue dipaanggilnya, gue tidak tahu harus bagaimana, apakah gue harus kesana atau tetap di barisan. Kepala sekolah memanggil nama gue lagi dengan keras, gue terkejut dan langsung berlari menghampirinya.


apa yg akan dilakukan kepala sekolah kepada gue, apakah dia akan menghukum gue lagi, lihat saja di part berikutnya.

0 comments: