Pemain :
-
Steven
Hudson Helsing
-
Mr. X
-
Nagato
-
Frank
-
Nicolas
Suara tembakan itu terdengar dengan
sangat jelas, tapi Frank malah menembak tanpa arah.
Frank : kalian masih punya kesempatan, (pergi meninggalkan
kami semua)
Nicolas datang tepat setelah Frank pergi, dia memberikan kami
misi ke dua dan harus diselesaikan malam ini karena besok barangnya akan di
lelang. Setelah dia memberitahu dia langsung pergi meninggalkan kami dan
menyuruh bawahannya melepaskan kami.
Aku tidak tahu kenapa, tapi jika Frank benar-benar
menginginkan barang itu, dia tinggal membelinya saja. Sungguh membingungkan
apalagi barang yang harus kami curi adalah patung kepala biasa yang dibuat oleh Leonardo da Vinci.
Tapi itu tidak penting, satu-satunya yang kami mau adalah
keluar dari sini, tunggu dulu misi kemarin berhasil dengan sangat sempurna,
tapi darimana Nagato tahu kode angkanya dan dia juga bisa membuka brankas nya
tanpa menggunakan sidik jari pemilik musium itu.
Aku bertanya pada Nagato tentang semua itu, dan dia menjawab
:
Nagato : “itu mudah, jika kata sandinya diamond, kode
angkanya pasti tidak akan jauh dari kata diamond jadi aku coba menyuruhmu menekan
tanggal dibuatnya berlian itu yang tertera pada dinding luar berlian itu. dan
sidik jarinya, aku iseng saja memasukkan sidik jariku dan ternyata berhasil,,
heheh,”
Steven (aku) : tapi bagaimana bisa, bukannya sidik jari itu
hanya bisa dibuka oleh si pemilik sidik jari itu ??
Mr. X : kau lupa ? sistem keamanannya sudah aku matikan
lagipula semua elektronik yg ada disekitar berlian itu kacau karena laptop ku !
Nagato : kalian yang sudah lama berdua saja masih salah paham
begini.
Mr.x : lagipula semua sandi yang kau masukkan juga belum tentu
benar.
.
.
.
Perbincangannya disudahi dulu, sekarang aku, mr. x dan Nagato
mulai mempersiapkan alat dan membuat strategi untuk misi kami malam ini, dan
harus berhasil tanpa harus melihat keadaan dulu.
...MALAM...
Malam hari kami berangkat menuju tempat patung kepala itu
disimpan dan tidak lama kemudian kami sudah sampai, dan misi dimulai...
MISSIONS 02
: out of luck head idol.
Kali ini kami memakai
teknik yang berbeda dari sebelumnya, mr. x tidak mengacaukan sinyalnya,
kami langsung saja kepada misinya karena patung kepala itu tidak dijaga dengan
ketat, kami tidak kesulitan menerobos ke dalam tapi kami kesulitan membuka
brankas nya, kami tidak memikirkan ini sebelumnya, siapapun yg mencuri patung
kepala itu pasti akan mendapatkan sial, itulah yang tertulis diluar brangkas itu
dan yang dikatakan orang-orang, tapi kami harus mencurinya. Mr.x membuka
brangkasnya dan memberikannya pada Nagato sedangkan aku berjaga-jaga diluar
untuk melihat-lihat keadaannya.
Misi ini kembali sukses dan saat keluar dari sana, kami
sudah ditunggu oleh Nicolas. Tak ada celah untuk kabur.
Ingin rasanya aku menghajar si Nicolas ini tapi apa daya, dia
cukup tangguh dan juga kami pasti dibunuh oleh Frank karena melakukan
pemberontakan.
.
.
.
Pagi hari yang cerah dan kami disuruh menghadiri acara lelang
untuk mengetahui situasi disana, apa yang akan mereka lakukan jika patung kepala
itu tidak ada.
Ternyata mereka membuat replika patung kepala itu, patung
palsu itu sangat mirip tapi aku tahu kalau itu palsu karena yang asli sudah kami
ambil.
Apakah semua ini sudah direncanakan ? mungkin itulah sebabnya
hanya sedikit petugas yang menjaga patung itu, kami masuk dalam umpan yang telah
dibuat.
..
Frank marah besar, dia menyuruh kami menyelesaikan misi
terakhir kami malam ini. Yaaahhh tiga malam untuk tiga pencurian... aku dan
mr.x saja belum pernah melakukannya, Nagato hanya menyetujuinya. Dia seperti
sudah lelah dan tidak mau mencuri lagi.
Misi yg ketiga adalah,, kami harus merampok sebuah bank
terbesar di sana.
Kami akan merampok bank dan keluar dari sini.
.
.
.
.
MISSIONS 03
: last missions
Ini adalah misi terakhir kami sebelum keluar dari Frank,
sekitar jam 11 malam, aku dan mr. x masuk ke sebuah bank itu sedangkan Nagato
memantau dari jarak yang agak jauh dari sini, baiklah sekarang aku mulai
mengendap-endap disana berusaha untuk tak terlihat mencurigakan.
Mr. x : kau siap Steven ?
Steven : yah,, aku siap
Aku dan mr.x mengeluarkan senjata untuk mengancam petugas
bank dan membuat para pengunjung takut, walaupun suasananya tidak ramai tapi
seketika menjadi cukup ramai karna ulah kami. Tanpa basa-basi aku dan mr.x
pergi ke ruangan dimana semua uang itu disimpan. seperti biasa, pasti uang itu
ada di dalam brankas dan seperti biasa lagi kalau mr.x harus berusaha membuka
brangkas itu, brangkas berhasil dibuka dan aku langsung memasukkan semua
uangnya ke dalam sebuah koper yang mr.x bawa dan beberapa aku masukkin ke dalam
karung.
