About

Wednesday, February 10, 2016

STEVEN HUDSON HELSING part 03





Pemain :
-         Steven Hudson Helsing
-         Mr. X
-         Nagato
-         Frank
-         Nicolas



Suara tembakan itu terdengar dengan sangat jelas, tapi Frank malah menembak tanpa arah.
Frank : kalian masih punya kesempatan, (pergi meninggalkan kami semua)
Nicolas datang tepat setelah Frank pergi, dia memberikan kami misi ke dua dan harus diselesaikan malam ini karena besok barangnya akan di lelang. Setelah dia memberitahu dia langsung pergi meninggalkan kami dan menyuruh bawahannya melepaskan kami.
Aku tidak tahu kenapa, tapi jika Frank benar-benar menginginkan barang itu, dia tinggal membelinya saja. Sungguh membingungkan apalagi barang yang harus kami curi adalah patung kepala biasa yang dibuat oleh Leonardo da Vinci.
Tapi itu tidak penting, satu-satunya yang kami mau adalah keluar dari sini, tunggu dulu misi kemarin berhasil dengan sangat sempurna, tapi darimana Nagato tahu kode angkanya dan dia juga bisa membuka brankas nya tanpa menggunakan sidik jari pemilik musium itu.
Aku bertanya pada Nagato tentang semua itu, dan dia menjawab :
Nagato : “itu mudah, jika kata sandinya diamond, kode angkanya pasti tidak akan jauh dari kata diamond jadi aku coba menyuruhmu menekan tanggal dibuatnya berlian itu yang tertera pada dinding luar berlian itu. dan sidik jarinya, aku iseng saja memasukkan sidik jariku dan ternyata berhasil,, heheh,”
Steven (aku) : tapi bagaimana bisa, bukannya sidik jari itu hanya bisa dibuka oleh si pemilik sidik jari itu ??
Mr. X : kau lupa ? sistem keamanannya sudah aku matikan lagipula semua elektronik yg ada disekitar berlian itu kacau karena laptop ku !
Nagato : kalian yang sudah lama berdua saja masih salah paham begini.
Mr.x : lagipula semua sandi yang kau masukkan juga belum tentu benar.
.
.
.
Perbincangannya disudahi dulu, sekarang aku, mr. x dan Nagato mulai mempersiapkan alat dan membuat strategi untuk misi kami malam ini, dan harus berhasil tanpa harus melihat keadaan dulu.
...MALAM...
Malam hari kami berangkat menuju tempat patung kepala itu disimpan dan tidak lama kemudian kami sudah sampai, dan misi dimulai...
MISSIONS 02 :   out of luck head idol.
Kali ini kami memakai  teknik yang berbeda dari sebelumnya, mr. x tidak mengacaukan sinyalnya, kami langsung saja kepada misinya karena patung kepala itu tidak dijaga dengan ketat, kami tidak kesulitan menerobos ke dalam tapi kami kesulitan membuka brankas nya, kami tidak memikirkan ini sebelumnya, siapapun yg mencuri patung kepala itu pasti akan mendapatkan sial, itulah yang tertulis diluar brangkas itu dan yang dikatakan orang-orang, tapi kami harus mencurinya. Mr.x membuka brangkasnya dan memberikannya pada Nagato sedangkan aku berjaga-jaga diluar untuk melihat-lihat keadaannya.
Misi ini kembali sukses dan saat keluar dari sana, kami sudah ditunggu oleh Nicolas. Tak ada celah untuk kabur.
Ingin rasanya aku menghajar si Nicolas ini tapi apa daya, dia cukup tangguh dan juga kami pasti dibunuh oleh Frank karena melakukan pemberontakan.
.
.
.
Pagi hari yang cerah dan kami disuruh menghadiri acara lelang untuk mengetahui situasi disana, apa yang akan mereka lakukan jika patung kepala itu tidak ada.
Ternyata mereka membuat replika patung kepala itu, patung palsu itu sangat mirip tapi aku tahu kalau itu palsu karena yang asli sudah kami ambil.
Apakah semua ini sudah direncanakan ? mungkin itulah sebabnya hanya sedikit petugas yang menjaga patung itu, kami masuk dalam umpan yang telah dibuat.
..
Frank marah besar, dia menyuruh kami menyelesaikan misi terakhir kami malam ini. Yaaahhh tiga malam untuk tiga pencurian... aku dan mr.x saja belum pernah melakukannya, Nagato hanya menyetujuinya. Dia seperti sudah lelah dan tidak mau mencuri lagi.
Misi yg ketiga adalah,, kami harus merampok sebuah bank terbesar di sana.
Kami akan merampok bank dan keluar dari sini.
.
.
.
.
MISSIONS 03 :  last missions
Ini adalah misi terakhir kami sebelum keluar dari Frank, sekitar jam 11 malam, aku dan mr. x masuk ke sebuah bank itu sedangkan Nagato memantau dari jarak yang agak jauh dari sini, baiklah sekarang aku mulai mengendap-endap disana berusaha untuk tak terlihat mencurigakan.
Mr. x : kau siap Steven ?
Steven : yah,, aku siap