.
Mr.x : bagaimana kita membawa semua uang ini ?(Memasukkan
uang ke dalam koper)
Steven : kau diam saja dan tenanglah
Mr.x : saat kita masuk saja kita sudah kerepotan, apalagi
keluar dengan koper yang penuh sebanyak ini
.
Tiba-tiba mobil truk besar menabrak tembok bank itu dan masuk
ke dalam bank yang sedang kami curi. Sopir truk itu keluar yang ternyata adalah Nagato.
Nagato : cepat masukkan semua uangnya !!
Mr. x : jadi kita semua akan menaiki truk besar ini ?
Steven : tepat sekali, sekarang masukkan saja semuanya
Mr. x : jika nanti kita dikejar oleh polisi, aku tidak yakin
kalau mobil ini bisa lolos dari kejaran polisi !
.
.
.
Setelah kami berhasil keluar dari bank itu, dugaan mr. x
tepat yaitu kami akan dikejar oleh polisi.
Nagato yang mengemudikan mobil ini kewalahan karena bukan hanya
mobilnya yg besar tapi juga membutuhkan tenaga yang besar juga untuk
mengendalikan mobil ini.
Mobil truk ini melaju dengan cepat tapi itu tak seberapa
karena mobil polisi itu lebih cepat dari
truk ini. (bagaimana mau gak cepat orang mobilnya aja mobil sport semua).
Kami bertiga terkepung, tapi Nagato menerima pesan dari Frank
kalau kami harus tetap melaju ke depan dan jangan pernah berhenti. Di depan tak
terlihat ada mobil bantuan dari Frank, tapi begitu kami melewati perempatan
jalan tiba-tiba truk kontainer
menghadang jalan para polisi itu.
Kami bertiga aman, dan Nagato mencoba melarikan diri dengan
membawa uang-uang yang telah dicuri itu tapi Frank mengetahuinya dan mencegat
kami di jalan.
Dan lagi-lagi kami disuntik bius, hingga tak sadarkan diri
(lagi)
.
.
.
Saat kami bertiga membuka mata, sudah tidak aneh lagi kalau
kami bertiga sudah di ikat, kali ini kami tidak diikat bersamaan tapi kami
diikat secara terpisah. Dan kami juga berada di sebuah pesawat, mau dibawa
kemana lagi !!!
..
Frank : kalian sudah bangun ?
Nagato : apa hanya itu kalimat yang bisa kau ucapkan setelah
kami sadarkan diri ?
Frank : baiklah sekarang aku akan mengganti kalimat’ku, apa
kabar semuanya ?
Mr. x : kau itu menjijikan
Frank : sebaiknya kalian tidur saja karena sebentar lagi
kalian akan tidur untuk selamanya.
Steven : apa maksudmu ?
Frank : apakah aku kurang jelas, baiklah akan aku perjelas.
kalian akan mati !!
Steven : kau tidak bisa membunuh kami !
Frank : tentu saja aku bisa, aku bisa melakukan semuanya,
tidak ada hal yg tidak bisa aku lakukan.
Mr.x : aku mulai muak dengan omonganmu
Frank : kalian masih beruntung karena aku tidak langsung
membunuh kalian
Nagato : sudahlah lepaskan kami, kami sudah menuruti apa yg
kau mau dan kami juga tidak kabur darimu
Frank : baiklah, kalian akan aku lepaskan
...
Tiba-tiba kabin pesawat terbuka dan terlihat dengan jelas
bahwa kami ada diketinggian yang cukup tinggi.
Frank : sekarang keluarlah dari sini
Mr.x : kau sudah gila, kami bisa mati
Frank : memang itulah yang aku mau
Mr.x : kau benar-benar sudah gila
Steven : tenanglah, kenapa kau mengingkari janjimu ?
Frank : aku tidak ingkar janji,
Nagato : kami sudah menuruti apa kehendakmu tapi kau ...
Frank : dengar,, perjanjiannya adalah bahwa kalian akan
mematuhi perintahku tanpa kesalahan dan tak akan berkhianat padaku
Nagato : kami sudah melakukan semuanya
Frank : itu salah, di misi terakhir kalian hampir saja
tertangkap jika bukan aku yg membantu kalian, dan juga kalian sudah berani
mencoba mengkhianatiku dengan membawa semua uangnya.
Steven : tapi itu semua tidak terjadi, kau mendapatkan uangmu
dan sekarang kami juga ingin mendapatkan hak kami untuk keluar.
Frank : setelah mendengar perkataan kalian, sepertinya aku
menjadi ngantuk, selamat tinggal Nagato, mr.x, dan Steven Hudson Helsing
Frank meninggalkankami semua denga kabin pesawat yang masih
terbuka, tak lama setelah dia pergi akhirnya Nicolas datang bersama anak
buahnya.
Kami dipaksa dan didorong keluar kabin pesawat dengan keadaan
terikat, itu berarti kami akan mati secara mengenaskan dan tanpa perlawanan.
Nicolas : kalian akan mati sekarang, apakah ada permintaan
terakhir kalian ?
Mr.x : kau yang akan mati, dasar bajingan
Nicolas : sepertinya aku tidak mendengar perkataanmu, selamat
tinggal !
..
Nicolas dan anak buahnya mendorong kami secara bersamaan dan
tiba-tiba ...
To be continued..






0 comments:
Post a Comment