Aku dan mr.x mengeluarkan senjata untuk mengancam petugas bank dan membuat para pengunjung takut, walaupun suasananya tidak ramai tapi seketika menjadi cukup ramai karna ulah kami. Tanpa basa-basi aku dan mr.x pergi ke ruangan dimana semua uang itu disimpan. seperti biasa, pasti uang itu ada di dalam brankas dan seperti biasa lagi kalau mr.x harus berusaha membuka brangkas itu, brangkas berhasil dibuka dan aku langsung memasukkan semua uangnya ke dalam sebuah koper yang mr.x bawa dan beberapa aku masukkin ke dalam karung.
.
Mr.x : bagaimana kita membawa semua uang ini ?(Memasukkan uang ke dalam koper)
Steven : kau diam saja dan tenanglah
Mr.x : saat kita masuk saja kita sudah kerepotan, apalagi keluar dengan koper yang penuh sebanyak ini
.
Tiba-tiba mobil truk besar menabrak tembok bank itu dan masuk ke dalam bank yang sedang kami curi. Sopir truk itu keluar yang ternyata adalah Nagato.
Nagato : cepat masukkan semua uangnya !!
Mr. x : jadi kita semua akan menaiki truk besar ini ?
Steven : tepat sekali, sekarang masukkan saja semuanya
Mr. x : jika nanti kita dikejar oleh polisi, aku tidak yakin kalau mobil ini bisa lolos dari kejaran polisi !
.
.
.
Setelah kami berhasil keluar dari bank itu, dugaan mr. x tepat yaitu kami akan dikejar oleh polisi.
Nagato yang mengemudikan mobil ini kewalahan karena bukan hanya mobilnya yg besar tapi juga membutuhkan tenaga yang besar juga untuk mengendalikan mobil ini.
Mobil truk ini melaju dengan cepat tapi itu tak seberapa karena mobil polisi itu lebih cepat  dari truk ini. (bagaimana mau gak cepat orang mobilnya aja mobil sport semua).
Kami bertiga terkepung, tapi Nagato menerima pesan dari Frank kalau kami harus tetap melaju ke depan dan jangan pernah berhenti. Di depan tak terlihat ada mobil bantuan dari Frank, tapi begitu kami melewati perempatan jalan  tiba-tiba truk kontainer menghadang jalan para polisi itu.
Kami bertiga aman, dan Nagato mencoba melarikan diri dengan membawa uang-uang yang telah dicuri itu tapi Frank mengetahuinya dan mencegat kami di jalan.
Dan lagi-lagi kami disuntik bius, hingga tak sadarkan diri (lagi)
.
.
.
Saat kami bertiga membuka mata, sudah tidak aneh lagi kalau kami bertiga sudah di ikat, kali ini kami tidak diikat bersamaan tapi kami diikat secara terpisah. Dan kami juga berada di sebuah pesawat, mau dibawa kemana lagi !!!
..
Frank : kalian sudah bangun ?
Nagato : apa hanya itu kalimat yang bisa kau ucapkan setelah kami sadarkan diri ?
Frank : baiklah sekarang aku akan mengganti kalimat’ku, apa kabar semuanya ?
Mr. x : kau itu menjijikan
Frank : sebaiknya kalian tidur saja karena sebentar lagi kalian akan tidur untuk selamanya.
Steven : apa maksudmu ?
Frank : apakah aku kurang jelas, baiklah akan aku perjelas. kalian akan mati !!
Steven : kau tidak bisa membunuh kami !
Frank : tentu saja aku bisa, aku bisa melakukan semuanya, tidak ada hal yg tidak bisa aku lakukan.
Mr.x : aku mulai muak dengan omonganmu
Frank : kalian masih beruntung karena aku tidak langsung membunuh kalian
Nagato : sudahlah lepaskan kami, kami sudah menuruti apa yg kau mau dan kami juga tidak kabur darimu
Frank : baiklah, kalian akan aku lepaskan
...
Tiba-tiba kabin pesawat terbuka dan terlihat dengan jelas bahwa kami ada diketinggian yang cukup tinggi.
Frank : sekarang keluarlah dari sini
Mr.x : kau sudah gila, kami bisa mati
Frank : memang itulah yang aku mau
Mr.x : kau benar-benar sudah gila
Steven : tenanglah, kenapa kau mengingkari janjimu ?
Frank : aku tidak ingkar janji,
Nagato : kami sudah menuruti apa kehendakmu tapi kau ...
Frank : dengar,, perjanjiannya adalah bahwa kalian akan mematuhi perintahku tanpa kesalahan dan tak akan berkhianat padaku
Nagato : kami sudah melakukan semuanya
Frank : itu salah, di misi terakhir kalian hampir saja tertangkap jika bukan aku yg membantu kalian, dan juga kalian sudah berani mencoba mengkhianatiku dengan membawa semua uangnya.
Steven : tapi itu semua tidak terjadi, kau mendapatkan uangmu dan sekarang kami juga ingin mendapatkan hak kami untuk keluar.
Frank : setelah mendengar perkataan kalian, sepertinya aku menjadi ngantuk, selamat tinggal Nagato, mr.x, dan Steven Hudson Helsing
Frank meninggalkankami semua denga kabin pesawat yang masih terbuka, tak lama setelah dia pergi akhirnya Nicolas datang bersama anak buahnya.
Kami dipaksa dan didorong keluar kabin pesawat dengan keadaan terikat, itu berarti kami akan mati secara mengenaskan dan tanpa perlawanan.
Nicolas : kalian akan mati sekarang, apakah ada permintaan terakhir kalian ?
Mr.x : kau yang akan mati, dasar bajingan
Nicolas : sepertinya aku tidak mendengar perkataanmu, selamat tinggal !
..
Nicolas dan anak buahnya mendorong kami secara bersamaan dan tiba-tiba ...

To be continued..

0 comments: